
Semua acara telah selesai, kini keluarga tengah sibuk membenahi sisa-sisa acara meski banyak yang sudah membantu.
Sementara finley yang kelupaan memindahkan barang-barangnya ke rumah baru mereka, tanpa sepengetahuan vallerie juga. Finley berencana untuk memberikan rumah itu sebagai hadiah pernikahan untuk istrinya kini.
Rencana finley akan langsung dilakukan nya besok pagi sekali, karena hari ini yang ia lihat vallerie sangat kelelahan, bahkan rencana malampertama yang telah di rancang finley gagal sebab vallerie telah ketiduran di atas sofa ruang tamu.
“sabar ya fin” ujar harris menggoda menantunya yang sedang berdiri memandangi nyenyaknya tidur vallerie di atas sofa.
“hahaha iya dad, finley pindahi val ke kamar dulu” ujar finley dengan tertawa kecil
Finley pun memindahkan vallerie ke atas, menuju kamar vallerie dilantai 2.
Harris yang juga sudah memasuki kamarnya, mendapat sebuah firasat lagi bahkan terbawa kedalam mimpinya.
Hari ini pukul 2 dini hari, harris kembali terbangun seperti kemarin karena mimpi anehitu datang lagi pada tidurnya malam itu. Mimpi itu aneh tetapi terasa nyata seperti halnya akan menjadi sebuah kenyataan, entah
itu hari ini atau besok.
Malam yang terlalu dini untuk bangun tersebut, membuat harris memaksakan dirinya untuk kembali tidur setelah mencuci muka dan berdoa.
Enam jam pun berlalu, vallerie yang sudah terbangun melihat finley tertidur disampingnya sembari memegang tangannya erat.
“aduhh, gue ketiduran ya semalam” guman vallerie
“udah gak usah merasa bersalah” finley menjawab dengan mata yang tiba-tiba terbuka
“ehh?”
Finley sekilas melihat jam di ponsel nya telah menunjukkan pukul 7 pagi dan ia pun teringat akan sesuatu yang telah di rencanakan, finley pun langsung menyuruh vallerie bergegas mandi dan berpakaian bagus karena ia akan membawanya kesuatu tempat pagi ini juga.
Tak di perbolehkan bertanya oleh finley, vallerie pun hanya mengikuti kemauan finley yang menyuruhnya sedikit bergegas.
Selang beberapa menit saja, vallerie telah selesai bersiap. Begitu pula dengan finley. Dirumah yang besar itu terlihat masih sangat sepi karena syam dan harris juga masih belum bangun, dan bibi juga sedang mengambil
cuti sebulan jadi rumah tampak sangat sepi.
Finley melajukan mobilnya kearah pantai selatan di pertengahan kampus vallerie dan juga kantornya. Hal itu membuat vallerie berpikir finley mengajaknya ke pantai, tempat kesukaannya. di pagi hari ini berduaan
saja.
Namun, mobil finley memasuki sebuah jalan kecil dan barulah ia memberhentikan mobilnya di sebuah rumah cukup besar dengan jarak 500km saja dari gerbang depan di jalan kecil yang di hiasi bunga-bunga di sepanjang jalannya.
Finley turun dari mobil terlebih dahulu sebab ia ingin membukakan pintu vallerie.
“ini kado pernikahan dari aku” finley mengatakan itu setelah vallerie keluar dari mobil
“Fin?” vallerie tak menyangka akan hal itu.
“masih ada satu lagi” ujar finley dengan menggandeng tangan vallerie memasuki rumah baru mereka tersebut.
Pemikiran vallerrie masih belum mengetahui kejutan kedua yang akan diberikan pada finley sampai finley berhenti di depan kamar tidur mereka.
“coba buka tirainya” suruh finley yang duduk diatas kasur
Vallerie pun membuka tirai jendela kamar mereka secara perlahan.
“Fin” teriak bahagianya
Dari arah jendela besar dikamar mereka itu, terlihat langsung pemandangan indah pantai yang tepat berada di belakang samping rumah baru mereka itu.
Saking senangnya melihat pemandangan pantai kesukaannya, vallerie pun berlari kepelukana finley yang tengah berada di atas kasur.
“hp ku mana? Mau foto” ujar vallerie dipelukan finley itu
“aku gak tau” jawab finley “handphone ku juga mana ya” sambungnya
Karena mereka pergi terburu-buru membuat kedua handphone mereka tinggal dirumah daddy harris.
Tiba-tiba vallerie juga merasakan sesuatu yang aneh, firasat aneh juga terasa olehnya. Hal itu membuat vallerie bergegas menyuruh finley untuk membawanya kembali kerumah.
***
Bertepatan Saat vallerie dan finley sedang dalam perjalanan menuju rumah baru mereka itu, harris mendapatkan telefon dari seseorang yang mengatakan bahwa makam istrinya (mommy vallerie) telah di bongkar dan kini sedang hancur dan fotonya bertebaran dimana-mana.
Mendengar satu kalimat itu saja, membuat harris terkejut dan teringat jikalau hari peringatan kematian isitrinya tepat di hari besok.
Harris yang terburu mencari vallerie ke atas kamarnya untuk memberikan berita besar yang mengharukan ini tetapi hasilnya nihil, kamar vallerie tampak kosong.
Saat itu entah mengapa harris berpikiran untuk pergi melihat vallerie ke apartement milik finley, ia berpikir kalau mereka berdua pergi kembali ke apartement untuk mengambil baju dan barang barang finley lainnya.
Perjalanan menuju ke apartement itu sangat mudah karena tak ada macet di pagi hari itu, dan firasat buruk yang dirasakan harris muncul lagi, setelah ia melangkah menuu lorong kamar finley.
Tak tau mengapa harris memutuskan untuk memakai masker hitam , menutupi wajahnya dan mulai memencet bel kamr apartement finley tersebut. Karena pintu tak kunjung terbuka harris memutuskan untuk membuka sendiri pintu itu sebab ia pun juga mengetahui kode sandi pintu finley.
Saat pintu terbuka, harris melihat langsung seseorang yang tengah duduk di atas sofa. Namun, bentuk tubuh tersebut tidak seperti finley.
Ketika harris sudah membalikkan badan nya karena mendapat firasat buruk itu, ketika telah berhasil menghadap kearah pintu, sebuah benda tajam telah berhasil tertancap di tubuhnya.
I CAN'T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)
jejak mu, semangat ku :)