I Can'T Control Myself

I Can'T Control Myself
FINLEY : SHE IS MY MINE!



pagi hari di kediaman harris.


vallerie yang sedang bersiap untuk pergi ke kampus nya untuk mempersiapkan ujian akhir seemester sedang sarapan sembari menunggu levi yang juga sedang bersiap untuk berangkat kerja sesudah mengantarkan vallerrie namun harris mengusulkan agar dia saja yang mengantarkan putri nya itu.


"sekalian sama daddy aja val, lagian arah kantor levi sama kampus kamu beda arah" ucap harris


"gapapa om, biar sekalian levi jalan sama anak ini" ujar levi yang baru datang


"yaudah om biarin adik kakak ini menghabiskan waktu mereka" kata harris menjawab perkataan levi tadi


semakin hari semenjak kedatangan finley ke kehidupan vallerie membuat rasa suka levi kepada vallerie harus sirna tanpa secercah harapan lagi.


sarapan mereka pun telah selesai kini semua berangkat ke tujuan masing - masing, saat keluar dari rumah. finle sudah berdiri disamping mobil nya menunggu vallerie keluar.


"loh fin?" kata harris


"kamu dari tadi disini? kenapa tidak masuk untuk sarapan?" sambung harris lagi


"gapapa om, fin udah makan. sengaja mau jemput val" jawab finley


vallerie yang mendengar itu langung berpamitan kepada harris dan meminta maaf pada levi yang kemudian ia langsung naik ke dalam mobil finley.


"hati hati ya fin" ujar harris sambil tersenyum melihat tingkah anak nya itu.


dan levi yang menyabarkan hati nya melihat hal itu hanya bisa menerima apa yang ia dapatkan sambil berusaha untuk melupakan vallerie, gadis yang ia sukai sedari kecil.


didalam mobil finley, suasana hening seperti biasa karena vallerie yang sedang marah atau sebenarnya ia juga menyesal secara langsung ia yang membiarkan feren untuk datang memperbaiki server kemarin malam namun ia juga penasaran dengan hubungan finley dan feren.


"lo marah karena cemburu kan?" finley membuka percakapan


"hubungan lo sama dia apa?" ketus vallerie tanpa melihat kepada finley lawan bicara nya.


"partner kerja?" jawab finley sesekali menoleh ke arah vallerie


"terserah!" kata vallerie cuek


"cuma teman kerja, gak lebih kok" finley memberitahu vallerie agar tak salah paham dengan nya


tak terasa mereka sudah sampai di Seoul University (kampus vallerie)


vallerie keluar dari mobil finley dan bertemu dengan Amanda sahabat nya, finley pun juga ikut keluar dari mobil nya untuk mengatakan ia akan datang lagi untuk menjemput vallerie selesai kelas lalu ia kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil nya menuju ke kantor.


"sering ngedate sekarang, gue dilupain" sahut amanda yang kesal karena kini jarang bermain bersama dengan vallerie lagi


"besok kita ke mall bareng deh, gue janji" kata vallerie membujuk amanda yang marah padanya.


"oke" jawab singkat amanda dengan senyuman


dan mereka pun pergi ke ruang jurusan mereka untuk mengurus persiapan ujian akhir semester, disana mereka pun bertemu dengan im juga eric.


"hallo val" sapa eric


"eh iya kak" balas vallerie seperti tak senang bertemu eric.


setelah mengurus semua untuk persiapan vallerie berjalan bersama im dan amanda menuju parkiran, ternyata eric  juga ada di belakang mereka membuat vallerie risih.


sampai akhirnya eric menahan tangan vallerie


"boleh bicara bentar?" tanya eric pada vallerie


"tanya aja di sini kak" "jawab vallerie sambil melepaskan pegangan tangan eric itu.


belum sempat pertanyaan eric terlontarkan, finley datang lalu berdiri di antara eric dan vallerie itu.


"no question" ucap finley kepada eric


"kita duluan" sambung finley pada im dan amanda


finley pun membawa vallerie masuk ke dalam mobil nya, selalu hening. kali ini vallerie yang melihat ke arah finley yang wajah nya menggambarkan orang yang sedang kesal.


