I Can'T Control Myself

I Can'T Control Myself
Jeju island




waktu liburan mereka telah tiba, sore hari mereka baru tiba di pulau jeju, tak hanya para sahabat sahabat finley yang pergi, im dan amanda pun juga ikut serta dalam liburan ke jeju ini. vallerie,im dan amanda yang sudah menjadi senior di kampus semester depan juga pendiri Fgame yang telah bersusah payah menyusun proposal agar dapat menarik minat menikmati liburan mereka yang terbayang sangat menyenangkan.


sebelum menuju penginapan mereka menikmati dulu indahnya pemandangan pantai jeju sambil menunggu sunset. semua pada sibuk bercakap-cakap sedangkan im asyik menggoda vallerie.


"val kok makin cantik aja sih" ujar im menggoda vallerie


"im juga tambah ganteng loh" vallerie balas menggoda im


Egi yang melihat im adiknya itu sibuk bercanda dengan vallerie tunangan sahabat nya,melihat ke arah finley yang juga sedang melihat tingkah im dan vallerie, mulai menggoda finley


"CEO gue kalah nih sama adik gue" ledek Egi dengan suara sedikit dikeraskan


"Bacot gi" jawab finley singkat yang tiba tiba membawa vallerie menjauh dari kerumunan mereka


tak heran dengan tingkah yang membawa vallerie pergi menjauh dari tempat mereka berkumpul itu, yang lainnya hanya melihat sekilas lalu tetap melakukan kegiatan masing masing dengan im yang berpindah menggoda amanda yang asyik ngobrol akrab dengan naufal dan samuel.


sementara finley dan vallerie yang pergi menjauh. finley melepaskan tangan vallerie dan membalikkan badan nya membelakangi vallerie, ia lagi ngambek sama tunangan nya yang sibuk bercanda dengan laki- laki lain di depan nya.


"cemburu?" vallerie bertanya dengan nada meledek finley sambil menepuk- nepuk punggung finley


"seorang finley gak mungkin cemburu" jawab finley kesal


"yaudah aku baik ke im aja kalau mau nya gini" balas vallerie melangkah pergi


saat finley ingin menahan vallerie, naufal datang menghampiri mereka berdua namun ia langsung membisikkan sesuatu pada finley.


"athalla dan teman teman nya juga ada disini" bisik naufal


"vika juga lihat mereka bareng Yera dan Feren juga" sambung naufal lagi lagi berbisik


"urus ini buat gue, gue gamau vallerie bertemu lagi si brengsek alfi itu" finley balas berbisik pada naufal


setelah mendengar ucapan finley itu, naufal langsung bergegas kembali ke tempat awal mereka sedangkan vallerie yang kebingungan melihat kedua nya sibuk berbisik seakan tak ingin ia mendengar percakapan mereka itu hendak bertanya pada finley tapi sudah ke duluan sama finley yang mengajak nya melihat penginapan mereka terlebih dahulu.


vallerie yang mau tak mau harus mengikuti perkataan finley untuk pergi ke penginapan mereka selama liburan di sini.


"kamar kita berdua?" tanya vallerie tak percaya


"ada yang salah?" finley balik bertanya pada vallerie sambil berbaring di kasur


walaupun vallerie takut yang lainnya bergosip tentang nya itu akhirnya bersikap bodo amat dengan tingkah finley itu.


tiba tiba telefon finley berbunyi yang itu panggilan dari naufal membuat finley pergi menjauh dari vallerie untuk menjawab panggilan itu. dalam panggilan itu naufal memberitahu bahwa ia sudah mencoba memesan tiket pesawat untuk kembali ke seoul bahkan ia juga memeriksa penerbangan ke busan tetapi tak ada penerbangan untuk malam ini dikarenakan kondisi cuaca di jeju pada saat ini sedang mengalami cuaca buruk.


"ada masalah?" tanay vallerie yang sudah berada di belakang finley


"enggak ada" jawab finley yang tiba tiba mematikan telefon nya.


tingkah finley itu membuat vallerie yang sedari tadi sudah curiga kini bertambah curiga lagi.


"yaudah terserah" jawab vallerie hendak berjalan keluar


ketika vallerie telah berjalan mendekati pintu, bel kamar mereka berbunyi membuat finley berlari duluan mendahului vallerie yang sudah tinggal beberapa langkah lagi ke pintu, karena finley berpikir orang yang memencet bel itu adalah Alfi.


Dengan rasa khawatir finley yang terlebih lagi bel itu terus berbunyi, mau tak mau finley membuka pintu kamar itu dan saat pintu itu terbuka orang yang datang adalah feren , feren langsung memeluk finley sambil menangis.


"kak aku benaran gatau kalau musuh abang aku itu kak finley" kata feren yang masih memeluk finley itu


"siapa abang lo" jawab finley sambil sedikit mendorong feren agar melepaskan pelukan nya.


"Al-- Alfi" jawab feren sambil terisak


feren menghapus air mata nya dengan kasar lalu tertawa jahat di depan muka vallerie dan dilanjutkan nya dengan menjambak rambut vallerie secara tiba tiba


"Dan lo mantan abang gue paling busuk di dunia ini!" feren meneriaki vallerie juga memperkuat jambakan rambut vallerie.


"abang lo yang ***!" balas vallerie meneriaki  feren dan juga ikut menjambak rambut feren.


finley yang hendak memberhentikan pertengkaran cewek cewek di depan nya itu di dahului oleh kedatangan Alfi yang menjauh kan adik nya dari vallerie, vallerie berhenti karena ada orang yang merelai mereka dan melihat ke arah orang yang datang itu.


melihat orang yang datang itu adalah Alfi membuat vallerie beranjak dari tempat nya berdiri tadi dan bersembunyi di balik finley karena seakan luka nya berdarah lagi.


"gausah sok imut jadi cewek kan lo sendiri yang murahan" feren berteriak pada vallerie dan di sambut dengan tamparan dari finley yang tak segan segan menampar seorang cewek bermulut kasar apalagi pada vallerie tunangan nya.


Alfi yang tak terima melihat adik nya di tampar oleh finley ikut memarahi finley


"lo sebut diri lo cowok?" alfi mulai murka


"lebih baik daripada jadi cowok brengsek modelan kayak lo" jawab finley yang kemudian membanting pintu tepat di wajah Alfi dan adik nya itu.


setelah mendengar suara pintu itu vallerie langsung terduduk lemas membuat finley ikut berjongkok untuk menyamakan posisi mereka dan memeluk tunangan nya itu dengan satu tangan.


"gak perlu takut, cuma ada aku disini"ujar finley menenangkan vallerie yang pikiran nya telah kemana mana


"jadwal datang bulan ku udah lewat 10 hari" kata vallerie tiba tiba


finley yang sedikit paham kemana tujuan perkataan vallerie ini mengarah, membuat nya sedikit bingung dan juga cemas bercampur aduk.


"aku gak mungkin hamil kan?" sambung vallerie


"hah? gak mungkin hanya karena perbuatan nya itu kamu sampai bisa hamil sayang" jawab finley menenangkan vallerie padahal ia sendiri juga panik


finley menatap mata vallerie yang kelihatan sendu, mendapatkan inisiatif untuk membawa vallerie ke dokter


"aku gamau" jawab vallerie


tak mendengarkan ucapan vallerie itu, finley langsung berdiri mengambil handphone nya dan meghubungi naufal untuk menyewa mobil penginapan.


vallerie berjalan mendekati finley sambil terus menggelengkan kepala nya tak dihiraukan finley sama sekali. mereka berdua sedang dalam rasa takut akan hasil yang akan didapatkan nanti nya.


"jangan tinggalin aku" kata vallerie sembari memeluk finley dengan sangat erat.


"gak perlu takut" ujar finley


tak tega melihat vallerie yang sudah mulai menangis di pelukan nya itu, finley pun memerlukan selang waktu beberapa detik saja dan mendapat ide untuk menggendong vallerie agar ia bisa membawa vallerie ke dokter.


vallerie sempat memberontak untuk terus menolak finley namun hasilnya nihil tenaga nya tak sebanding dengan tenaga finley, kini vallerie hanya pasrah akan kemauan finley sebab ia sudah kehabisan tenaga untuk memberontak.


mereka pun menuju ke rumah sakit daerah jeju terdekat dengan penginapan mereka sebab ini sudah hampir tengah malam.


 


 


 


 


I CANT CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa


jejaknyaaaa