
Vika yang tidak mengikuti yang lainnya membawa vallerie ke kamar penginapan, ia malah pergi ke suatu kamar yang berbeda.
vika memencet bel sebuah kamar yang seseorang keluar dari kamar itu setelah membukakan pintu untuk vika.
"mau apa lo?" tanya Yera yang didatangi oleh vika
"lo udah keterlaluan ra, mana lo yang dulu?" vika balik bertanya pada yera
yera dan vika dulu adalah teman dekat sedari SMA karena vika telah berpacaran dengan Egi membuat waktu diantara mereka berdua menjadi berkurang itu sebabnya Yera juga bergabung dengan rombongan finley untuk membentu Fgame. itu juga yang membuat yera bisa berpacaran dengan finley namun hanya vika yang mengetahui alasan mengapa finley dan yera mengakhiri hubungan mereka, bahkan finley sendiri pun tak mengetahui alasan sebenarnya memutuskan hubungan dengan yera.
"Vallerie pun tidak menginginkan Alfi" ucap vika membuat wajah yera seketika berubah
"Diam, sini lo masuk" jawab yera sambil menarik tangan vika untuk masuk ke dalam kamarnya.
Yera membawa vika masuk ke dalam kamar nya karena ia tak ingin ada orang yang mendengar pembicaraan mereka berdua,.
"lo tau semuanya?" tanya Yera berubah menjadi serius
sambil menggeleng vika menjelaskan kalau ia mengetahui semua yang terjadi antara yera dan finley dulu yang dimana saat mereka putus itu kondisi Fgame yang dibilang masih seumur jagung sedang mengalami masalah dana dan Harris Group lah yang membuat mereka bangkit kembali, sehari sebelum harris mendonasikan saham nya pada Fgame, Vika berselingkuh dengan Alfi yang sedang patah hati pula karena vallerie.
"gue harus dapatin Alfi tapi vallerie tak boleh mendapatkan finley" kata yera dengan keegoisan nya
"gue gak nyangka sama lo yang sekarang!" vika meluapkan kekecewaan nya.
"apa perduli lo" jawab yera kasar
"bahkan lo gak bisa ngertiin gue!" sambung yera yang sudah tak tenang lagi
dengan menarik nafas panjang, vika meninggalkan kamar yera dan merasa bersalah tak pernah ada lagi waktu untuk sahabatnya itu.
sementara di kamar penginapan finley, vallerie masih juga belum sadarkan diri dan sedari tadi Egi baru sadar vika tak ada disana.
"gue ke toilet" ujar Egi yang sebenarnya ingin mencari keberadaan vika
sibuk mengelilingi penginapan itu, Egi berhenti di sebuah tempat dengan pemandangan indah melalui jendela kaca besar tapi tidak indah karena melihat vika disana terduduk.
Egi menghampiri vika sambil memanggil vika dengan nada sangat lembut nya tapi vika tak menoleh karena ia sudah mengetahui suara itu berasal dari seseorang yang ia kenal.
"ada masalah?" tanya Egi tanpa ragu dengan pelan
sementara vika tak menjawab, ia hanya berguman dalam hati sambil mengutuk dirinya sendiri
'seandainya gue tetap di sisi lo ra, lo gabakal jadi sejahat ini. Yera yang gue kenal tak bisa menyakiti orang lain' guman vika dalam hati nya
"gapapa kalau kamu gak mau cerita" ujar egi sambil menyenderkan kepala vika ke dada nya.
tak terasa air mata vika mengalir, vika hanya bisa menenggelamkan wajah nya di dada Egi kekasih nya itu.
ia merasa tak enak untuk memberitahu Egi masalah ini sebab jikalau Egi tau ia pasti juga akan merasa ia adalah awal mula dari pertengkaran Vika dan Yera.
"seberat apapun masalah kamu, jangan sampai kamu stres dan sakit" perhatian yang diberikan egi untuk sang kekasih.
"gimana keadaan vallerie?" tanya vika
***
kamar finley
"kalian balik ke kamar aja" ujar finley memberitahu sahabat sahabatnya karena ini sudah hampir larut malam
seakan paham, semua meninggalkan kamar itu disaat naufal membuka pintu kamar hendak keluar dari kamar, Egi dan vika baru datang ingin masuk kedalam ruangan itu.
vika yang langsung masuk kedalam kamar itu mendahului Egi dan yang lain juga masih berada di depan pintu, menyaksikan apa yang hendak vika lakukan.
"fin, gue mau ngomong penting" ujar vika secara tiba tiba
"besok aja vik, gue lagi gamau ngomong apapun" jawab finley yang tak menoleh ke arah vika
"ini tentang vallerie" kata vika lagi
mendengar ucapan vika yang ini, finley langsung melihat kearah vika begitu pula yang lain termasuk egi, mereka semua penasaran sekaligus kebingungan dengan tingkah vika yang tiba tiba berubah menjadi sangat serius malam itu.
"ikut gue keluar" finley menyuruh vika untuk mengikuti nya keluar dan berbicara empat mata
ketika melangkah keluar kamar itu finley berjalan melewati mereka semua yang berdiri di pintu, diikuti oleh vika di belakangan nya. Egi sempat menahan tangan vika untuk mendapatkan penjelasan
"kamu akan tau nanti" ujar vika pelan sambil menyingkirkan tangan egi yang menahan tangan nya itu.
finley pun berhenti di sebuah tempat sunyi, cocok untuk mereka berbicara empat mata.
"apa maksud lo ini soal vallerie?" tanya finley sangat ingin mengetahui detail nya
hanya setengah yang bisa vika ceritakan kepada finley mengenai semua hal ha yang ia ketahui, karena ia tak ingin finley terlalu membenci yera.
"kalian gak bakal bisa balas dendam sama gue!" ujar yera yang datang dari dalam ruangan dekat finley dan vika berbincang itu.
yera yang merasa vika mantan sahabatnya itu menjelek jelekan nya pada finley agar finley membenci nya dan mereka bisa dengan mudah menendang yera dari posisi manager di Fgame.
"semua rahasia keuangan Fgame ada di gue, kalau kalian mau macam macam siap siap saja semua rahasia Fgame bocor ke publik" sambung yera lagi dengan amarah nya.
"ini gak seperti yang lo kira ra" ujar vika hendak memberikan penjelasan pada yera
usaha vika sia- sia, yera tak sedikit pun mendengarkan nya padahal ia sudah berusaha membuat finley tak lagi membenci nya bahkan ia juga membujuk finley agar mau memaafkan kesalahan yang telah yera buat selama ini. yera pun meninggalkan mereka berdua tanpa mendenga penjelasan apapun dari mulut vika.
I CANT CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa
jangan lupa jejakkkk :)