
Tak terasa seminggu berlalu terasa singkat, semua kembali bekerja sesuai hobi mereka. Dimana Finley kini menjadi CEO perusahaan terbesar di seoul (Harris Groups) sementara Egi yang tetap ingin memimpin para karyawan Fgame, tetap berada di perusahaan itu sebagai seorang CEO dengan Vika sebagai wakil CEO nya, Naufal yang juga ikut bersama Finley ke Harris Groups tetap setia dengan pekerjaannya sebagai sekretaris Finley.
Vallerie mendapat banyak panggilan dari berbagai agensi model terkenal di Seoul semenjak ia dan Finley tertanggap kamera reporter kemarin di taman seoul dengan wajah yang sudah kembali ceria seperti dulu.
Sementara itu, Atas kesaksian Dara dan rekaman CCTV saat Athalla mencoba menabrak Finley waktu itu. Membantu mereka untuk menjadikan Athalla sebagai buronan polisi bersama dengan Samuel yang tertuding sebagai kaki tangan pembunuh juga melarikan harta milik orang lain.
Kesalahan fatal yang dilakukan Athalla itu membuat saham Song Technology secara keseluruhan hilang dan
menyebabkan kebangkrutan. Bukan hanya itu, Micho yang harus menanggung semua itu kini tidak tau berbuat apa selain mempertahankan anak cabang Song Technology di busan.
Dan Yera berhenti dari pekerjaannya sebagai manager di Fgame meski semua orang telah memaafkan
kesalahannya tapi ia tetap merasa bersalah akan kesalahan yang fatal saat mengenalkan Dara dan Samuel pada Athalla saat itu.
Hal yang paling disukai Vallerie adalah Jam kerja Finley kini menjadi lebih sedikit, hanya dari pukul 8 pagi
sampai 7 malam dan Vallerie telah biasa dengan jam kerja yang tetap seperti saat ia sering menunggu Daddy nya.
Di hari minggu mereka sering mengunjungi rumah Syam untuk tidur dan makan bersama di rumah itu.
“kalian masih tetap gila kerja? Tidak ada hal lain?” tanya Syam
“Aku tau pertanyaan ini menjurus kemana nih” jawab Finley
Vallerie pun juga mengerti akan pertanyaan mertuanya itu, dan membuatnya merasa malu- malu berada di depan Finley dan Syam itu.
“Dari pipi merahnya Vallerie, Papi paham kalian ngerti”
Finley pun tak dapat menahan ketawanya lagi, begitu pula dengan Vallerie yang menunduk sembari terkekeh dan memegangi kedua pipinya.
Di tengah-tengah kehangatan keluarga itu, seseorang datang dengan memencet bel berulang-ulang kali secara cepat dan tak sabaran. Pembantu rumah tangga Syam membukakan pintu dengan kesal dan seketika terkejut setelahnya.
Orang itu menerobos masuk ke dalam rumah itu dan langsung menghampiri keluarga kecil yang tengah duduk santai di ruang tamu.
“Mas” ujarnya
Seketika wajah Finley berubah menjadi sinis,sedangkan Vallerie dengan muka bertanya-tanya saat melihat orang itu yang seketika bersujud di lantai tepat dihadapan Syam yang sedang duduk di kursi itu juga terlihat sangat bingung.
“tolong bantu aku, lari dari Micho”
Orang yang tengah bersujud itu adalah Song eun, mantan istrinya Syam dan juga Ibu tiri Athalla. Syam belum
melontarkan satu patah kata pun tetapi bel rumah mereka berbunyi lagi dan juga sama tak sabarannya seperti yang dilakukan Song eun tadi.
Finley yang sudah muak melihat muka ibunya dan malah semakin muak setelah melihat tindakannya itu, langsung membuka pintu karena ia yakin itu adalah Micho.
“Jangan fin” ucap Song eun sembari memeganggi tangan Finley
Namun, Finley sama sekali tak mendengarkannya. Ia bahkan menghempaskan tangan yang sedang menahan tangannya itu sehingga membuat Song eun juga tersunggkur karena tak bisa menahan keseimbangan saat sedang bersujud.
Finley yang tak perduli akan hal yang baru saja ia lakukan itu, berjalan cepat untuk pergi membukakan pintu.
“Mana ****** itu!” ucap Micho yang berada di depan pintu
Dengan sikap tak sabarannya itu, Micho juga berjalan melewati Finley dan memasuki rumah Syam langsung mengarah ke ruang tamu.
“Jika semua yang aku inginkan tak ku dapatkan, lebih baik kita semua mati bersama disini”
Micho mengancam sembari duduk di kursi dekat Vallerie dan mengeluarkan sebuah pisau dari saku jas nya. Saat ia mulai bergeser mendekati Vallerie dengan pisau di tanganya,Finley tak tinggal diam melihat itu.
“Pantas saja anaknya buronan, Bapaknya juga pscyopact” kata Finley ketus sembari menarik tangan Vallerie ke
belakang tubuhnya.
“Saya akan transferkan 50% saham Fgame untuk cabang perusahaan Song Technology di busan itu, jadi tolong bawa anak anda itu untuk menyerahkan diri ke polisi dan TOLONG bawa ini orang pergi bersama keluarga busuk kalian itu! Karena hanya ada Vallerie satu saja wanita di rumah kami!” kencam Finley tak segan- segan menunjukkan Micho dan Song eun secara bergantian.
Micho menanggapi perkataan Finley itu dengan Tertawa jahat, ia pun juga memberitahu bahwa manusia bisa sangat kejam dan tak berperasaan saat tak bisa memiliki apa yang ia inginkan. Micho juga tak terima atas pemberian Saham dari Finley karena ia merasa pergi kesini bukan untuk mengemis saham juga ia tak ingin berada di kota kecil dengan perusahaan kecil.
Vallerie yang tak terima langsung mendengarkan ucapan Micho itu langsung menyela perkataannya dan keluar dari belakang tubuh Finley.
“Bagaimana Ayah dari seorang pembunuh menjadi pemilik perusahaan korban!” Vallerie menjawab dengan nada tinggi
Micho bergaya seperti hendak melemparkan pisau yang ada di tangannya ke arah Vallerie itu membuat Vallerie kembali ke belakang tubuh Finley dan Micho pun kembali tertawa jahat di buatnya.
Finley yang hendak melontarkan kata – kata kasar tadinya, seketika berhenti ketikaa hal yang tak terduga
terjadi pada Syam yang mendahului Finley untuk berbicara. Hal itu di sebut tak terduga karena Syam tak hanya melontarkan kata saja, ia juga menodongkan pistolnya secara tiba-tiba ke arah Micho.
“Saya lebih baik kehilangan dia daripada harus kehilangan sahabat baik saya”
Syam mengatakan lebih baik kehilangan Song Eun daripada kehilangan Harris, sahabat baiknya. Itulah mengapa ia menodongkan pistol pada Micho selaku orang tua dari pembunuh Sahabatnya.
“Anda lupa saya adalah Pasukan Khusus saat Wajib Militer beberapa tahun lalu?” sambung Syam kemudian.
Syam,Harris dan Micho melakukan wajib militer bersama- sama semasa mereka muda dulu dan hanya Syam diantara mereka yang berhasil masuk ke dalam pasukan khusus sedangakan Micho berada di pangkat terendah dari yang lainnya. Itu sebabnya Syam memperlakukannya Micho seperti saat itu.
Seketika Song Eun juga ikut pemojokkan Micho yang berada disana, sampai akhirnya Song Eun tak bisa lagi
menyembunyikan hal penting.
“Micho yang menyembunyikan keberadaan Athalla!” ucapnya cepat tetapi jelas di dengar
Semua mata – mata dengki melayang pada Micho, seperti masuk ke kandang harimau Micho mulai merasakan depresi yang cukup kuat karena mendengar banyak kata umpatan dari Finley ditambah dengan pengkhianatan istrinya sendiri tepat di hadapan matanya.
“Dasar kau ******!” teriak Micho
Saking frustasinya Micho hampir melayangkan pisau itu ke arah Song eung tapi untungnya Syam mendorong tangan Micho sehingga membuat pisau di tangannya terjatuh. Karena semua yang ia lakukan di sana tak membuahkan hasil.
“Arghhhh”
Emosi yang sangat meluap itu membuat serangan jantung Micho kumat lagi, sehingga ia tersungkur dan jatuh ke lantai di depan hadapan Syam. Mereka sempat membiarkan Micho tergeletak di lantai beberapa menit sampai akhirnya Finley sadar karena hanya Micho kunci dari jawaban atas keberadaan anaknya, Athalla.
Finley yang meminta Papinya menyiapkan mobil untuk membawa Micho ke rumah sakit, dan ia berusaha mengendong Micho menuju mobil dengan sedikit bantuan dari Vallerie dan Song Eun disana.
Beberapa saat kemudian,
“Tolong pasien serangan jantung” ujar Finley setelah sampai di depan rumah sakit
Perawat dan dokter yang dengan sigap menghampiri dan membawa Micho untuk menuju ruang gawat darurat, lalu mereka bertiga menunggu di depan ruangan.
Sembari menunggu, ada perawat yang keluar ruangan itu dengan membawa barang- barang milik Micho yang dimana di antara barang- barang itu ada Handphone. Karena hanya ada Song eun sebagai wali pasien, perawat pun memberikan barang – barang itu padanya.
Melihat Song eun sudah memegang barang – barang itu, Finley langsung berjalan mendekatinya dan mengambil paksa Handphone dari tangan Song Eun.
“Finley”
“Apa? Ada apa?”
Finley yang melihat Song Eun dengan melotot ke arah ibunya itu, membuat Song Eun tak bisa berbicara apa-apa lagi, ia hanya menatap balik Finley yang melotot itu dengan mata sendu.
Tak lama setelah itu, Finley pergi meninggalkan mereka yang disana dengan membawa ponsel milik Micho itu. Di saat Finley pergi, Vallerie pergi mendekati Song Eun sebab ia berpikir setidaknya Song eun adalah Dosen nya dulu dan terlebih lagi ia adalah Wanita yang telah melahirkan Finley ke dunia ini. Melihat Vallerie yang berjalan ke arahnya tanpa terpaksa membuat Song Eun mengeluarkan air matanya.
Vallerie memegang kedua tangan Song Eun yang sedang menangis itu, ia juga meminjamkan pundaknya agar membuat Song Eun tenang.
Syam yang melihat perlakuan Vallerie itu, mengusap kepala Vallerie sembari tersenyum.
“kamu memang sangat mirip dengan Mommy mu val” ucap Syam pelan
I CAN’T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)
Jejak mu, semangat ku :)