I Can'T Control Myself

I Can'T Control Myself
Finnaly



Seharian sebelum presentasi mengenai proposal di laksanakan, finley selalu berada di kantor bahkan ia hanya makan satu kali sehari dan juga tak beranjak dari kursi nya itu seharian suntuk.


waktu mereka hanya tinggal dua jam saja, finley pun baru menyempatkan diri untuk kembali ke apart untuk bersiap selagi menunggu naufal karena naufal bertugas untuk menampilkan hasil proposal mereka di perusahaan harris group.


setelah selesai berkemas finley langsung menuju Harris group. Di dalam mobil nya ia mencoba berulang kali menelfon naufal namun tak ada jawaban oleh karena itu, finley menghubungi egi yang juga tak menjawab telefon dari finley.


tak ada satupun dari mereka yang menjawab, akhirnya finley memutuskan untuk masuk sendiri ke dalam perusahaan harris berharap naufal atau egi dapat menyusul nya.


bersamaan dengan finley yang keluar dari mobilnya, athalla dan Sean juga terlihat memakai setelan yang rapi berjalan menuju perusahaan harris dan mereka pun saling bertemu satu sama lain di pintu masuk perusahaan.



"mengapa CEO kita sendirian?" ledek dari athalla


tak dihiraukan finley, finley hanya berjalan lurus kedepan tanpa menoleh sedikit pun ke arah athalla yang bertanya pada nya seakan tak ada orang yang berbicara kepada nya.


"kita lihat aja siapa yang bakal sombong setelah ini"  ujar athalla pelan


finley yang juga sengaja memancing kemarahan athalla, sengaa berbelok ke arah ruangan Harris hanya untuk bertegur sapa calon mertua nya itu.


"siap bos" ujar sean secara tiba tiba mengambil foto finley masuk ke dalam ruangan harris tanpa mengetuk terlebih dahulu.


sementara sean dan athalla sibuk mengumpulkan bukti bukti agar proposal Fgame di tolak karena ia bermain orang dalam yaitu harris karena memiliki hubungan khusus athalla pun menyusun rencana baru sedangkan di ruangan harris


"kenapa disini?"tanya finley


"semangat" ujar vallerie yang ada di dalam ruangan harris


"daddy mana?" tanya finley lagi


"dirumah, dia kan gak ikut nilai proposal kalian" jawab vallerie sambil mendekat ke arah finley yang berdiri di depan nya


"goodluck" sambung vallerie dengan satu kecupan di pipi finley


"kalau gini pasti bisa bikin aku menang" jawab finley sambil menunjuk bibirnya


"his, udah sana ntar telat" kata vallerie sembari mendorong finley agar keluar dari ruangan itu


finley hanya tertawa dan berjalan menuju ruang rapat namun setelah vallerie tak melihat nya lagi, finley menghentikan langkahnya sebab naufal ataupun Egi tak kunjung tiba, terpaksa finley harus menunggu sedikit lagi karena saat mempresentasikan proposal itu membutuhkan dua orang dari satu perusahaan.


waktu hanya tersisa sepuluh menit lagi tetapi tak juga ada yang datang sampai akhirnya secara tiba tiba vika datang


"gue yakin lo pasti sendiri"ujar vika lalu menarik nafas karena ia berlari dari parkiran menuju ruang rapat.


"loh vik? kenapa lo?" tanya finley heran mengapa orang yang datang bukan naufal atau egi melainkan vika.


"gausah banyak tanya, langsung masuk waktu kita gak banyak" ucap vika selesai mengambil nafas


mereka berdua pun akhirnya masuk ke dalam ruangan rapat yang di dalam sana athalla dan sean sudah duduk.


"mengapa bisa ada vika?" tanya athalla pada sean pelan namun muka nya tampak kesal.


"gue gatau bos yang pasti naufal sama egi udah dibungkam ALfi" jawab sean berbisik pada athalla


mau tak mau, rencana A athalla untuk menggagalkan presentasi finley pun gagal tetapi wajah athalla mmasih berbinar sebab mereka belum menjalankan Rencana B milik mereka.


Song Technology mendapat giliran pertama untuk mempresentasikan hasil proposal dari perusahaan mereka yang akan di sampaikan oleh athalla dengan Sean mengatur slide nya.


saat athalla sedang mempresentasikan hasil mereka yang itu adalah hasil proposal milik finley yang pertama finley buat bersama dengan egi dan naufal membuat vika terkejut.


