I Can'T Control Myself

I Can'T Control Myself
Athalla?



Pagi harinya, Egi mengajak ketiga sahabatnya untuk berkumpul diruangannya sebelum jam kantor dimulai untuk membahas tentang akun yang selalu memberi pembelaan pada finley di situs web dan media sosial seperti yang telah egi dan vika ketahui bahwa pemilik akun itu dideteksi berlokasi di song technology dan hal itu sangat tidak wajar sebab pertikaian antara Fgame dan song itu menjadi sebuah peperangan pula bagi karyawan di kedua perusahaan itu.


"menurut kalian ini siapa kira-kira?" tanya egi pada ketiga sahabatnya itu


"athalla?" jawab samuel spontan dan terang-terangan.


melihat mereka bertiga bingung, samuel pun menjelaskan secara rinci sebab ia mengatakan kalau pemilik akun itu adalah athalla.


"naufal kemarin bilang athalla tiba-tiba berubah jadi baik semenjak om micho juga tiba-tiba memberikan kalian kontrak kerja sama di saat dulunya perusahaan kalian bertentangan" jelas samuel


"tapi apa mungkin karena kontrak kerja sama itu ada salah satu dari mereka yang berubah menjadi orang baik atau itu sean" ujar naufal seketika teringat pada sean yang notabennya paling waras di antara athalla dan teman-temannya.


"oh iya, mungkin itu sean karena dia juga udah ngirim CV ke gue" sambung finley teringat atas perubahan yang telah di tunjukkan sean padanya.


"tapi menurut gue, orang itu athalla" samuel mempertegas pemikirannya.


mereka semua yang harus kembali bekerja karena jam kerja telah tiba, kembali ke ruangan masing-masing tetapi masih memecahkan teka-teki mengenai orang yang mempunyai akun tersebut.


sementara di song technology, semua orang kembali bekerja seperti sebelumnya karena bantuan dana dari harris membuat perusahaan athalla itu semakin maju lagi tapi masih berada di posisi bawah Fgame.


Alfi yang berdiri di depan pintu kantor seperti sedang menunggu kedatangan seseorang. ia berdiri sembari memainkan handphone nya untuk mencari berita yang masih trending selama dua hari ini sampai ia berhenti melihat handhphone karena orang yang ia tunggu telah datang.


Orang yang ditunggu Alfi sedari tadi ialah Harris bersama dengan sekretaris nya untuk membahas kontrak penyerahan dana sebesar 45% pada Song technology dan Alfi pun membawa harris menuju ke ruang rapat yang di sana athalla sudah menunggu nya.


"selamat pagi om" sapa finley saat melihat harris datang memasuki ruangan rapat itu.


" silahkan duduk om" sambung athalla setelah berdiri dan membungkuk tanda memberi salam pada harris


Harris pun duduk dan di suguhi secangkir kopi dan satu berkas kontrak penyerahan dana pada song technology disaksikan oleh Alfi juga selaku Wakil CEO song technology.


setelah menyelesaikan kontrak nya harris segera pergi karena masih ada urusan yang harus ia selesaikan.


"terima kasih banyak om, atas semuanya" ujar athalla merasa sangat di berkati oleh adanya harris sebagai malaikat penolong baginya


"berusahalah menjadi yang lebih baik lagi, posisi tidak penting di dunia ini. orang hanya akan melihat kebaikanmu saja bukan prestasi" kata harris sembari tersenyum dan memegang bahu athalla


Sedikit kebaikan yang harris lakukan pada athalla itu membuat athalla mengurungkan niatnya untuk menyakiti vallerie hanya karena masalah pribadinya dengan finley dan athalla pun berniat mengingkari janjinya pada yera yang akan membuat vallerie sakit hati.


