I Can'T Control Myself

I Can'T Control Myself
ENEMY!



langit cerah menyambung pagi hari, semua orang melakukan aktivitas mereka masing-masing begitu pula dengan keadaan di Fgame technology yang dimana sebuah majalah hangat musim panas ini telah terbit dan menjadi berita besar bagi semua orang.


"benar-benar musim panas ya" ujar naufal dengan majalah di tangannya.


semua karyawan tidak melakukan aktivitas bekerja mereka, melainkan melakukan aktivitas bergosip sana-sini mengenai foto majalah yang berisikan cinta finley dan vallerie. egi,vika dan naufal pun kini ikut dalam gosip para karyawan mereka itu yang notabennya juga termasuk teman-teman mereka.


"bos finley memang paling top lah" ujar salah satu karyawan Fgame itu


sementara yera dan feren menampakkan muka tak senang mereka terhadap majalah yang terbit itu, semakin lama mereka semakin mendengar pujian dari para karyawan yang mengatakan kecantikan naturak yang dimiliki oleh vallerie.


"tunangannya bos emang cantik banget" salah satu pujian yang keluar dari mulut para karyawan


sahabat finley yang mendengar pujian itu, tersenyum memancarkan kebahagiaan mereka sedangkan yera dan feren menampakkan aura berbeda yang membuat wajah tak senang mereka berdua  tampak oleh yang lainnya.


"mantan dan gebetan gagal, kalah saing tuh" sorak dari para karyawan meledek yera dan feren.


dengan kesal nya yera meninggalkan tempat awal ia berdiri itu menuju ke dalam ruangannya, dan vika yang melihat yera itu menyusul masuk ke ruangan yera.


Dan didalam ruangan yera, vika hanya mengetuk pintu sekali lalu langsung saja membuka pintu itu, yera pun tak merasa terganggu sama sekali.


dengan spontan vika bertanya alasan yera pergi ke apart finley pada malam hari itu, yera yang mengira vika menyusulnya karena melihat mukanya sedang marah pasal majalah itu.


"gue lagi gak mau bahas apa-apa vik" yera mencari alasan agar vika tidak penasaran alasanya pergi ke apartement tempat finley tinggal itu.


"kalau lo anggap gue sahabat lo gak bakal buat gue nunggu sampai lo siap mau ceritain ini" jawab vika sambil keluar dari dari ruangan yera.


yera terdiam terpaku tetapi iwa jahat yang sudah tertanam dalam dirinya tak bisa ia lawan lagi, rasa ingin membuat vallerie merasa sakit hati semakin bergejolak di dalam pikirannya, sampai waktu bendera perang yera kibarkan ia akan berbaik hati dan memberikan waktu untuk vallerie berbahagia.


kembali ke luar, para karyawan yang sedang bergosip tadi termasuk egi dan naufal berhenti tertawa karena finley sudah berdiri di depan mereka.


"kalau gosip,potong gaji" ujar finley sambil melipat kedua tangannya di pinggang


"wah parah lo fal" egi melimpahkan semua kesalahan pada naufal sedangkan para karyawan yang lainnya sudah berada di meja mereka masing-masing.


naufal yang ingin melimpahkan lagi kesalahan itu kepada salah satu karyawan lain tiba-tiba terhenti karena ketika ia berbalik, semua orang sudah kembali sibuk dengan pekerjaan mereka.


finley menggelengkan kepalanya lalu berjalan masuk keruangannya dan naufal pun mulai memarahi egi dan semua orang yang ada disekitarnya. namun, tak ada yang perduli.


                                                                                         ***


Di rumah keluarga Harris, vallerie bersama dengan amanda sibuk memilih baju untuk acara pernikahan karena dipaksa juga oleh amanda.


"masih lama" ucap vallerie sedari tadi karena ia merasa risih dengan kesibukan yang tak pasti ini, dan sedari tadi pula amanda ngoceh bilang kalau tiga minggu itu bukanlah waktu yang lama.


Sampai malam pun tiba, seharian penuh mereka hiasi dengan belanja dan tanpa mengabari finley seharian penuh pula bahkan handphone vallerie pun tertinggal di rumah Dan handphone itu pun didalam kamar jadi tidak ada siapa-siapa yang bisa mendengar bunyi handphone itu.


sekitar pukul 9 malam, barulah vallerie sampai ke rumahnya.


"loh fin?" vallerie yang kaget melihat finley duduk di ruang tamu bersama dengan harris


harris dan finley melihat kearah vallerie yang berdiri di depan pintu dengan banyak belanjaan di kedua tangannya.


"darimana saja val? seharian gak dirumah?" finley bertanya mendahului harris yang ingin menanyakan pertanyaan itu


"tidak mengangkat telefon lagi" sambung harris sesudahnya


vallerie kemudian ikut duduk bersama dengan finley dan harris itu, ia duduk kemudian menunjukkan apa saja barang yang ia beli di mall tadi.


harris melihat berbagai macam barang yang berhubungan dengan pernikahan dan dengan peka nya harris menyuruh keduanya untuk membicarakan hal itu.


"apa ini?" tanya finley sedikit tak senang


vallerie kemudian merubah raut wajahya menjadi sangat kesal karena melihat raut wajah finley yang menunjukkan wajah tak senang.


"kamu maunya gimana?" ketus vallerie pada finley


finley hanya diam tak mengerti apa yang dimaksud vallerie itu dan vallerie yang melihat finley hanya diam, pergi kembali ke kamarnya tanpa membawa barang belanjaannya tadi.


"lah kok pergi? aku benaran gak paham lo" ucap finley sedikit berteriak


"aduh den finley, itu semua barang pernikahan loh" bibi yang baru saja lewat yang menjawab pertanyaan


"aah" finley kini mengerti mengapa vallerie marah kepadanya. ia membawa semua barang belanjaan vallerie tadi naik ke atas kamar vallerie sambil berniat untuk meluruskan kesalahpahaman tadi.


saat finley masuk ke dalam kamar vallerie itu tanpa mengetuk terlebih dahulu, ternyata di dalam finley melihat vallerie sedang melakukan panggilan video dengan athalla, yang saat itu vallerie tak sadar finley masuk ke dalam kamarnya karena tidak ada suara langkah kaki sama sekali dan vallerie pun juga menghadap keluar jendela.


 


 


 


I CAN'T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa


jejak mu adalah semangat dan motivasi ku :)