
Ketika hendak berbalik badan untuk kembali masuk ke dalam gedung itu, Athalla terlebih dahulu melihat Vallerie yang kelihatan nya sedang ketakutan dengan wajah pucat nya.
“Val?”
Dengan wajah ketakutan itu Vallerie melihat ke arah Athalla dengan mencoba tenang. Athalla sedikit bingung sesaat tetapi ia langsung paham akan situasi yang terjadi.
Langkah kaki yang lebih panjang membuat Athalla dengan cepat dapat meraih tangan Vallerie, ia mencoba
tetap tenang dan mencoba pura – pura tak mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Vallerie terhadap nya.
Walau hanya sekilas Vallerie mendengar perbincangan Athalla di telefon itu tapi Vallerie telah mendengar bagian terpenting dari percakapan itu.
“apakah tak ada yang terjadi di dalam? Kenapa cepat sekali?” tanya Athalla santai
Vallerie hanya menggelengkan kepala untuk memberikan jawaban pada Athalla karena ia sudah tak bisa lagi menyembunyikan ketakutan nya pada Athalla , ia bahkan kini bergemetar melihat wajah pembunuh daddy nya berada tepat di depan nya, apalagi mereka kini hanya berdua di parkiran basemant.
Melihat Vallerie gemetaran seperti itu membuat Athalla tak tahan lagi melihat nya , kini walau ia mempunyai rasa sayang pada Vallerie tapi tak bisa melawan rasa takut akan perbuatan yang telah ia lakukan pada Daddy perempuan itu.
“ayo ikut gue”
Athalla menarik tangan Vallerie. Namun, Vallerie enggan bergerak dari tempat nya berdiri itu. Hal itu justru membuat athalla semakin gelisah dan juga cemas sebab ia juga tau kalau sebentar lagi waktu pulang kerja orang- orang di gedung itu.
Genggaman Athalla tanpa di sadari semakin kuat karena rasa takut nya mengalihkan situasi
“aww”
Vallerie secara tak sengaja menjerit lumayan keras. Dengan keberadaan mereka di parkiran basemant membuat suara Vallerie menjerit itu bergema dan semakin besar terdengar.
“ikut gue ke mobil dulu, gue mohon” bujuk Athalla
Vallerie yang sudah tak gemetaran lagi, bersusah payah berusaha menepis tangan Athalla yang sedari tadi mengenggam tangan nya.
“Sorry Val” ucap Athalla sekilas lalu kini kembali menarik Vallerie dengan paksa untuk masuk ke dalam mobil nya.
Tiba- tiba tangan Athalla yang tengah menarik tangan Vallerie itu di genggam lebih kuat lagi oleh Finley yang baru datang.
“Lo! Jangan sentuh istri gue!” ujar Finley yang baru turun dari mobil nya karena ia mendapat telefon dari pengacara Harris.
Athalla tak melepaskan genggaman nya tetapi melonggaran genggaman itu sehingga Vallerie dengan cepat
menjauhkan tangan nya lalu masuk ke dalam mobil Finley yang terparkir di dekat mereka.
Merasa seperti bunuh diri jika tetap berada di sana dan melawan Finley yang lebih kuat dari dirinya , Athalla pun berusaha melarikan diri dari tempat itu. Namun, kekuatan nya kurang kuat untuk melawan kekuatan Finley yang sedang menggenggam tangan nya sangat kuat.
“mending serahin diri lo karena lo hanya memperberat hukuman lo nantinya!” ancam Finley sembari menghempaskan tangan Athalla, selagi Athalla nya sedang lengah.
Layaknya rasa kesal,emosi dan marah Finley tercurah semua ke tangan nya membuat ia dapat menjatuhkan
Athalla ke lantai hanya dengan menghempaskan tangan nya saja.
Finley mengulangi perkataan nya tadi sekali lagi dan pergi begitu saja meninggalkan Athalla yang masih
terduduk di lantai basemant itu.
Di saat Finley telah melajukan mobil nya keluar dari parkiran basemant itu, baru lah cahaya senja menerangi mereka yang berada dalam mobil. Sekilas Finley menoleh ke arah Vallerie yang tengah menatap kosong ke arah jendela dengan tangan gemetaran.
Finley meraih jas nya dari jok belakang dan meletakkan nya di atas tubuh vallerie untuk menutupi tangan yang gemetaran itu.
Siapa sangka pemikiran Vallerie dapat berubah lagi, setelah ia melihat perilaku Finley terhadap nya membuat ia menghilangkan pemikiran nya tentang suami nya sebagai dalang dari pembunuhan itu bahkan ia juga berencana menyerahkan pesan misterius itu kepada polisi. Namun , kini ia marah pada Finley karena ada rahasia mengenai perusahaan yang tak boleh ia ketahui.
Mobil yang di kendarai Finley itu tak mengarah ke rumah Harris tetapi mengarah pada rumah baru mereka
yang berada di pinggir pantai, Finley merasa ketakutan Vallerie akan hilang ketika ia melihat pemandangan pantai kesukaannya.
Entah kenapa saat itu Vallerie langsung berjalan masuk ke dalam rumah itu dengan lemas dan kemudian duduk di kursi halaman belakang yang mengarah langsung ke arah pantai. Finley hanya bisa memperhatikan Vallerie dalam diam.
Setengah jam berlalu, barulah Finley membuka mulut pada akhirnya. Ia tak bertanya mengenai alasan Vallerie pergi mengunjungi pengacara Harris karena ia telah mengetahui semua keraguan yang di tanyakan vallerie kepada pengacara tetapi hal yang ingin ia tanyakan adalah mengapa Vallerie bisa berubah jadi takut pada Athalla.
Vallerie melihat ke arah Finley yang berada di belakang nya dan menatap dalam mata Finley seakan menyalurkan rasa takut juga cemas nya.
“aku dengar omongan dia di telefon”
Setelah mengucap kalimat itu tangan bahkan tubuh Vallerie ikut gemetar cukup hebat dan Finley dengan
sigap memeluk istri nya sangat erat.
“aku pastikan akan buat dia membusuk di penjara” bisik finley pelan
Cukup nyaman di dalam dekapan Finley, Vallerie pun tertidur.
I CAN’T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)
Jejak mu , semangat ku :)