I Can'T Control Myself

I Can'T Control Myself
jumat berdarah



warning! ada adegan kekerasan teruntuk pembaca dibawah 15 tahun, berhati hati dalam membaca


universitas IT  seoul (kampus finley)


sore hari pukul 3 finley dan egi janjian untuk bertemu di kampus untuk mengumpulkan tugas akhir mereka di semester 7 sebelum menghadapi ujian akhir,


"tuh kan kerjaan di kantor jadi berlipat ganda gara-gara nih tugas" keluh egi berbicara pada dirinya sendiri


"mangkanya cepat lulus biar bisa kerja sepenuhnya" ucap finley santai sembari berlalu untuk keruangan dosen memberikan tugas nya


saat mereke berdua berada di ruang dosen , tak tahu mengapa dunia finley di penuhi dengan mami nya karena di ruang dosen mami nya menjadi buah bibir para dosen dari universitas nya, para dosen mengatakan bahwa song eun akan di minta untuk pindah ke universitas ini.


egi yang baru tiba pun sekilas juga mendengar percakapan para doesn itu dan melihat finley mulai lagi terganggu pikiran nya, mengambil tindakan nya dengan mengambil tugas dari tangan nya finley lalu memberikan tugas itu kepada dosen, berpamitan , pergi membawa finley.


"gak usah jadi pikiran fin" kata egi dengan ragu ragu


"bukan urusan gue lagi gi" jawab finley yang terdengar biasa -biasa saja bila di mulut


namun jawaban finley itu membuat egi merasa tenang , handphoone finley pun berdering setelah nya yang itu adalah panggilan dari yera.


"siapa?" tanya egi singkat yang finley balas dengan menunjukkan handphone nya ke muka egi


"angkat dulu siapa tau penting" sambung egi


finley kemudian mengangkat telfon dari yera itu, tetapi suara di telfon terdengar sangat riuh dan bising hingga egi pun juga bisa mendengar keributan itu seakan keluar langsungdari ponsel finley saat ini.


setelah mendengar keributan itu finley langsung mematikan ponsel nya lalu bertatap sebentar dengan egi dan langsung meluncur pergi ke kantor. tak hanya mendaapat telfon dari yera handphone finley juga terus berdering dan panggilan itu dari syam juga dari harris.


dengan kecepatan maksimal nya finley menyetir sampai, untunglah jalanan pada hari itu bersahabat tidak macet jadi finley bisa dengan cepat sampai ke kantor nya walaupun jarak dari kampus nya ke kantor tak terlalu jauh.


sesampainya di depan Fgame yang sudah di kelilingi para gengster bertopeng ,polisi keluarga harris namun tak ada levi karena luka nya masih belum sembuh sepenuhnya dan juga reporter. finley hendak langsung keluar dari mobil itu namun di tahan oleh egi.


"lo yakin? luka lo belum sembuh total tuh" ucap egi khawatir finley akan terluka lagi akibat luka finley yang belum sembuh total itu.


saat finley keluar dari mobil nya para reporter langsung mengarahnkan kamera mereka ke arah finley dan juga para gengster bertopeng itu yang dengan tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam nya kepada finley, membuat semua orang disekitar terkejut menyerit bahkan karyawan wanita juga reporter mundur dari posisi awal mereka berdiri.


"tolong bilang ke bos lo om micho atau athalla, bila datang kesini jangan kerahin orang lain, bertopeng pula" dengan sifat keras nya finley tak diragukan lagi mengapa ia berani menjawab begitu meski sudah ada senjata yang mengarah ke diri nya.


"jangan sembarangan bicara, kami datang karena perusahaan ini tak memenuhi syarat yang sesuai saat di dirikan" ucap salah satu gengster tersebut


saat finley ingin angkat bicara lagi, harris datang bersama syam mengambil alih pembicaraan tadi


"tau apa gengster soal syarat pendirian perusahaan" ujar harris dengan lantang ke salah satu kamera yang menyala


"tunggu apalagi? usir para gengster ini" sambung harris mengarahkan anggota polisi keluarga nya.


perkataan harris itu langsung dikerjakan oleh para polisi itu dengan mengeluarkan pistol dari saku celana mereka masng -masing. saat itu para gengster yang hanya memegang senjata tajam yaitu pisau seketika mundur perlahan, tapi tiba- tiba salah satu anggota gengster paling depan mengeluarkan pistol juga dan langsung menembakkan nya ke arah finley.


*dorrr* satu peluru dilayangkan


semua di tempat kejadian terkejut dan melihat ke arah finley yang sudah mengeluarkan banyak darah, saat itu pula gengster melarikan diri menaiki mobil van hitam tanpa plat nomor. polisi mengejar para gengster yang melarikan diri itu. sedangkan para sahabat finley dan syam terlebih lagi menghampiri finley yang bergelumuran darah.


harris menelfon ambulans sesegera mungkin untuk finley yang tak lama ambulans itu pun datang membawa finley. semua orang cemas termasuk syam yang sangat terpukul karena hanya finley lah satu satunya keluarga yang dia miliki.


 


 


 


 


I CAN'T CONROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (instagram)