
Keesokkan pagi nya, di perusahaan Fgame technology sepanjang lobby semua karyawa bergosip
mengenai vika yang sedang di rawat di rumah sakit karena kecelakan dan Egri selaku wakil ceo mengambil cuti sampai vika sembuh total menjadi perbincangan hangat para karyawan Fgame, sampai naufal Yera dan feren tiba di kantor.
“ada apa ya?” tanya feren pada karyawan bidang marketing
“Vika masuk rumah sakit karena kecelakaan” jawab karyawan itu
Mendengar itu , raut wajah Yera berubah menjadi khawatir sebab dalam lubuk hati nya paling dalam, ia hanya kesal karena demi Egi,vika melupakan nya tetapi kalau masalah begini yera masih perduli pada
vika.
Yera pun pergi menuju ruangan egi untuk mendapatkan jawaban yang pasti tetapi tiba diruangan itu yera tak bisa menemukan egi disana karena ia belum tau kalau egi mengambil cuti hingga vika sembuh.
Feren yang memperhatikan tingkah yera hari ini tak tenang, curiga dengan kedekatan yera dan vika membuat nya bertanya tanya pada karyawan di sini.
"eh yera sama vika ada hubungan apa sih?" tanya feren
"gue yang udah lama kerja disini tau nya kalau dulu itu bos finley,ergi,naufal,vika dan yera itu bersahabat terus buat perusahaan ini deh" jawab salah satu karyawan memberi penjelasan pada feren yang notaben nya adalah karyawan baru.
seementara para karyawan nya sibuk bergosip dari pagi, finley yang pusing mendapatkan semua pekerjaan tertuju pada nya karena tak ada egi yang biasanya membantu. finley keluar kantor untuk pergi makan siang namun yera menghadang nya.
"kenapa? gue lagi capek banget ini" ujar finley pada yera yang menghalangi jalan nya.
"gimana keadaan vika?" tanya yera ragu
"kalau penasaran datangi rumah sakit seoul kamar 230" jawab finley sambil berlalu pergi
dan kondisi di rumah sakit saat ini.
"kak" panggil vallerie yang berada di depan pintu kamar vika
"kenapa lo kesini?" tanya egi kasar
"gue salah apa sih kak?" vallerie berbalik tanya pada egi, ia merasa tak berhak di bentak oleh egi karena masalah nya saja ia tidak tau
"lo tau mereka selingkuh?" tanya egi menatap tajam ke arah vallerie
"maksud kakak?" vallerie tak mengerti sama sekali perkataan egi barusan.
"vika kecelakaan karena pergi ke apart finley!" teriak egi pada vallerie
vallerie sama sekali tak percaya dengan perkataan egi itu karena setahu nya finley mengatakan akhir pekan ini ia akan berada di rumah.
"gak mungkin kak" ujar vallerie tak percaya
"kalau lo gak percaya, silahkan keluar" ucap egi kasar
vallerie mundur dari posisi berdiri nya yang tadi, ia juga tak menyangka egi akan membentak nya sebegitu parah sedangkan ia tak tau apa yang sebenarnya terjadi disini.
vallerie pun berniat pergi ke kantor finley dan menunda makan siang nya.
sedangkan di kantor finley tak kunjung kembali membuat vallerie pun menunggu sangat lama di ruangan finley.
sementara menunggu finley, vallerie memastikan kebenaran yang belum terbukti dengan menelefon Syam, di dalam telefon vallerie menanyakan keberadaan finley kemarin dan syam membuktikan bahwa akhir pekan kemarin finley berada di rumah bersama dengan nya, papa dan anak itu bahkan menikmati akhir pekan di tempat pemancingan.
setelah menelefon syam itu, vallerie melihat adanya kejanggalan dari semua yang telah terjadi sebab kalau akhir pekan kemarin finley berada di rumah jadi yang menjadi pertanyaan nya, mengapa vika pergi ke apart finley saat akhir pekan.
vallerie memikirkan kejanggalan sampai ia tertidur di ruangan finley dan finley baru kembali beberapa menit lalu tetapi belum memasuki ruangan nya karena ia pergi ke ruangan egi untuk mengambil beberapa berkas, saat finley berada di ruangan egi itu, telefon kantor egi berbunyi dan finley mengangkat nya
"maaf ini mobil dengan nomor plat 121, apakah benar mobil saudara?" tanya orang dalam telefon itu
"benar pak" jawab finley
"mobil nya bisa di ambil di kantor polisi terdekat karena telah lama terparkir di jalan X dengan keadaan ban bocor" ujar orang itu yang ternyata daari pihak kepolisian
mendapat telefon yang mengatakan mobil egi berada di jalan dekat dengan apart nya membuat finley terkejut karena jarak rumah egi ke apart nya itu lumayan jauh.
"mengapa mobil egi bisa sampai sejauh ini?" tanya finley pada dirinya sendiri
"val?" finley yang melihat vallerie ada ruangan nya dan sedang tertidur
"fin?" kata vallerie tiba- tiba terbangun
"kenapa kesini?" tanya finley hendak mengusap rambut vallerie namun vallerie menjauh
ekspresi finley seperti bertanya "kenapa?", melihat vallerie seperti itu
"kamu selingkuh?" tanya vallerie tiba tiba
"enggak" finley menjawab nya dengan cepat
vallerie hanya menguji finley awalnya, karena ia percaya setelah mendengar pernyataan dari syam di telefon tadi dan vallerie pun meenceritakan hal yang sedari tadi di pikirkan.
'apa ini ada hubungannya dengan kotak itu' finley berguman didalam hatinya
"ada yang salah?" tanya vallerie yang melihat finley seperti seedang memikirkan sesuatu
"aku antar kamu pulang ya?" finley mengalihkan pembicaraan
"tapi aku lapar" kata vallerie
jadi finley mengajak vallerie ke restaurant dulu sebelum pulang ke rumah dan selama menemani vallerie makan pun pikiran finley tetap tertuju pada kotak yang menerror nya itu sampai ia mendapatkan hasil yang membuktikan kalau orang yang sedang menerror nya berada di apart yang sama dengan nya.
"ada yang harus aku urus" ujar finley pada vallerie
mendengar finley membuat vallerie menyudahi makan nya dan mengikuti perkataan finley untuk kembali ke rumah untuk saat ini.
setelah mengantar vallerrie kembali ke rumah nya, finley berniat pergi mengunjungi rumah sakit untuk menjelaskan kesalahpahaman ini kepada egi agar egi mengerti kalau ini bukan tentang perselingkuhan.
setiba di rumah sakit, finley yang berjalan menuju ruang inap vika terhenti ketika melihat egi berbicara dengan dua orang lelaki berbadan besar seperti bodyguard, finley pun hanya terhenti beberapa saat lalu melanjutkan langkah nya dan memanggil egi.
"egi" sapa finley dari jauh
menoleh ke sumber suara itu membuat raut wajah egi berubah seketika
"jangan sampai orang itu menginjakkan kaki nya di rumah sakit ini' ucap egi pada dua orang body guard itu sambil menunjuk finley
mendengar perintah egi, dua orang itu langsung menghadang finley berhadapan dengan finley
"lebih besar otot- otot nya daripada gue" bisik body guard itu
"lo salah paham gi" teriak finley yang di hadang oleh orang orang itu
egi tak mendengar ucapan finley membuat finley menerobos dua orang itu dengan menghantam nya
"maaf bos, biarkan kami dapat gaji" ujar salah satu orang itu
"ini semua demi uang bos" sambung yang satunya
finley hanya menarik nafas, dan berlalu pergi
'gue harus cari cara lain' ujar finley padda diri nya.
I CAN'T COTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa
jejak mu , motivasi ku :)