
Hari ini langit cerah mendukung aktivitas yang terjadi di siang hari itu, menambah semangat dalam suasana yang tengah dilakukan oleh finley,Egi dan vika meski di hati mereka kini sedang deg-degan menunggu giliran nama mereka terpanggil untuk menuju ruang sidang di kampus University IT Seoul.
tak menunggu lama, egi yang sudah menghadapi sidangnya diikuti dengan vika setelahnya. kini mereka berdua menunggu giliran finley yang terpanggil.
"fokus ke sidangnya dulu kali" egi mengatakan itu karena melihat tingkah finley yang dari tadi melihat ke sekeliling
"sidang kali ini menentukan masa depan pernikahan gue juga" jawab finley yang masih saja melihat ke sekelilingnya
Tepat setelah kalimat itu terlontar dari mulut finley, bukan vallerie yang datang tetapi nama finley yang terpanggil untuk memasuki ruang sidang.
Setelah mendapat semangat dari egi dan vika, finley pun berdoa dan masuk ke dalam ruangan itu.
“bego banget ya, kok gatau sih gue dibelakangnya. Malah ngelihatin depan terus lagi” ucap vallerie yang menghampiri Egi dan Vika disana.
“salah lu lah val, datang bukan dari arah parkiran yang ada di gerbang depan” jawab vika
Sebenarnya vallerie sudah datang dari arah parkiran utama, di dekat gerbang depan juga. Tetapi ia lebih dahulu datang dari orang-orang yang mempunyai jadwal sidang pada hari itu, bahkan Egi dan vika pun tak tau atas kebenaran itu.
Sembari menunggu finley selesai sidang, vallerie sudah menunggu tunangan nya itu di depan pintu ditemani dengan sebuah bunga berukuran sangat kecil atau bisa dibilang setangkai saja haha, karena finley orang yang sangat- sangat tak menyukai bunga apapun itu.
“pegel gue” ucap vallerie yang menyerah menunggu dan ia lebih memilih untuk duduk di kursi-kursi samping pintu ruangan itu.
Seakan hal romantis yang telah di impikan oleh vallerie seperti adegan di drama- drama korea yang sering ia tonton gagal sebab saat finley keluar ddari ruangan itu, bukan vallerie yang tepat berada di depan nya tetapi Samuel dan Egi.
“lah lu berdua, gue kira siapa” ujar finley kesel
Mendengar kalimat finley, Egi menunjuk kearah vallerie yang duduk di kursi samping ia berdiri yang sedang menatap kearahnya.
“katanya enggak bakal datang”
“kamu yakin aku gak bakal datang tapi masih nyariin dan ngelihat ke sekeliling tanpa mikirin soal sidang di dalam” jawab vallerie sembari menyodorkan setangkai bunga di tangannya.
Bukan menjawab, finley hanya langsung memeluk vallerie yang kini berada di depannya tanpa mengambil setangkai bunga itu. Finley merasakan bahwa saat ia sibuk mencari keberadaan vallerie tadi ternyata vallerie sudah berada di dekatnya.
Sebelum wanita itu datang menghampiri semuanya, finley sudah mendapat sebuah firasat mengenai hal itu akan terjadi dan akan membuat vallerie dan samuel salah paham.
“kita pergi sekarang” bisik finley di telinga vallerie dan lalu membawanya pergi ke arah parkiran tanpa pemberitahuan apapun.
Melihat finley yang pergi bersama vallerie, kekasih samuel itu datang menghampiri samuel yang sedang berkumpul bersama Egi dan Vika.
“Dara?” vika kaget melihat sosok wanita yang selama ini tak kunjung terlihat
Dengan rasa penasaran dari kedua temannya, samuel pun angkat bicara pasal Dara yang selama ini sebenarnya tidak berada di luar negeri.
“cerita yang jelas anjirr” ucap Egi
“oke! Gue selama ini kuliah di Seoul University bukan di luar negeri seperti yang selama ini kalian ketahui” sambung dara memberi penjelasan
“kampus vallerie?” tanya vika lebih tak percaya lagi akan hal yang di dengarnya
Dara pun mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan Vika.
Sementara mereka bingung atas skenario yang tengah di mainkan oleh samuel dan kekasihnya itu. Finley kini berada disebuah restaurant mewah, lumayan jauh dari kampusnya bersama dengan vallerie.
“kamu kenapa? Mukanya keringetan gitu” ujar vallerie sambil mengulurkan tisu pada finley
“hah? Gapapa hehe” finley terkekeh namun seperti dipaksa
“hari ini cukup habiskan waktu sama aku aja tanpa ada orang lain lagi diantara kita” kata finley lagi
Vallerie yang berpikir sikap finley seperti itu karena ia ingin berdua setelah sidangnya selesai dan wajahnya yang khawatir memikirkan kesuksesan dalam sidangnya itu.
Hari itu mereka habiskan berdua saja tetapi dengan masing-masing pemikiran mereka.
I CAN’T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa