
Masih menempati tempat tidur, vallerie dan finley bukannya berburu dengan acara pernikahan mereka malah bermalas-malasan ditempat tidur, padahal keduanya sudah bangun sedari pukul 6 tadi.
Diatas ranjang, mata saling tatap membuat jantung berdebar kencang. Finley mengalihkan pandangan matanya ke arah bibir vallerie sembari mendekatkan wajahnya perlahan.
Trittt.trittt.
Kegiataan finley terhenti setelah mendengar handphone yang terus berdering
“hufttt” sedikit kesal finley mengangkat telefonnya
“BURUAN FIN!” teriak seseorang dari dalam handphone tersebut
Finley Hendak ingin menjawab, tapi keduluan orang itu mematikan telefonnnya. Vallerie tertawa melihatnya sebab orang yang menelefon itu adalah Syam, papi finley sendiri.
Kini finley pun mulai hendak naik tidur kembali tetapi dihentikan oleh vallerie yang mengajaknya untuk pergi mandi.
Dengan matanya terbuka lebar “berdua?” kata finley
“kamu duluan baru aku” jawab vallerie sembari menarik tangan finley menuju kamar mandi
“huh” sedikit berguman saja, tanpa mengatakan kalimat apapun sembari memasuki kamar mandi untuk melaksanakan ritual mandi.
Setelah selang beberapa menit saja finley keluar dari kamar mandi, langsung disambung oleh vallerie yang menunggu giliran mandi sejak beberapa menit lalu.
Sampai pada pukul 07.00 mereka berdua bersiap untuk menuju gedung pernikahan. Sebelum itu mereka berdua tak lupa berpisah dulu untuk menghias diri masing-masing.
***
Acara pun dimulai tepat pada hari sabtu ini pukul 10.00 hingga selesai.
Vallerie dan Finley pun telah berdandam rapi, duduk sembari melihat para tamu undangan berdatangan.
Selama acara, banyak wajah yang tak terlihat oleh keduanya. Orang – orang itu benar tak datang meski telah diundang, terlebih lagi Athalla yang selama ini vallerie kira sudah menjadi sahabatnya meski persahabatan
mereka ditentang oleh Finley.
Pernikahan yang dilaksanakan terbuka itu, membuat para reporter juga berdatangan di perkarangan gedung itu layaknya mencari berita di pernikahan artis terkenal.
Setelah finley menganggukkan kepala, acara resmi pun segera berlangsung. Finley yang mengucap janji sehidup semati kepada vallerie terlebih dahulu, dan kemudian bergantian dengan vallerie yang mengucapkannya.
Semua tamu berteriak “cium –cium” sembari bersorak dan suara naufal juga amanda terdengar paling keras dari semuanya.
Para pasangan kini saling tatap sampai akhirnya finley mengecup dahi vallerie begitu lama, membuat para tamu terutama sahabat dekat bersorak riuh di tengah-tengah kecupan hangat itu.
Lima menit berakhir, kini amanda mulai riuh lagi pasal pelemparan bunga. Namun, kali ini vika juga ikut riuh bersama dengan Egi karena mereka keduluan oleh pasangan baru tersebut.
Vallerie sedikit tersenyum, berbalik dan melempar bunga sambil menutup matanya.
“yeaaaay” kini sorakan Egi lebih keras sementara amanda diam.
Sebab bunga itu jatuh bukan ketangan amanda ataupun vika, bunga itu melayang ke tangan Egi membuat para orang tua (kerabat harris dan syam) termasuk harris dan syam sendiri, ikut tertawa kecil melihat tingkah Egi yang tak melambangkan seorang wakil CEO.
Semua acara resmi telah selesai dilaksanakan, kini acara makan-makan berlangsung, disambung oleh salam-salam kepada pengantin baru kemudian barulah acara selesai.
“gila dadakan cuy” ujar amanda pada levi di sampingnya
“bukan lu yang nikah juga” sambar naufal dengan nada bete.
“dasar jomblo” ledek amanda sembari mengandeng tangan levi menjauh.
(sekian masalah pernikahan, karena aku tak tau alur cerita pernikahan kek mana wkwk,langsung sambung bab berikut yaa ;) )
I CAN'T CONTROL MY SELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)
jejak mu semangat ku :)