
Hingga malam tiba, Finley juga tak kunjung terlihat. Bahkan sampai Amanda sedari tadi menuduh Dara yang tidak – tidak.
Sudah beberapa kali pula Levi menghubungi Finley tapi selalu saja seorang wanita yang mengangkatnya
(panggilan yang anda tuju sedang sibuk) Finley yang tak mengangkat telefon meski nomor nya aktif. Levi pun juga menghubungi nomor kantor Fgame tapi orang kantor pun mengatakan Finley sedang berada di kantornya.
“samperin tu orang ke kantor nya, seret dia kesini” ujar Amanda yang tak dapat menahan emosi nya.
Levi juga berpikir perkataan Amanda ada benar nya, sebab sesibuk apa pun itu ia pasti harus juga mengerti
akan tanggung jawab nya kini sebagai seorang suami. Di tambah dengan kondisi tubuh Vallerie yang kurang baik.
Tanpa berpikir panjang, Levi mengambil kunci mobil nya dan melaju langsung ke Fgame. Sementara itu Amanda yang masih tak terima dengan adanya Dara di rumah atas nama Vallerie kini, selalu melontarkan kata – kata umpatan pada Dara.
“udah numpang, enggak tau malu, jangan- jangan ntar jadi pelakor”
Satu persatu cacian terlontarkan pada Dara. Namun, seorang Dara tak tinggal diam saat menerima sindiran dari Amanda itu.
“Daripada menyerah akan keadaan dan baru ngedapatin bg Levi pakai pelet” balas Dara
Selagi orang berdua itu tengah ribut, bibi yang naik ke kamar Vallerie dengan membawakan makanan dan susu untuk Vallerie. Seketika bibi berteriak sembari memanggil nama semua orang yang tinggal di rumah itu.
Teriakan bibi berbarengan dengan datang nya Levi bersama dengan Finley dan Amanda yang langsung berlari ke sumber suara, sedangkan Dara yang bersikap acuh saja tak memperdulikan kepanikan bibi.
Amanda,Levi dan Finley yang segera menyusul ke kamar Vallerie, melihat kamar itu kosong lagi seperti pagi tadi. Finley seperti mendapat firasat yang tak enak langsung memeriksa kamar mandi sementara yang lainnya sedang membahas kemana pergi nya Vallerie.
Finley keluar dari kamar mandi itu dengan mengendong vallerie yang sedang pingsan membuat semua nya panik. Tetapi ketika hendak membawa nya ke rumah sakit, Amanda menghalangi jalan Finley.
“gue takut nanti panik nya terjadi lagi kalau ia terbangun dalam keadaan terbaring di rumah sakit” kata Amanda menolak untuk setuju membawa Vallerie ke rumah sakit.
Finley yang menerti maksud Amanda itu, membaringkan Vallerie di tempat tidur nya dan Levi menghubungi Dokter keluarga Harris untuk datang memeriksa kondisi Vallerie.
Selagi menunggu dokter datang, Amanda dan bibi mengambil kan air panas untuk membersihkan wajah Vallerie. Sedangkan Finley dan Levi menjaga Vallerie sampai Dokter datang.
Sesampainya Dokter ke rumah itu, ia langsung di arahkan ke kamar Vallerie untuk memeriksa keaadan Vallerie yang masih tak sadarkan diri.
“Sepertinya, Vallerie terlalu banyak pikiran sehingga badan nya yang sudah lemah menjadi lebih melemah lagi” ujar Dokter
“jika terus seperti ini, akan ada kemungkinan mengalami depresi ringan” sambungnya
Setelah pemeriksaan itu, dokter hanya memberikan obat penghilang rasa sakit bila suatu saat Vallerie mengalami pusing lagi. Tetapi itu hanya saat di perlukan karena obat penghilang rasa sakit termasuk juga dalam narkotika, akan menyebabkan ketergantungan nantinya.
Dokter pun telah pergi meninggalkan rumah itu dan Finley juga sudah melewatkan sarapan, makan siangnya hanya demi menjaga Vallerie yang masih belum sadarkan diri. Tetapi Aneh nya Dara sedari pagi tidak menampakkan dirinya di hadapan Finley padahal biasanya ia tak terima bila Finley dekat- dekat dengan Vallerie.
“Dara enggak ada dikamarnya” kata Amanda yang baru masuk ke kamar Vallerie itu.
“barang – barangnya juga enggak ada Fin” sambung Levi kemudian
Ketika Finley terkejut karena saksi mata akan hilang bersama dengan bukti- bukti, handphone nya berbunyi dan itu adalah pesan Teks dari Yera.
Yera mengatakan ia ingin berbicara dengan Finley dan ia juga mengatakan ingin mengajak Dara juga untuk mengatakan hal penting ini.
Sebelum pergi, Finley menunjukkan pesan itu kepada Levi. Lalu Levi juga menawarkan diri untuk pergi bersama Finley secara diam- diam. Finley juga menitip pesan pada Amanda, untuk menjaga Vallerie sampai ia kembali.
Tak pemberlambat waktu, mereka berdua pun pergi menuju lokasi yang dikirimkan oleh Yera lewat pesan tersebut.
***
Sementara di tempat Yera yang ia sedang bersama dengan Dara. Namun, Dara tidak mengetahui Finley akan datang ke tempat itu juga.
“kenapa lo bawa koper gini?” tanya Yera
“Athalla bilang dia bakal nyelamatin gue” Dara berbisik pada Yera karena tempat itu sangat ramai
Yera yang merasa tertipu oleh semua perkataan Athalla, mulai tak senang mendengar perkataan Dara yang seperti sedang bergantung pada Athalla saat ini.
“nantikan aja, kejutan gue Dar” ucap Yera pelan
Finley berdiri tepat dihadapan Dara dan Yera sehingga membuat Dara merasa ingin melarikan diri
“Fin—Finley...”
“Tolong pegang nih orang erat-erat Fin” ujar Yera
Melihat wajah Yera yang sangat meyakinkan, membuat Finley mengikuti perkataan Yera untuk memegangi Dara. Mau tak mau Dara hanya bisa pasrah di buatnya karena percuma kalau ia melawan kekuataan Finley dengan kekuataannya yang bukan apa- apa bagi seorang Finley.
“Gue mau ngelurusin masalah ini dan lo harus berhenti mikir gue kaki tangan Athalla!” Yera lantang mengatakan itu di depan Finley
“Gue ke apartement lo waktu Vika ngikutin gue itu, gue pergi ke Apartement Athalla yang tepat di depan kamar Lo. Jujur emang gue sama Athalla berniat buat ngebunuh lo tapi gue mengurungkan niat dan gue enggak tau Athalla akhirnya melanjutkan rencananya”
“sementara Cewek ini (menunjuk Dara) Nipu Lo, karena Kaki tangan sebenarnya adalah Samuel, sahabat baik lo dan dia (Dara) hanya mengulur waktu agar Lo enggak ngejar Samuel”
Semua cerita itu Yera dapat karena ia berpura-pura menjadi komplotan awalnya tapi setelah di beri penjelasan bahkan Vika, sahabatnya sampai nanggis di depannya selama seharian penuh.
Finley pun yang mendengar itu, tak terima dengan perlakuan Dara padanya. Finley menatap Dara dengan sadis dan mempererat genggamannya sampai Dara mengeluarkan air mata saking kesakitannya.
“kalau bukan karena Vika, gue enggak bakal Sadar” kata Yera mengakhiri penjelasannya
“DASAR PENGKHIANAT” emosi Dara meluap setelah mendengar Yera memberitahu semua pada Finley
“jangan lo pikir gue ****, Gue tau lo juga nyuruh Athalla untuk datang kesini!” Yera menampar wajah Dara.
Dara masih menahan amarah nya sampai Athalla yang telah berjanji padanya untuk datang menyelamatkan dirinya itu, ia masih bersikap pura –pura lugu di depan Finley agar mendapatkan pengampunan dari Finley.
Semakin Dara membuat dirinya memiliki peluang . Yera semakin tak tahan pula melihatnya, sehingga ia pun
mengeluarkan kata-kata bulshit yang pernah di ucapkan Athalla padanya.
“Dulu setelah gue ngadu ke Athalla waktu Finley nuduh gue sebagai kaki tangan, ddi brengsek itu juga janji bakal ngelindungi gue. Tapi apa? Sampai gue di putusin Alfi dan di jauhi semua orang di kantor, Dia ngilang!” Yera mulai mengeluarkan Air matanya
Jantung Dara seakan berhenti mendengar cerita dari Yera, tapi ia tetap tegar dan merasa ia berbeda dengan
Yera karena ia mengetahui dimana tempat persembunyian Samuel. Lalu Yera melihat Athalla juga dari jendela kaca di sampingnya, dan semua perkiraan Yera ternyata benar, Athalla berbalik badan pasti karena ia telah melihat kehadiran Finley disana.
“cepat seret Dara keluar Fin, ATHALLA KABUR” Yera menekankan nama Athalla
Kali ini Finley percaya akan semua perkataan Yera, ia pun menyeret Dara untuk pergi melihat Athalla di depan
tempat itu.
Setibanya di depan, mereka pun benar melihat adanya Athalla di depan sana dan Dara pun merasa nyawa nya akan habis hari ini juga ketika melihat Athalla berlari menuju mobilnya yang terparkir lumayan jauh dari tempat itu.
“Fin, kejar....” Yera mulai geram dan menggantikan Finley memegangi Dara
Namun, Finley tetap berdiri disana tanpa bergerak sedikit pun karena ia merasa tak sia- sia mengiyakan permintaan Levi mengajaknya, karena Athalla baru saja melewati mobil Finley yang dimana ada Levi di dalam mobil itu.
Ketika Athalla melewati mobil itu, Levi tak kunjung keluar sehingga membuat Finley terkejut dan langsung berlari mengejar Athalla. Ketika berlari cukup jauh, Finley kehilangan jejak Athalla tetapi ia melihat mobil dengan tanda “song technology” sehingga membuatnya berlari ke arah mobil itu.
Athalla sempat membunyikan klakson panjang pada Finley yang menghentikan dengan berdiri didepan mobil itu untuk menghalangi jalannya.
Karena sudah cukup takut dan bergemetar, Athalla menancap gas nya dan tak perduli akan adanya Finley yang berada tepat didepan mobilnya.
Levi yang baru keluar dari kedai kopi sebelah tempat mereka tadi, melihat Finley berada didepan mobil Athalla yang tengah melaju ke arahnya.
“FIN, AWAS!” teriak Levi
I CAN’T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)
Jejak mu, semangat ku :)