
Ke esok kan harinya, Vallerie terbangun terlebih dahulu. Ia sedang memandang wajah suami nya yang terlihat
sangat capek akhir- akhir ini dan Sesekali ia memegang dan mengelus pipi Finley dengan satu tangan nya.
Pandangan mata Vallerie tak lepas dari Finley, membuat nya menadi termenung dengan tatapan kosong tapi
menghadap ke Finley sampai ia tak sadar kalau Finley juga melihat ke arah nya.
“menggerikan” ujar Finley sembari mengusap wajah Vallerie.
Vallerie yang tersadar dari lamunan nya itu tiba- tiba berbalik memunggungi Finley tetapi Finley juga langsung memeluk Vallerie dari belakang. Mereka sama – sama ingin kembali seperti dulu tapi untuk saat ini mereka seperti orang canggung yang tak tau ingin bicara apa.
Di atas kasur, berpelukan dengan suasana hening hanya terdengar suara ombak menghempas ke pinggir
bebatuan pantai. Hingga handphone Finley yang berdering memecahkan keheningan di antara mereka.
“sorry Fin, tapi perusahaan lagi dalam masalah server dan Feren memutuskan untuk berhenti hanya dengan meletakkan surat pengunduran diri di atas meja Lo”
Isi pesan Naufal yang di tuju kepada Finley itu membuat Finley bergegas menuju Fgame dan itu juga menjadi alasan Finley untuk berbicara dengan istri nya.
“kamu harus ikut aku ke kantor” ujarnya
Dan dengan segala persiapan yang sangat minim, mereka pergi menuju kantor Fgame dengan cepat bahkan tak perlu menunggu waktu lama.
Sesampainya di kantor Fgame, Finley berpapasan dengan Yera dan juga Feren. Langkah kaki Finley seketika terhenti tepat di samping Feren, sebelum ia berbicara dengan Feren, Finley menyuruh Vallerie untuk ke ruangan nya terlebih dulu.
“Lo ngelanggar kontrak kerja demi pergi bersama kaki tangan pembunuh” ucap Finley dengan tatapan mematikan ke arah Yera yang tengah ketakutan berada di dekat Finley.
Sontak Feren yang tak tau apa- apa menoleh ke arah Yera di samping nya itu dengan tatapan heran nan penuh nanya. Melihat tatapan curiga dari Feren calon adek ipar nya itu membuat Yera pergi berlalu begitu saja karena tak tau harus berbicara apa lagi.
“enggak usah bertanya dulu, kalau Lo masih mau kerja disini. Ayo ikut gue benerin server perusahaan” ujar Finley sambil berjalan
Tanpa ragu Feren yang masih lumayan polos itu, mengikuti Finley dari belakang untuk pergi menuju ruangan server untuk seluruh peralatan yang ada di kantor Fgame.
Sementara Finley bersama dengan Egi, Naufal juga Feren membenarkan server, Vika bertugas untuk menemani Vallerie yang sedang berada di ruangan Finley.
Vika tengah berada di dekat Vallerie tak bisa bertanya atau mengatakan apa – apa karena melihat Vallerie yang mungkin tak ingin di ajak bicara.
Telah menunggu hampir 2 jam di ruangan itu akhirnya Vallerie mengajak Vika untuk pergi keluar membeli
minuman dingin.
“Ah, ayoo” jawab Vika mengiyakan tanpa pikir panjang
Vallerie yang kini tersenyum dan tertawa bersama Vika, keluar dari ruangan CEO itu. Mereka berjalan keluar kantor tetapi langkah Vika terhenti melihat sesosok perempuan yang tengah berada di depan meja resepsionis.
Vika menoleh ke arah Vallerie yang memanggil perempuan itu dengan sebutan “Dara”, dan ketika perempuan itu menoleh benar itu adalah Dara.
“mana Finley, panggilin Finley!” Dara tiba – tiba beralih ke Vallerie dan menyuruh nya membawa Finley menemui nya.
“siapa lo merintah- merintah orang?” tanya Vika ikut terbawa emosi
Vallerie diam saja, melihat tingkah laku Dara di hadapan nya sampai emosi nya juga ikut meluap sebab Dara mendorong nya lumayan kuat. Untung Vallerie dapat menahan dan menyeimbangi tubuh nya agar tidak terjatuh.
“urusan lo apa sih!” Vallerie kini emosi
“Jalang!” Dara mengertaknya
Vika ikut campur dalam pertengakaran Vallerie dan Dara, karena para karyawan telah berkumpul bahkan
ada yang merekam kejadian itu.
“Lo panggil Finley kesini” perintah Vika pada salah satu karyawan bawahan nya.
Sedangkan kondisi di ruang server juga sangat rumit, pasal nya server di perusahaan Fgame itu secara sengaja di rusak dengan menandatangkan berbagai jenis virus yang menyerangnya.
Bahkan Feren dan Finley yang handal dalam masalah itu, tidak dapat menyelesaikan nya dalam waktu sehari. Mereka butuh waktu beberapa minggu untuk mempulih total keadaan.
Bawahan Vika yang baru tiba di ruangan server disaat keadaan lagi kacau itu, tak terlalu di perdulikan oleh Finley yang sangat fokus pada server- server perusahaan.
“ada apa?” tanya Naufal pada karyawan itu
“buk Vallerie berantem sama seorang cewek, saya tidak mengetahui siapa itu pak” jawab karyawan itu sekaligus pergi dari sana.
Naufal melihat Finley dan Naufal di perhatikan oleh Egi. Egi bertanya apa yang terjadi dan Naufal membisikan hal tersebut kepada Egi, karena Naufal tak berani menganggu Finley yang ibaratkan membangunkan macam yang sedang tidur.
“Vallerie berantem di lobby” Egi berkata dengan sedikit berteriak
Sudah di duga, kegiataan Finley langsung terhenti begitu mendengar nama Vallerie.
“Egi lo urus ini”
Finley berlari menuju lobby dan meninggalkan pekerjaan nya kepada Egi setelah mendengar Vallerie sedang berkelahi dengan kondisi nya yang belum terkontrol itu.
I CAN’T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)
Jejak mu , Semangat ku :)