Saat athalla keluar dari ruangan rapat itu, semua karyawan berkumpul di depan pintu menunggunya


"good job bos" semua karyawan bersorak untuk keberhasilan athalla begitu pula dengan Alfi,sean dan joseph yang berdiri paling depan dengan mengacungkan dua jempol mereka untuk sahabatnya itu.


athalla yang masih melihat jelas harris masih berdiri di dekat pintu keluar sambil tersenyum melihat ke arah nya membuat hati keras seorang athalla merasa sangat tersentuh, kembali tersenyum kearah semua orang yang berada di dekatnya.


sedangkan vallerie yang berada di mobil yang sama dengan harris


"lama kali dad" ujar vallerie yang melihat harris baru kembali dari kantor athalla itu


"semoga dia juga bisa cepat berdamai dengan finley" guman harris sembari tersenyum cerah


mobil harris melaju menuju tempat pemotretan vallerie hari itu, walaupun cuaca sedang mendung tetapi hati harris terasa sangat cerah entah mengapa ia merasakan kesejukkan dalam hati nya selama perjalanan menuju tempat pemotretan itu.


sembari perjalanan mereka membahas soal pernikahan vallerie dan finley yang akan berlangsung kurang lebih 3 minggu lagi itu, semua urusan tentang pernikahan telah di handle semua oleh harris bersama syam yang bertujuan agar vallerie dan finley bisa fokus saja pekerjaan mereka masing- masing.


vallerie hanya diam saat harris sibuk membicarakan tentang pernikahan mereka itu, vallerie malah kembali teringat kejadian ia dan finley tadi malam yang membuat nya merasa malu pada dirinya sendiri tetapi di sisi lain ia memikirkan tentang alasan finley tidak setuju dengan pernikahan ini disaat mereka berdua saling mencintai satu sama lain.


pernikahan yang vallerie tau hanya di saat kedua orang lelaki dan wanita saling mencintai dan tak peduli lagi pada hal lain tapi mengapa sikap finley seperti menolak.


sesampainya mobil harris di lokasi pemotretan itu, vallerie pun berpamitan dan turun dari mobil itu.


hendak berjalan memasuki gedung itu, langkah vallerie terhenti saat ia melihat finley yang berdiri di hadapannya.



"fin? kenapa ada disini?" tanya vallerie bingung melihat adanya finley di lokasi pemotretannya itu


"jadi model pria nya" jawab finley singkat


saat vallerie masih terdiam bingung akan semuanya, fotografer agensi vallerie memanggil vallerie agar dapat berganti pakaian agar pemotretan dapat segera dilakukan.


finley pun menarik tangan vallerie yang masih bingung itu masuk ke dalam ruangan ganti dan vallerie pun hanya mengikuti alurnya bagaimana.


"kenapa kamu bisa jadi model nya?" tanya valleri membutuhkan sebuah jawaban yang jelas dari finley


"kamu gak tau, aku sama egi pernah jadi model untuk perusahaan game tahun lalu?" jawaban finley terperinci dengan jelas


karena mereka kebanyakan mengobrol, fotografer itu langsung saja menentukan pose mereka berdua agar pemotretan bisa cepat selesai, tak hanya itu, fotografer itu sebenarnya sangat kesal pada finley sebab model pria yang awalnya shoot bareng vallerie iitu mengomel pada dirinya yang fotografer tu sendiri di perintah atasannya untuk mengganti model pria sebenarnya dengan finley agar majalah mereka bisa laku keras.


itulah cerita asli dari jadwal pemotretan itu, agensi vallerie sebenarnya mencari keuntungan dari berita finley dan vallerie yang sedang trending hampir beberapa hari itu dan untungnya finley menyetujui hal itu tanpa berpikir panjang.


selesai pemotretan mereka berdua melihat hasil foto nya tadi sementara fotografer itu langsung pulang tanpa banyak cakap.


ketika mereka hanya tinggal berdua disana seketika atmosfer diam muncul karena keduanya teringat akan kejadian tadi malam. vallerie yang muka nya kini memerah dan finley yang tak berani menatap ke vallerie membuat suasana hening diruangan yang besar itu.


 


 


 


I CAN'T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa