
Tak lama setelah sidang berakhir, kini saatnya Finley,Egi dan Vika menunggu hasil dari semua kerja keras mereka selama di dunia perkuliahan sekitar 3 tahun itu.
Finley bahkan mengatakan sudah menyiapkan sebuah kenang-kenangan yang ia anggap akan bermakna bagi dosen pembimbingnya selama masa skripsi, kenang-kenangan itu sudah siap dari sebulan lalu tanpa memberitahu semua orang karena tak ingin terkesan pamer.
hadiah tak memberikan makna apapun dibanding jasa dosen pembimbing Finley sebab di sela-sela kesibukkan Finley sebagai CEO yang dimana juga harus membagi waktu antara kerja dan kuliah. Namun, dosen pembimbingnya itu selalu memberikan waktunya kapan saja saat Finley memerlukan bantuan.
"oke fix, untuk dosen pembimbing gue tersayang, akan ku berikan hatiku saja" ujar Egi setiba memasukin ruangan Finley begitu saja
Dengan sesegera mungkin Finley memasukkan berkas yang ada terletak di atas mejanya, mata Egi yang jeli melihat kejanggalan yang terjadi.
"apaan tuh" ujar Egi sembari berjalan mendekat ke arah meja finley dan dengan gesit mengambil berkas yang finley coba sembunyikan tadi.
berkas sudah berada ditangan Egi dengan wajah tersenyum jahat kepada Finley saat melihat isi berkas itu adalah surat pembelian tanah beserta rumah di daerah dekat University IT Seoul, atas nama Finley Alvian.
"gila, belum ae nikah, rumah udah ditangan" Egi heboh sendiri
"bukan buat pernikahan gue" ujar finley memberikan pernyataan singkat dan berlalu pergi meninggalkan Egi diruanganannya.
kedua kalinya Egi memperhatikan berkas itu dengan sangat teliti dan ia baru menyadari sebuah bukti yang bahwa Finley Alvian telah mengatasan namakan pak Budi setiawan (dosen pembimbing finley).
"*****, itu orang ngasih kenang-kenangan berasa ngasih permen sebiji" Egi masih heboh sendiri perihal kenyataan berkas itu.
Beralih ke Finley yang sudah membuat janji dengan Vallerie untuk datang menjemput vallerie ke kampusnya siang ini.
jauh dari tempat Finley berdiri menunggu vallerie selesai kelas, dara kini memberanikan diri untuk mendekatkan dirinya pada Finley.
beberapa langkah pasti dara untuk menghampiri Finley, terkalahkan oleh vallerie yang sudah berlari dan kini berada di hadapan Finley.
"jangan lari val" ucap finley sembari mengusap rambut calon istrinya itu
sedangkan dara yang menghentikan langkah dan merasa sakit melihat hal kecil didepan matanya, berbalik badan. tak disangka saat berbalik itu, dara menabrak seseorang di depan nya.
"sampai kapan?" ujar orang itu yang ternyata adalah Samuel
Tak ingin terlihat oleh Finley bahwa samuel berada di kampus, membuat Dara menarik tangan Samuel agar menjauh dari tempat Finley dan Vallerie berada.
"bertahun-tahun gue nunggu!" ujar samuel yang kini menjadi murka, kehilangan akal dan tak dapat lagi mengendalikan dirinya
***
telefon misterius datang kepada athalla, yang juga orang misterius itu mengatakan akan ada satu orang lagi yang dapat membantu athalla dalam menjalankan misinya untuk menghancurkan orang hebat seperti Finley, hanya dengan satu tindakan.
athalla yang awalnya sudah mempunyai rencana sendiri, tak menghiraukan perkataan orang misterius yang menelefonnya itu.
"gue dan cara gue" ujar athalla mantap, tanpa menghiraukan perkataan atau hasutan siapapun itu.
tetapi tak lama setelehnya pikiran athalla mulai memenuhi semua isi kepalanya, sebab jika musuh Finley semakin banyak maka mungkin saja Vallerie juga akan kena getahnya.
kini pikiran dan hati athalla bertabrakkan, yang dimana satu sisi ia senang melihat Finley semakin menderita dengan adanya musuh baru, namun sisi lain dirinya yang kini sudah mulai luluh pada seorang Vallerie, tak ingin sesuatu yang terjadi pada Finley nantinya akan ikut membuat vallerie terkena masalah.
entah mengapa athalla yakin bahwa musuh Finley yang diberitakan oleh menelefon misterius tadi adalah orang yang paling mengenal finley dan Vallerie akan menerima masalah bahkan akan celaka.
"athalla ini berkas nya"ujar joseph yang masuk ke dalam ruangan athalla tapi tak di notice athalla sama sekali
selang beberapa detik, athalla tersadar dari pemikirannya dan dengan spontan mengatakan "bilang ke finley untuk berhati-hati dan menjaga vallerie dengan baik" ucapan Athalla itu di cerna oleh Joseph
"gue ngerti maksud lo" jawab Joseph sembari mengeluarkan ponselnya untuk mengirimkan chat pada Egi dan juga naufal.
athalla sudah mendengar Joseph selesai memberi kabar pada kedua sahabat Finley itu, membuat athalla sedikit tenang. juga tak tinggal diam athalla berbalik menelefon misterius itu untuk memberitahu
"cukup gue aja yang bisa ngerusak hidup finley, siapapun lo, jangan coba-coba ngambil mangsa seorang athalla, atau lo akan tau akibatnya" athalla tak segan-segan melontarkan ancaman itu pada orang misterius tersebut.
I CAN'T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa
jejakmu , motivasi ku :)