"jangan berhubungan lagi sama dia!" tiba tiba finley berbicara sedikit membentak kepada vallerie.


"gak usah bentak juga kali" balas vallerie ketus


"gak usah bawa gue ke kantor lo, antar gue pulang!" vallerie balas marah pada finley


karena saat ini kantor finley sudah dekat jadi kalau ia balik lagi mengantar vallerie ke rumah nya pasti akan banyak memakan waktu, hal itu membuat finley makin kesal dengan vallerie. finley tak menghiraukan kata vallerie itu dan terus melajukan mobil nya.


hingga tibalah di kantor Fgame , tanpa percakapan finleykeluar dari mobil nya berjalan menuju pintu samping untuk membuka an vallerie pintu tetapi vallerie terlebih dahulu keluar dari mobil dan berjalan keluar tepi jalan untuk mencari taksi.


"maaf ini salah gue" ujar finley sembari menahan tangan vallerie


tanpa menjawab, vallerie membalikkan badan nya dan masuk ke kantor finley mendahului finley nya sendiri, sehingga finley jadi berjalan mengikuti vallerie.


masuk kedalam kantor, vallerie langsung menuju keruangan finley dan dudukdi kursi nya finley sampai tak menghiraukan para karyawan yang memperhatikan gelagat mereka berdua seperti orang yang sedang marahan.


"mau minum apa? biar gue ambilin asal duduk disini aja jangan kemana-mana" tanya finley


"terserah" jawaban singkat dari vallerie


tak bertanya lagi, finley keluar dari ruangan nya untuk mengambilkan minum untuk vallerie dan ketika finley keluar dari ruangan nya itu, feren datang sambil membawa berkas untuk di tanda tangani.


"mana kak finley?" tanya feren yang masih berdiri di ambang pintu.


vallerie menatap tajam kepada feren lalu berkata "kalau manggil bos itu sopa bisa gak?" bentak vallerie yang memang lagi kesal dibuat tambah kesal lagi.


Yera yang tiba tiba juga muncul di belakang feren yang membalas bentak kan dari vallerie.


"emang hubungan lo sama finley udah jelas? kalau belum jelas gak usah berlagak macam bos dong" nada yera melebihi nada vallerie tadi.


vallerie terdiam karena tak tau harus menjawab apa, melihat itu yera dan feren merasa menang dibuatnya sampai finley datang lagi dengan se botol jus.


"kenapa pada ngumpul disini kalian?" ujar finley sambil menghalau yera dan feren yang menghalangi pintu masuk.


"nih kak ada berkas yang harus di tanda tanganin" ucap feren dengan nada super duper imut.


"cuma mau ngasih berkas kok vallerie bentak bentak feren gitu sih" sahut yera memotong percakapan


vallerie yang melihat dirinya di fitnah begitu tak terima pasti nya,


"salah sendiri di kantor manggil nya kakak, sopan gak tuh?" tanya vallerie melihat ketiga nya bergantian.


"kamu juga senang di manjain dua cewek ini di kantor?" sambung vallerie galak kepada finley


finley menarik nafas karena sudah tak mau lagi bertengkar dengan vallerie hanya karena feren.


"lo yera bisa pergi dari sini? dan feren tolong sopan dengan saya" tanggapan finley sambil mengambil berkas di tangan feren lalu menyuruh mereka berdua pergi dan menutup pintu.


finley memberi jus di tangan nya pada vallerie dan menatap mata vallerie dalam


"gue udah keterlaluan ya? maafin gue jangan marah lagi" ucap finley lembut


"gue mau nanya" balas vallerie keluar dari konteks pembicaraan mereka


"mau nanya apa"


"hubungan kita apa sih,jangan gantung?" tanya vallerie sedikit ragu hingga memalingkan wajah nya dari hadapan finley


"emang kapan kita tidak dalam suatu hubungan" jawab finley mantap


finley memegang kedua bahu vallerie dan membalikkan badan nya agar bisa menatap mata nya namun vallerie menunduk tak berani menatap.


"lo itu tunangan gue" finley berkata itu dan langsung memeluk vallerie erat.


 


 


 


 


I CAN'T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (IG)


tinggalkan jejak :)