
Sesampainya di lobby, Finley melihat Vallerie sedang menjambak rambut Dara dengan kuat sehingga Dara sedari tadi berteriak kesakitan. Sedangkan Vika hanya menonton dengan tertawa lebar.
Finley memisahkan mereka berdua dengan tenaga yang lebih kuat, para karyawan pun berhenti berkumpul dan bubar setelah melihat CEO mereka datang. Vika masih berdiri memperhatikan mereka .
Dara yang melihat Finley sudah berada di depan nya, merasa kesakitan di bagian perut sehingga ia memeluk pinggang Finley di hadapan istri nya.
Merasa Dara sedang memeluknya di belakang, Finley masih diam tetapi ia menghadap pada Vallerie. Sampai Vallerie pergi meninggalkan tempat itu barulah Finley tersadar dan berusaha melepaskan
dekapan Dara.
Dara menahan tangan Finley yang hendak pergi menyusul Vallerie dan ia mulai berbisik pada Finley
“aku punya semua bukti pembunuhan itu” bisik Dara
Mata Finley terbelalak mendengar perkataan Dara itu. Finley pun merasa harus melindungi Dara sebagai bukti
terbesar dalam kasus ini dan ia yakin tekad nya untuk membuat Athalla membusuk di penjara.
Melihat situasi semakin menyenangkan, salah satu karyawan di meja resepsionis belum berhenti merekam
kejadian tadi dari awal hingga akhir.
“Lo ngapain diam disini?” tanya Vika yang kemudian berlari menyusul Vallerie.
Vika yang keluar kantor sudah mendapati Vallerie pergi naik taksi. Barulah saat itu Finley keluar menyusul.
“telat bego” Vika jalan melewati Finley
Semakin banyak masalah, semakin rumit hal yang di hadapi oleh Finley. Ia tak tau cara bagaimana menceritakan pada Vallerie kejadian sesungguhnya, sebab Dara tak ingin memberikan bukti yang ia punya pada Finley jikalau ia menceritakan hal ini pada orang lain termasuk Vallerie.
Entah apa yang dipikirkan oleh Finley saat ini, ia membawa Dara tinggal di rumah Harris bersama dengan
Vallerie. Karena Dara mengatakan bahwa Samuel pindah tanpa dirinya dan bahkan rumah milik Dara itu di jual tanpa sepengetahuan pemilik nya.
Finley yang percaya dan iba pada Dara itu, memutuskan untuk membawa nya ke rumah Harris tanpa berbicara dulu pada Vallerie istri nya.
Di ruang tamu, bibi yang telah mengetahui alasan Finley membawa Dara ke rumah itu masih belum yakin 100 persen dengan cerita yang ia dengar dari Dara.
Dara masih di ruang tamu bersama Finley dan juga bibi, terlihat oleh Vallerie yang baru menuruni tangga untuk pergi mengambil minum di dapur.
“mau apa non? Biar bibi yang ambilkan” ujar bibi yang langsung berdiri dan menghampiri Vallerie
“minuman diet Vallerie bawain ke kamar bi” Vallerie berkata sambil melihat sini ke arah Finley dan juga Dara
lalu naik lagi ke atas.
Dara semakin ingin membuat Vallerie tambah kesal lagi karena kondisi Vallerie kini yang kurang bisa terkontrol membuat Vallerie yang gampang marah dan memungkinkan untuk terkena depresi ringan.
Keadaan rumah yang biasanya sepi kini menjadi ramai karena Dara menghidupkan musik Yoga di ruang keluar dengan speaker nya yang bervolume besar. Ia melakukan senam Yoga di tengah malam hanya untuk menganggu kenyamanan Vallerie di rumah nya sendiri.
Vallerie yang tidur di kamar sendiri, mengunci pintu kamar nya agar Finley tidur di kamar tamu. Turun ke bawah untuk menegur Dara sebab ia juga tak suka kebisingan.
