I Can'T Control Myself

I Can'T Control Myself
Terror (2)



Akhir pekan tiba, Athalla menyuruh Yera untuk datang ke apart nya selagi finley tak ada di sana.


karena dahulu Yera dan Vika bersahabat sejak SMA jadi mereka tinggal di satu perumahan yang sama.


ketika yera mengeluarkan mobil nya di pagi hari terlihat oleh vika yang sedang menyiram bunga.


"tumben akhir pekan yera keluar rumah" ujar vika  yang seketika teringat yera sepertinya ingin menuju ke suatu tempat.


ini pertama kali nya vika mengendarai mobil nya karena selama ini Egi yang mengantar jemput nya, vika terburu buru mengeluarkan mobil nya untuk mengejar yera.


"mau kemana anak itu" kata egi dari dalam mobil nya


karena mendengar jawaban feren yang bilang bahwa pacar nya ada kemungkinan untuk berselingkuh membuat egi sedari tadi memperhatikan rumah vika dari jauh.


jadi kini vika mengikuti yera dan egi mengikuti vika.karena mereka sedang terburu - buru ,mereka tak mengetahui kalau sedang di ikuti.


sebelum sampai ke apart athalla, yera melihat ke arah belakang dengan menggunakan spion nya dan menyadari kalau di belakang nya ada mobil Vika, yera pun tetap menuju apart athalla.


sementara Egi di belakang melihat vika berbelok ke apart finley yang tak tahu apart athalla juga disana, menduga kalau vika berselingkuh dengan finley sebab sewaktu di seoul kemarin vika ingin berbicara berdua saja dengan finley.


"apart finley?" pikiran egi kemana- mana dan memutuskan untuk mengikuti vika sampai disini saja lalu egi putar balik kembali ke rumah nya.


sedangkan vika keluar setelah yera agak jauh masuk ke dalam apartement itu, sebelum itu yera menelefon seseorang


"atur rencana jebakan untuk finley, kita akan celakai ibunya" ujar yera di dalam telefon


dari posisi lumayan jauh dari yera, vika terkejut mendengar itu dengan seluruh tubuh yang bergemetaran vika kembali ke mobil nya di parkiran. yera yang sadar vika mendengar ucapan nya di telefon dan melihat vika sudah tak mengikuti nya lagi, yera pun menuju apart athalla dengan santai.


di parkiran, Vika yang masih tak percaya sahabat nya itu telah bertindak terlalu jauh untuk mencelakai orang kini tak kepikiran tujuan yera apa ke apart ini. Dengan keadaan gemetar dan syok ditambah lagi ini pertama kali setelah membuat SIM Vika mengendarai mobil nya lagi.


"tussss"


seketika mobil Egi yang sedang dalam perjalanan pulang, ban nya meletus tak jauh dari apart finley itu, ia tiba tiba mendapat firasat buruk pada vika pacarnya.


Egi pun tak berpikir menaiki taksi meninggalkan mobil nya di pinggir jalan, berbalik kembali ke apart finley. benar saja firasat buruk egi benar terjadi, ketika ia kembali yang egi lihat pertama kali adalah mobil vika yang telah dikerumuni banyak orang.


"mana yang mengendarai mobil ini?" tanya egi pada salah satu orang


"sudah di bawa ke rumah sakit Seoul mas" jawab orang itu


Egi pun kembali menaiki taksi dan langsung pergi menuju rumah sakit seoul dengan rasa cemas dan takut kemudian eggi menelefon naufal dan samuel untuk ikut bersama nya ke rumah sakit seoul karena vika kecelakaan ia menabrak pohon tepat di bagian setir mobil vika hancur.


sampai di rumah sakit seoul bersamaan dengan naufal yang juga baru tiba, mereka berlari menuju pusat informasi di rumah sakit.


"sus, pasien yang baru saja tiba dimana ya?" tanya naufal karena egi tak sanggup bertanya.


"kecelakaan mobil ya mas? dia dibawa keruang ICU luka nya cukup parah" jawab suster itu


mendengar itu egi bergegas pergi menuju ruang ICU disusul oleh naufal. di depan ruang ICU itu egi terduduk lemas ditenangkan oleh naufal.


"bagaimana?" tanya samuel yang baru saja tiba


naufal menggeleng untuk menjawab pertanyaan dari samuel.


"gimana kalau hak buruk terjadi sama vika" ucap egi dengan suara bergetar


"hus, doakan yang terbaik dong" jawab samuel ikut menenangkan Egi


hampir satu jam mereka menunggu dokter keluar dari ruangan ICU, finley datang bersama dengan vallerie saat mendapat kabar dari samuel, finley membutuhkan waktu hampir satu jam untuk bisa tiba di rumah sakit.


naufal yang hendak menjawab pertanyaan dari vallerie itu di potong oleh Egi yang tiba - tiba murka tak tau pasal nya apa.


"ini semua karena lo" bentak egi menunjuk ke arah finley


"gue?" finley menunjuk dirinya yang tak tau apa apa, tiba-tiba di tuduh melakukan semua ini


tanpa memberi penjelasan kepada semua nya, egi tanpa aba- aba meninju wajah finley.


"lo kenapa sih?" ujar finley sembari memegang ujung bibirnya berdarah.


"tenang gi, lo cerita dulu masalahnya apa" naufal berkata untuk menengahi keduanya


belum egi memberikan alasan kenapa ini semua salah finley didahului oleh dokter yang baru saja keluar dari ruang ICU.


"gimana keadaan nya dok?" tanya egi sesegera mungkin


"untuk saat ini pasien masih belum sadarkan diri karena benturan di kepala nya lumayan kuat dan juga kaki nya sebelah kanan mengalami patah tulang" jawab dokter itu lalu pergi.


"terima kasih dok" jawab naufal


egi tak perduli dengan sekitar nya, ia meneteskan air mata nya sambil melihat vika terbaring tak sadarkan diri dengan kaki kanan di balut perban itu di pindahkan ke ruang rawat inap.


"biarin gue sendiri" ujar egi yang kemudian pergi menuju ruang rawat inap vika.


setelah melihat egi pergi untuk menjaga vika di rumah sakit, mereka semua pun berpikir mengapaegi menyalahkan finley akan kecelakaan yang terjadi ini.


"kenapa ini salah finley?" naufal bertanya - tanya.


"lo ada masalah sama egi?" tanya samuel


"gue benar benar gatau apa - apa, gue aja berada di rumah" jawab finley sambil mengurut pelipis nya.


belum satu masalah selesai ,  masalah lain sudah muncul, finley yang berpikir akhir- akhir ini ia sudah banyak memikirkan masalah yang muncul. tak terpikir oleh nya saat ini kalau semua masalah yang terjadi saling berhubungan satu sama lain yang jika finley bisa merangkai masalah itu maka ia akan mendapatkan jawaban dari masalah itu, begitu pula dengan dalang dari masalah ini.


"untuk saat ini  biar egi tenangin diri dulu"ujar samuel


"kita semua balik dulu" sambung naufal


naufal dan samuel pun pergi dari rumah sakit itu.


"gak akan terjadi masalah lagi" kata vallerie menenangkan finley


finley tersenyum pada vallerie sembari mengusap rambut nya.


"ayo balik" ujar finley membawa vallerie kembali ke rumah nya.


 


 


 


I CAN'T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa


jejak mu, motivasi ku :)