
Diperjalanan kembali menuju rumah sakit, Levi mendapatkan telefon dari papinya finley karena finley tak membawa handdphone nya. Syam mengatakan vallerie tak berada lagi dikasurnya bahkan di tempat terakhir daddynya juga tak ada.
“vallerie hilang?” ujar levi pada finley yang sedang menyetir
“Apa?” sontak finley dengan nada keras
Levi mengatakan telefon itu berasal dari papinya, membuat finley semakin menancap gas mobil tersebut.
Dengan kecepatan mobil yang diatas rata-rata, waktu perjalanan menuju rumah sakit tidaklah banyak.
Seperti yang dilakukan finley dikantor athalla tadi. Ia langsung turun tanpa mematikan mesin mobilnya dan bahkan meninggalkan levi di dalam mobil itu sendirian lagi.
Saat hendak menuju ruangan vallerie pingsan tadi, langkah finley terhenti karena ia menemukan perempuan jongkok dengan menutupi seluruh wajahnya tetapi terdengar suara sedang menangis. Yap, perempuan itu menangis di sudut ruangan sebelah lobby dekat tangga darurat, seorang diri.
“vallerie?” seketika nama itu yang disebut finley saat berjalan mendekati perempuan itu
Mendengar suara finley, perempuan itu seketika berdiri dan hendak melarikan diri lagi dari tempat itu. Namun, finley menahan dengan memegang erat tangannya.
“gue mau sendiri” ucap perempuan yang ternyata benar-benar vallerie itu.
Tangan finley dengan gampangnya di tepis oleh vallerie. Vallerie pun pergi meninggalkan finley yang masih membeku di tempatnya berdiri.
“aku janji bakal dapatin pelakunya, apapun yang terjadi!” finley menyakinkan dirinya akan hal yang ia katakan itu.
Untuk sementara waktu ini, finley sedikit menjauh dari vallerie. Vallerie yang di temani oleh syam dan amanda sedangkan finley dan levi bergabung untuk mencari bukti kuat atas kasus pembunuhan Harris.
Levi meminta bantuan dari para kolega polisi nya, sedangkan orang-orang dibawah nama harris group
ikut serta di bawah pimpinan finley kali ini.
Secara acak mereka mengumpulkan bukti dari TKP, melacak lagi kamera pengintai di apartement finley dan yang terakhir mengidentifikasi orang yang menyewa kamar tepat di depan kamar finley. Tapi sayangnya mereka lupa melacak orang yang mengirimkan pesan terakhir ke harris meski sudah tau nomor pengirim pesan itu berasal dari kampus vallerie.
Mereka semua melakukan penyelidikan 2 hari 3 malam tanpa tidur, bahkan urusan kantor pun kini Egi yang menghandle semuanya. Dan untuk masalah perusahaan Harris groups pusat, sementara di berhentikan tugas sampai pengumuman pemimpin yang baru.
“apakah tidak ada orang di dalam?” tanya levi pada salah satu bawahan harris groups
“kata pemiliknya orang ini menyewa satu bulan yang lalu, tapi identitasnya tak bisa disebarkan, jadi mau tak mau kita harus menunggu sampai orang itu hendak keluar menemui kita” jawabnya
Mereka semua menunggu kabar pemilik kamar apartement di depan kamar finley tersebut, sampai keluar dan memberi kesaksian. Apakah malam itu ia melihat pembunuh itu masuk ke dalam kamar finley atau bahkan ia melihat wajah sang pembunuh.
Semua berpikir pelaku itu adalah Micho yang mengatasnamakan athalla, tetapi finley melupakan satu orang yang tak hadir ke acaranya padahal mereka adalah teman baik, sebelum acara pun mereka tidak ada pertengkaran satu sama lain.
***
finley.
“non, setidaknya makan satu suap saja” terdengar sahutan dari luar kamar itu dengan sesekali bibi mengetuk pintu kamar itu.
Tengah lama berdiri diluar pintu cukup lama, bibi pun akhirnya mulai menyerah untuk tiga hari ini membujuk vallerie yang hanya tidur seharian tanpa memakan satu makanan pun.
“Den, non vallerie tidak ada makan tiga hari ini” perkataan bibi melalui telefon genggam kepada finley.
Levi menyuruh finley pulang terlebih dahulu untuk memastikan keadaan vallerie, biar masalah mencari pelaku ini menjadi urusan levi untuk sementara waktu hingga keadaan vallerie bisa tenang dan menerima semua kenyataan meski kenyataan itu pahit.
Finley kali ini mendengarkan perkataan levi yang hampir 100 kali menyuruhnya pulang dari awal investigasi.
Setibanya dirumah, wajah finley juga memperlihatkan muka lelah. Di saat vallerie yang telah tidur selama tiga hari ini menjadi kebalikan dari finley yang tidak tidur selama tiga hari, di pernikahan mereka yang belum
genap seminggu harus menerima suatu kenyataan yang sangat – sangat pahit.
Di dalam kamarnya vallerie bahkan banyak mendapat pesan belasungkawa dari semua kalangan yang mengenal dia dan keluarganya. Vallerie pun mendapat pesan dari dosen nya, juga kenalan harris yang mengatakan ia tak perlu khawatir akan kuliahnya karena ia sudah memberikan izin cuti kepada vallerie sebulan.
Namun, ada satu pesan aneh yang didapatkan vallerie dari nomor tak dikenal
“untuk apa ia repot- repot mencari pelakunya sementara pelakunya adalah ia sendiri” isi pesan yang di dapat vallerie itu.
Tak hanya satu pesan saja, orang tersebut mengirimi pesan hampir setiap hari dengan isi pesan yang berbeda – beda. Sampai pada akhirnya, pikiran vallerie mulai ingin curiga sebab pesan terakhir dari orang tak dikenal
itu yang mengatakan “banyak bukti nyata yang menyatakan pelakunya. pertama, ia mengajakmu keluar pagi-pagi sekali dan meninggalkan handphone nya. Kedua, mengapa daddy mu bisa mengetahui sandi pintu apartementnya. Ketiga, ia melakukan pembunuhan itu untuk mendapatkan semua hak milik Harris Groups. Simpulkan semua kenyataan itu dan pastika FINLEY lah dalang dari semua ini”
Vallerie ingin semua perkataan pesan misterius itu tak benar, membuat vallerie ingin membuktikan hal itu secepat mungkin dengan melakukan hal pertama yaitu berbicara dengan pengacara daddynya.
Bertepatan dengan finley yang hendak mengetuk pintu kamar vallerie, vallerie membuka pintu tersebut terlebih dahulu. Mata mereka yang bertemu satu sama lain, vallerie melihat muka lelah finley dan finley yang melihat mata bengkak vallerie.
Tetapi begitu melihat finley dengan sekilas, vallerie pun berlalu begitu saja tanpa mengucapkan apa- apa bahkan tak menghiraukan ucapan finley.
“mau kemana val?” ujarnya
I CAN’T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)
Jejak mu , semangat ku :)