“Woi, kalau numpang tolong sadar diri!” teriak Vallerie dari anak tangga
“kalau berani negur, sini turun” ujar Dara berlagak menantang
Dengan penuh amarah, Vallerie secara cepat menuruni anak tangga. Tanpa memperhatikan jalan dengan benar, Vallerie terpeleset di anak tangga terakhir.
“Aww” teriak nya lebih keras dari speaker Dara.
Levi yang juga tidur di sana karena ia telah sah menjadi anak angkat Harris sebelum pernikahan Vallerie dan
Finley kemarin itu. Levi masuk ke dalam rumah bertepatan dengan Vallerie yang terjatuh di tangga.
Levi melihat Dara yang berdiri di tengah ruang keluarga bersama matras dan speaker di dekat nya, terjadi
keributan setelah itu karena Levi mempertanyakan kenapa ada orang lain di rumah mereka membuat bibi dan Finley ikut terbangun dan pergi menuju sumber suara.
Kedatangan Finley juga bersamaan dengan Levi yang mengatakan “kenapa bisa ada air di tangga?”
Finley pun langsung melihat ke arah Dara dengan spontan, sedangkan bibi melihat ke anak tangga itu “ini bukan air den, ini minyak” ujar bibi kepada Levi
Semua mata pun kini tertuju pada Dara, dengan tampang tak berdosa Dara berjalan mendekati Finley santai.
“kamu enggak curigain aku kan?” tanya nya
Finley tak menjawab pertanyaan Dara itu, ia hanya melihat ke arah Vallerie yang tengah merasakan nyeri di kaki kiri nya.
“Bang, gendong Val ke kamar” ujar Vallerie pada Levi
Levi yang merasa kaki Vallerie pasti sakit atau terkilir, langsung mengendong Vallerie kembali menuju kamar
nya dan bibi mengambil minyak urut untuk Vallerie.
Kini tangan Dara memeluk lengan Finley, tetapi Finley menghempas tangan dara dengan tenang lalu kembali masuk kamar dan meninggalkan Dara sendirian.
Sementara itu di kamar Vallerie. Levi yang menurunkan Vallerie di tempat tidur nya langsung di suruh Vallerie
untuk kembali keluar dari kamar nya dan menyuruh Levi pergi istirahat.
“tapi kaki lo”
“gapapa kok, gue mau tidur”
Levi meninggalkan kamar Vallerie. Namun, ia diam -diam pergi mengunjungi kamar Finley tanpa sepengetahuan siapapun.
Waktu menunjukkan pukul 1 dini hari, Levi langsung saja masuk ke dalam kamar Finley tanpa mengetuk nya.
“maksud lo apa sama semua ini? Udah hilang akal Lo!” bentak Levi
Finley menutup mulut Levi yang membentak nya dengan keras itu agar tak terdengar oleh Dara di kamar sebelah. Finley hanya berani menjelaskan semua itu kepada Levi tanpa sepegetahuan Dara
ataupun Vallerie.
Levi yang sudah di beri tau oleh Finley atas semua yang tengah terjadi antara ia dan Dara hanya sebatas korban menjaga saksi nya.
“gimana kalau tu orang enggak punya bukti nya?” Levi menolak untuk percaya
“dia enggak bakal dapat ampun dari gue, walaupun dia seorang cewek” Finley bersungguh- sungguh atas ucapan nya itu.
Mendengar ucapan Finley yang sangat menyakinkan, di tambah dengan tatapan yang benar – benar membunuh membuat Levi akan mempercayai semua omongan Finley.
“gue pegang omongan lo, tapi gue enggak bisa rahasiain ini dari adek gue” kencam Levi
“gue serahin semua sama lo deh, asal Dara enggak tau tentang ini. Gue enggak mau dia celaka lagi” ujar Finley
menunduk
Karena waktu yang telah menunjukkan pukul 2 dini hari. Mereka memutuskan untuk beristirahat dulu hari ini dan kembali memikirkan cara menangkap pelaku sesungguhnya besok.
I CAN’T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)
Jejak mu , semangat ku :)