"itu kan?" ujar vika kaget


"itu bocoran dari Yera" jawab finley santai


melihat finley yang santai dan tak terkejut sama sekali membuat vika berpikir itulah mengapa finley lembur dua hari lalu sedangkan Sean bingung sambil bertanya tanya dan bersiap athalla marah karena rencana B milik mereka juga sudah pasti gagal.


sampai tiba akhirnya giliran finley yang menyampaikan hasil proposalnya yang disana athalla belum sadar sama sekali kalau rencana B miliknya juga akan gagal.


finley mempresentasikan proposal nya yang hampir 99% suskes di optimalkan pada server game generasi kedua tersebut. Saat itulah athalla baru tersadar materi yang finley sampaikan ini lebih bagus dari hasil curian yang ia dapatkan dari Yera.


finley pun selesai dan kembali duduk di tempatnya.


"good" vika mengacungkan kedua jempol untuk finley yang dibalas senyum oleh finley.


sedangkan athalla yang duduk di depan finley terlihat sudah berapi- api seperti ingin mengeluarkan taring nya lalu menerkam finley sampai lenyap.


dan diluar ruangan rapat, athalla menghadang jalan finley seakan ia yang menjadi korban ketidakadilan yang terjadi di dalam ruangan tadi.


"minggir lo pencuri" ujar finley ketus


"gue gak sebusuk itu!" jawab athalla emosi


finley yang tidak mengambil pusing dengan tingkah athalla yang masih kekanak-kanakan itu membuat finley mengacuhkan nya dan pergi mengajak vika bertemu dengan vallerie di ruangan Harris.


melihat finley seperti itu, athalla pun seketika murka dan mengarahkan amarah nya pada Sean dengn memaki dan menuangkan semua kesalahan terjadi karena teman teman bego yang ia miliki.


'Fix gue gak tahan lagi, kalau Fgame menang gue bakal pindah" guman sean kesal dalam hati


Diruangan Harris


"vik, lo tau keberadaan Egi?" tanya finley


"dia menghilang" jawab vika


"gue kira mereka cuma mau mengamankan naufal sendiri ternyata mereka lebih pintar dari dugaan gue" ujar finley yang mengira athalla akan bermain main dengan naufal.


"ternyata mereka lebih licik dari dugaan gue" kata vika sebel


"yakin kak Egi sama kak naufal gak bakal di apa apain?" tanya vallerie sambil memakan es krim sendok


finley menjawab dengan menggeleng dan mengusap rambut vallerie.


tak terasa tiga puluh menit mereka telah habis, mereka pun kembali ke ruangan rapat tadi yang kini athalla datang terlambat membuat orang di dalam ruangan itu menunggu nya.


"karena satu pihak lagi sudah tiba, mari kita umumkan hasilnya" ujar pembicara rapat itu.


vika yang mulai sibuk berdoa dan sean yang hanya duduk pasrah, mendengarkan hasil voting yang menentukan pihak mana yang akan menjadi pemilik hak kuasa atas game generasi kedua itu.


"dengan ini saya menyatakan pihak yang akan mendapat kuasa atas hak game mobile legend generasi kedua ialah pihak Fgame technology"


"yessss" teriakan dari vika mengbungkam kan ruangan rapat


"selamat kepada fin---" belom selesai kata itu terucap


"curang, dia menang karena ada kuasa yaitu hubungan khusus dengan pemilik perusahaan" ujar athalla sembari menunjukkan foto finley masuk ruangan harris di handphone sean tadi


"dia bahkan masuk dengan cara tak sopan" sambung athalla lagi


semua di ruangan itu sempat melihat ke arah finley yang mereka juga tak menduga sikap tak sopan finley itu tetapi mereka juga menegaskan.


"hak cipta game ini tak ada hubungan nya dengan pak Harris" jawab pembicara dengan tegas kepada athalla


"dan juga mengapa bisa pak finley tak sopan kepada ketua kami?" tanya pembicara itu juga pada finley


"seperti yang dikatakan pak athalla, om harris adalah calon mertua saya" jawab finley membuat orang-orang diruangan itu mengangguk paham dan mulai sedikit segan.


dan athalla yang pergi begitu saja tanpa menghiraukan siapa pun dan rasa malu itu terpancar pada sean yang menanggung malu athalla kemudia mengucap pamit sebelumnya sean juga mengatakan pada finley


"selamatkan naufal dan egi di rumah tua jalan V, takutnya athalla malah menyakiti mereka dan terima gue kerja di perusahaan lo" bisik sean yang finley hanya menepuk bahu sean lalu berlalu pergi.


"gue ikut lo" ujar vika yang cemas akan keadaan Egi


"lo tunggu disini sampai vallerie biar gue sama samuel pergi ke lokasi" jawab finley menenangkan vika yang panik


finley pun berlalu pergi dari perusahaan harris menuju tempat samuel dan pergi berdua saja menuju rumah tua yang dikatakan sean pada nya tadi.


 


 


 


 


I CANT CONTROL MYSELF by@ca_sabrinaaa


jejakkkkkk is motivasi :)