
vallerie belum merasakan adanya finley di belakangnya karena finley yang masuk pun tidak bersuara sedikit pun bahkan langkah kakinya pun tak terdengar sama sekali padahal suasana di rumah itu saat malam hari sangatlah hening.
hanya sekedar tau saja, siapa yang di ada di panggilan video itu, finley langsung mengambil alih handphone yang sedang vallerie pegang itu dan dengan tenaga, finley melempar handphone itu ke lantai.
"fin! apaan sih!" vallerie bentak finley sambil pergi melihat handphonenya di lantai kamar itu.
"sumpah gue males berantem" jawab finley yang sudah Lelah seharian bekerja ditambah sikap vallerie yang mood nya suka berubah-ubah.
vallerie yang tadinya sibuk menghidupkan handphone nya itu seketika diam dan menghadap ke finley yang berdiri di sampingnya. tanpa berkata vallerei hanya berusaha menarik finley keluar dari kamarnya walau ia tau perbandingan tenaga mereka berbeda jauh tapi karena finley yang juga tak ingin berantem hari itu, memutuskan untuk kembali ke apartementnya. tanpa harus vallerie Tarik juga, finley sudah berniat untuk keluar dengan sendirinya.
melihat finley sudah keluar dari kamarnya vallerie kembali sibuk menghidupkan handphone nya itu tetapi nihil, handphone itu tak dapat hidup lagi.
"daripada kesal,mending tidur" ujar vallerie pada dirinya sendiri
sementara vallerie sudah bersiap untuk tidur, sekitar satu jam setelah itu finley sampai ke apartementnya. finley membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menuju apartement nya karena ia melajukan mobilnya dengan sangat pelan dan hati-hati.
saat hendak membuka pintu apartement nya, finley terhenti karena ia tersadar lupa akan sesuatu yang hendak dibelinya. finley pun tak jadi membuka pintu apartement nya itu dan pergi kembali keluar menuju parkiran mobilnya.
sesampainya finley di tempat tujuannya yaitu IBOX, sebelum masuk ia melihat sosok orang yang ia kenal sedang duduk di kafe sebelah ibox itu, finley yang berniat mendekat untuk memastikan kedua orang itu,menggurungkan niatnya karena dua orang itu adalah Yera dan Alfi.
sementara finley yang berada di ibox, yera dan alfi ternyata sedang membicarakan rencana yang disusun untuk menghancurkan hidup finley tetapi yera tidak membahas mengenai rencananya untuk mmebuat vallerie merasa sakit hati, yera hanya berani membongkar rencana athalla pada alfi, orang yang ia cintai sampai detik ini.
karena ketidak perduliannya finley itu, ia tak dapat mengetahui satu informasi penting yang menyangkut nyawanya itu. finley hanya dating lalu pergi tanpa mengahmpiri atau sekedar menyapa yera dan alfi yang berada didekat tempatnya berada itu.
***
keesokkan harinya, di Fgame technology finley sedang berada di ruangan, sibuk mengerjakan bahan untuk meetingnya besok hari di luar kota.
vika masuk keruangan finley itu untuk memberikan sebuah berkas dan saat hendak berbalik keluar ruangan finley, vika kembali berbalik ke arah finley karena ia teringat kalau vallerie mengajaknya untuk bertemu di sebuah kafe sembari meminta bantuan vika memilihkan design yang cocok untuk undangan pernikahan nya. namun, vallerie dari pagi tak ada kabar dan tak bias dihubungi juga.
"eh fin, vallerie kemana ya, gak bias gue hubungi nih" tanya vika pada finley yang sedang sibuk dengan komputernya itu.
"oh iyaa" jawab finley seketika berhenti mengetik dan meminta vika menyuruh naufal keruangannya sekarang juga.
vika yang belum mendapat jawaban atas pertanyaannya barusan itu langsung pergi keluar untuk memanggil naufal sesuai permintaan finley tadi.
naufal yang baru masuk ke dalam ruangan finley, langsung mendapat tugas melanjutkan bahan untuk meeting besok yang telah di buat oleh finley tadi sebab finley akan pergi kerumah vallerie untuk memberikan handphone baru untuk menggantikan handphone yang ia lempar kemarin malam.
finley melajukan mobilnya menuju ke rumah harris, seharusnya ia memberikan handphone itu pagi tadi sembari pergi menuju kantor tetapi ia lupa karena tengah sibuk mempersiapkan bahan meeting di luar kota besok hari.
hanya memerlukan waktu beberapa menit saja, finley sudah sampai di rumah harris untuk bertemu dengan vallerie. namun, setibanya finley disana bersamaan dengan keluarnya athalla dari rumah itu dengan vallerie yang mengantar athalla sampai di depan pintu. tak terima dengan apa yang ia lihat itu, finley tak menggurungkan niat nya untuk memberikan handphone itu.
finley menatap tajam ke arah athalla yang kini berada tepat di sampingnya dan tangan finley yang memberikan kantong handphone itu kepada vallerie.
"kemarin gue kira vallerie kenapa tiba-tiba matiin panggilannya, mangkanya gue kesini memastikan" ucap athalla memberikan penjelasan pada finley dan diakhiri dengan sebuah senyuman.
"udah kan? balik deh kerumah masing-masing, btw makasih" ujar vallerie pada finley dan athalla sembari berterima kasih akan handphone barunya.
vallerie menutup pintu rumahnya langsung karena sedang malas berurusan dengan finley di siang hari yang panas itu,
athalla juga pergi begitu saja meninggalkan finley sendiri, berdiri di depan pintu rumah harris itu.
"apa ini bagian dari rencana lo?" tanya finley pada dirinya sendiri yang lalu ikut pergi dari sana.
selama berpikir tentang athalla yang tiba-tiba berubah hamper 99% dari biasanya itu, finley kembali ke kantornya untuk mengerjakan bahan meeting sementara ia lupa memberitahu vallerie kalau besok ia akan pergi ke luar kota untuk meeting itu.
setibanya di kantor barulah finley ingat kalau ia belum memberitahu vallerie kalau ia akan pergi besok, hendak mengambil handphone yang tertinggal di ruangannya, finley berpapasan dengan yera.
"eh, selamat atas bersatunya lo dengan si brengsek dari kantor sebelah (maksudnya Song Technology)" ujar finley reflek saat berpapasan dengan yera
"maksud lo apa?" tanya yera awalnya tak tau
"Alfi?" ucap finley singkat
"lo? tadi malam?"
"gak usah kaget gitu, gue tau kok lo tadi malam berdua sama dia di kafe" jawba finley santai
"lo gak dengar kan?" tanya yera ragu karena takut finley mendengar pembahasannya kemarin malam dengan alfi itu.
finley menggelengkan kepala nya santai dan masuk ke dalam ruangannya begitu saja, tanpa bertanya apa -apa lagi pada yera bahkan finley tak curiga sedikit pun membuat para pembaca geram (hehe)
I CANT CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa