
sedari pagi hingga sore hari ini, athalla tak ada di kantor karena ia sedang tak ingin melakukan apa - apa sehingga Micho harus turun tangan sendiri menggantikan anaknya yang seharusnya menggantikan ayah nya.
sebelum mendengar kabar kekalahan athalla dalam hak kepemilikan game generasi kedua tersebut,Micho dengan senang hati pergi ke kantor dimana seharusnya ini adalah masa pensiunnya sampai Sean memberanikan diri untuk memberitahu kabar buruk pada micho.
"maaf menganggu pak" ujar sean datang dari pintu masuk ruangan micho.
"iya, ada apa sean" jawab micho masih tersenyum
"saham kita menurun hingga 40%" ucap sean dengan hati-hati.
"BAGAIMANA BISA?" tanya micho dengan nada keras.
"karena kita tak memenangkan hak itu pak" jawab sean selaku manager perusahaan itu.
"kamu" tunjuk micho pada sean
"panggil Alfi dan juga joseph kesini!" sambung micho memberi sean perintah
namun sampai sekarang athalla tak berusaha mencari keberadaan Alfi dan joseph padahal ia sendiri tau dimana mereka berdua kini berada.
"tapi Alfi dan joseph menghilang pak" jawab sean
mendengar jawaban dari sean itu, micho kembali murka sembari melempar semua barang yang ada di atas meja, membuat para karyawan mendengar kekacauan di ruangan sehingga mereka semua berkumpul depan ruangan micho tak berani masuk.
micho pun mengambil kunci mobil nya lalu berlalu pergi menuju parkiran untuk pergi kembali ke rumah menghampiri athalla.
"gagal gue ngasih surat pengunduran diri" ujar sean sambil keluar dari ruangan itu
saat sean keluar dari ruangan itu, ia seketika di kelilingi oleh para karyawan itu seakan- akan para reporter ingin mewawancarai seorang artis papan atas.
"Sean, apa yang terjadi?"
"apa perusaahaan ini akan bangkrut?"
"bagaimana nasib kami bila perusahaan ini gulung tikar?"
pertanyaan-pertanyaan dari para karyawan itu membuat sean yang sudah pusing dibuat makin pusing lagi karena tak tau harus menjawab apa.
"jangan tanya gue" jawab sean yang langsung pergi dari kerumunan itu
Sean juga meninggalkan perusahaan untuk pergi melihat rumah tua di jalan V itu untuk mencari kedua sahabat nya yaitu Alfi dan joseph.
sementara sean yang menuju rumah tua, kondisi di rumah keluarga song setelah micho kembali ke rumah nya untuk menanyai athalla tentang masalah ini.
"ATHALLA" bentak micho yang melihat anaknya terduduk di depan televisi dengan masih menggunakan piyama sambil memakan snack dengan sampah berserakan
athalla hanya menoleh sekali ke arah papa nya yang memanggil karena ia tau bahwa dirinya pasti akan kena marah pasal hak milik game generasi kedua.
melihat perilaku anak nya itu,amarah micho kembali meluap sehingga remot televisi pun melayang tepat di layar tv nya sendiri.
"apa semua salah athalla?" tanya athalla dengan nada mengeras
"kamu anak bodoh, bisa kalah oleh anak bocah seperti finley itu!" bentak micho lalu melayangkan tamparan di wajah athalla
karena satu tamparan itu, membuat athalla pergi kembali ke kamar nya untuk mengepak beberapa barang untuk pergi dari rumah itu.
setelah mengepak pakaian nya, athalla menuju pintu dengan membawa koper dan micho yang terduduk di sofa melihat athalla yang hendak pergi.
"mau kemana kamu athalla?" tanya micho
"kalau aku gak bisa memakai otak untuk balas dendam, akan ku gunakan otot" ujar athalla kemudian pergi menaiki mobil nya.
Micho yang sudah tak habis pikir dengan sikap anaknya yang tak ingin berusaha mempertahankan perusahaan keluar song itu membuat micho melepas tangan atas athalla, ia terduduk pusing di sofa usai melempar seluruh barang yang ada di sekitar nya.
sedangkan di rumah tua, sean menemukan Alfi dan joseph yang masih terikat di sudut halaman belakang rumah tua tersebut.
"akhirnya lo datang sean"ucap joseph yang sudah sangat lapar
"gue pegel banget ini, buruan bukain" ucap Alfi juga sudah sangat lelah tidur dengan tangan, kaki terikat.
"gue mengundurkan diri" ujar sean sambil membuka ikatan kedua sahabatnya itu.
mendengar ucapan sean, membuat alfi dan joseph yang tadinya lelah seketika menjadi segar kembali, bukan karena mereka berdua heran tapi tak menduga sean akan mengundurkan diri juga dari persahabatan mereka yang telah lama terjalin walaupun sikap athalla kasar dan sering tak menghargai.
"gue duluan" ujar sean lagi yang telah berlalu pergi
"beri gue waktu untuk berrpikir" ucap alfi lalu pergi mengejar sean.
joseph yang lemot dalam berpikir kini berubah seketika seakan mengerti situasi yang sedang mereka hadapi, ikut mengejar keduanya.
"lo berdua bisa ikut gue, tapi biarkan gue sendiri setelahnya" kata sean yang mengetahui adanya Alfi dan joseph di belakang nya.
mereka berdua pun kini hanya bisa menuruti apa kata sean tanpa bertanya satu pertanyaan pun.
***
Athalla yang menyewa Apartement untuk tempat tinggal nya sementara waktu ternyata sengaja ia sewa tepat di depan kamar apart milik finley sehingga mempermudahnya untuk menyusun rencana yang kali ini ia andalkan menggunakan kekerasan bukan otak.
"lo boleh menang soal perusahaan tapi soal nyawa gak ada ampun" guman athalla dengan ketawa kejam
seperti dugaan athalla, malam itu pukul 8 hari sabtu finley akan kembali ke apart nya bersama dengan vallerie membuat athalla dapat segera menyelesaikan rencana yang telah ia rencanakan.
jam yang menunjukkan pukul 23 lewat bel apart finley berbunyi menandakan ada orang yang menekan bel
"siapa yang datang jam segini?" tanya vallerie
"paling kamar sebelah minta garam" jawab finley santai
mereka berdua yang duduk di depan televisi keluar bersamaan melihat orang yang menekan bel itu namun saat pintu terbuka tak ada satu pun orang tapi satu kotak ada didepan pintu.
finley pun membawa kotak itu masuk sambil melihat kiri kanan lorong apart yang sepi itu lalu menutup rapat pintu.
"jangan dibuka, siapa tau bom" ujar vallerie takut
"mungkin ini paket sepatu yang aku pesan kali ya" ujar finley
"kalau bom aku gak tau ya" kata vallerie sembari mengumpet di belakang badan finley
finley yang menduga itu adalah paket sepatu nya, membuka kotak berukuran sedang itu dengan santai tanpa rasa takut sampai kotak itu terbuka.
'pisau berdarah' finley berguman dalam hatinya
finley pun segera menutup kembali kotak itu sehingga vallerie belum sempat melihat isinya.
"kan sepatu doang" ujar finley
"mana coba lihat" jawab vallerie
"gausah lah, sepatu nya jelek mungkin KW , aku buang aja" ucap finley sambil membawa kotak itu ke dekat tempat sampah yang ia berencana untuk membuang nya besok pagi.
"sekarang tidur ayo" sambung finley yang kemudian mengajak vallerie pergi ke kamar.
vallerie nya percaya aja sama ucapan finley yang jadinya ia ikut perintah finley untuk tidur karena hari juga sudah tengah malam.
sementara di apart depan yaitu apart athalla, untuk saat ini athalla hanya akan menerror finley dan juga menakut nakuti vallerie di tambah lagi ia juga akan berencana membuat keluarga nya sendiri hancur yang dimana ia akan membuat papa nya micho bercerai dengan song eun ibu tiri nya.
"kalau gue gak bisa bahagia, lo juga gak akan bisa!" athalla berbicara sambil melihat papan yang berisi rencana nya di lengkapi dengan foto finley yang ia tusuk dengan pisau.
sesekali athalla melihat handphone nya yang disana terdapat banyak sekali panggilan tak terjawab dari kedua sahabatnya yang hanya Sean yang tak menghubungi nya.
karena pikiran athalla kini sedang di racuni oleh kebencian membuat nya tak lagi memperdulikan persahabatan nya yang sudah lama terjalin itu.
tetapi anehnya, hanya satu orang yang athalla hubungi yaitu Yera, ia meminta Yera untuk bergabung dalam rencana nya menghancurkan finley dan Yera pun setuju sebab athalla menjanjikan akan menuruti syarat dari Yera yang ingin membuat vallerie merasakan sakit hati yang ia pernah ia rasakan dulu.
I CAN'T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa
jejakmu motivasi ku :)