
Hani terlihat linglung di perkumpulan orang,dia tadi jelas melihat ada elvano di sekitar perkumpulan itu.tapi sekarang yang dia lihat hanyalah orang-orang asing yang tak di kenalnya.
reyhan dan Azka yang melihat itu hanya dapat menatap dari kejauhan,tanpa melakukan pergerakan apapun.
Hani kembali duduk di tengah reyhan dan azka yang sedang memakan cemilan ringan yang mereka bawa di perkemahan kemarin.
"ada apa tadi?"tanya Azka sambil mengunyah cemilannya.
"hanya salah orang."jawab Hani, merebut cemilan Azka yang membuat Azka hanya dapat pasrah dan membuka cemilan yang lain untuknya.
"biasanya kamu tak pernah salah orang,tumben."sela Reyhan melihat ke arah pantai tanpa melihat kearah Hani sedikitpun.
hal yang mampu membuat Hani kesal dan membuatnya langsung menarik telinga Reyhan dengan keras.
"salahku apa coba?jangan cuek jadi cowok..."ucap Hani mulai menarik rambut Reyhan kesal.
"akhhh Hani sakit lepas...eh Azka kenapa hanya melihat,bantuin Napa sih."teriak Reyhan kesakitan,dan hanya di tanggapi suara kikihan dari Azka.
"rasain makanya jangan macam-macam,orang kesurupan juga bukan pengennya gitu."ucap Hani yang sekarang menekan hidung Reyhan,yang membuat Reyhan semakin berteriak karena tidak bisa melawan sama sekali.
"iya biasanya juga gak kesurupan,kenapa sekali kesurupan menggila begitu hah?"teriak Reyhan yang hanya bisa memegang tangan Hani mencoba melepaskan.
"mana aku tahu goblok kalau arwahnya bisa centil begitu."jawab Hani melepaskan tarikan nya,dan menatap tangannya yang terdapat banyak rambut reyhan di sana.
"aduhh kepalaku rasanya mau copot, kira-kira lah."sentak Reyhan kesakitan,dan syok melihat helaian rambutnya ada di tangan Hani.
"wahh...maaf aku pikir tadi aku menariknya cukup pelan."ucap Hani di bersiap untuk melarikan diri dari pembalasan Reyhan padanya.
"jangan harap dapat melarikan diri."Reyhan mulai bergerak saat melihat Hani berlari menjauh darinya,di ikuti Azka yang memegang kamera untuk merekam aktivitas mereka.
👻👻👻
duduk menatap semua orang yang terlihat sangat bersemangat di hadapannya,dia hanya bisa diam dengan penuh kebingungan akan yang terjadi padanya.
seseorang yang mengatakan bahwa dia masih hidup membuatnya memiliki keinginan untuk hidup sangat besar,dan masalahnya dia sama sekali tidak tahu apakah dia benar-benar masih hidup atau sudah mati.
dia adalah elvano,yang selama ini hanya dapat mengikuti Hani secara diam-diam.
dia sama sekali belum mendapatkan petunjuk jika dia masih bernyawa yang membuatnya tak tahu harus berbuat apa dan hanya bisa mengikuti Hani Dangan bersembunyi.
👻👻👻
keesokan harinya mereka semua sudah sampai di rumah sedangkan sekolah mereka di liburkan selama 2 hari hanya terkhusus untuk angkatan mereka.
Reyhan Azka dan Hani sekarang sedang memasak di dapur dengan kemera yang di nyalakan sengaja untuk merekam aktivitas,sebenarnya Azka sudah banyak memposting Vidio mereka di media sosial dan sangat banyak yang menanggapi baik postingan mereka.
"ehh angkat itu nanti gosong,aduh gimana sih?"Hani benar-benar di buat geram oleh tingkah kedua temannya yang tak pintar dan juga tak bodoh ini,pekerjaan mereka yang berantakan membuatnya hanya bisa mengurut dada.
"gak bisa hani,minyaknya loncat kena tangan nih."Azka beralasan sambil mengusap-usap tangannya yang memang tadi sempat terkena cipratan minyak.
sedangkan reyhan yang sedang memotong sayur hanya dapat melirik sekilas kearah kearah azka,kasihan.
Hani memegang kamera yang memang dari tadi dia arahkan ke kedua temannya untuk merekam aktivitas keduanya,dan hal hasil dapurnya menjadi lumayan berantakan karena Azka yang bergerak histeris karena minyak yang loncat-loncat persis yang dia katakan.
"sudahlah,ambil nih kamera biar aku yang masak."ucap Hani mengambil alih pekerjaan temannya.
menatap kearah Reyhan dengan tampang lesu sebab bentuk sayur yang seperti daging cincang tak beraturan di hadapannya.
Reyhan dan Azka memilih duduk di hadapan Hani menatap pekerjaan Hani yang terlihat teliti,dan jangan lupakan kamera yang Azka arahkan ke Hani.
"selesai ayo makan..."teriak Hani semangat karena sebenarnya perutnya sangat kelaparan dari tadi apa lagi melihat cara Azka dan Reyhan memasak membuatnya benar-benar tak tahan dengan rasa laparnya.
setelah makan barulah Azka dan Reyhan pulang ke rumah mereka masing-masing dan tinggallah Hani di rumahnya sendirian.
👻👻👻
malam yang sangat gelap,di iringi hujan deras Hani duduk di atas kasurnya menatap kearah jendela kamarnya memperhatikan rintik-rintik hujan yang turun.
sangat dingin membuat Hani hanya bisa memeluk dirinya sendiri,menatap ke sekeliling kamarnya yang masih bercahaya terang karena memang lampunya belum dia matikan.
sampai ketika suara gemuruh petir membuatnya memejamkan matanya sekejap,tapi anehnya saat dia membuka mata semuanya tiba-tiba menjadi gelap gulita.
Hani langsung menatap ke luar jendela,ternyata dia menemukan secercah cahaya.
ternyata lampu mati dan Hani memilih untuk tidur tapi lagi-lagi suara gemuruh sangat keras membuatnya menutup seluruh tubuhnya dengan selimut,hanya beberapa saat sampai dia membuka kembali selimutnya karena tak bisa bernafas dengan teratur.
Hani malah mendengar suara-suara berisik lainnya selain gemuruh petir yang membuatnya benar-benar tak bisa berpikir jernih hanya dapat menatap sekelilingnya dengan waspada.
sampai ketika barang-barang di sekitarnya mulai berjatuhan saat itulah Hani benar-benar di luar kendali,di saat matanya tak bisa melihat dengan jelas membuatnya hanya dapat memikirkan satu hal yaitu lari keluar dari kamarnya.
Hani mulai meraba raba keadaan sekitar nya,sekiranya ingat dengan bentuk rumahnya saat itulah Hani dengan sekuat tenaga lari menuju pintu keluar setelah sampai di depan pintu keluar Hani hanya dapat terpaku menatap keluar karena hujan yang deras dan disertai gemuruh petir.
dengan lesu Hani terduduk diam hanya beberapa saat sampai suara barang berjatuhan lagi membuatnya hanya bisa berteriak sekuat tenaga dengan tubuh bergetar hebat.
👻👻👻
Bersambung...