I can see you

I can see you
part 21



Hani berbalik melihat kearah azka yang masih gemetar ketakutan,dia heran kenapa bisa lelaki itu sangatlah penakut atau memang dia yang sudah terbiasa?


"sudah Azka dia sudah pergi,ayo berdiri jangan takut."ucap Hani mengulurkan tangannya kearah azka yang langsung di sambut olehnya.


"i---ini pertama kali buat ku,biasanya aku hanya merasakan auranya saja tapi sekarang malah di tunjukan wujudnya."jelas azka mengandeng tangan Hani erat.


"iya aku tahu,sekarang kamu duduk di situ aku mau ke atas dulu."Hani menunjuk sofa di depan televisi yang masih menyala.


"a---aku ikut."ucap Azka terlihat tak ingin lepas dari Hani.


"terserah lah."tak ingin ambil pusing Hani membiarkan Azka mengekornya ke atas.


sampai ke ke kamarnya Hani langsung mengambil hairdryer untuk mengerikan rambutnya yang masih basah dan sesekali melirik kearah azka yang kini sedang duduk di atas sofa kamarnya,terlihat ketakutan menatap liar kiri kanan seakan dia sedang di ikuti saja.


'anak ini beneran ketakutan ternyata.' batin Hani kembali fokus mengeringkan rambutnya.


"sudahlah jangan terlalu di pikirkan,tidak ada yang akan mengganggu mu."ucap Hani selesai mengeringkan rambutnya dan memilih keluar dari kamarnya dan tentunya di ikuti Azka di belakangnya.


"aku sudah mencoba melupakan,tapi malah semakin teringat."gumam Azka pelan sambil mengusap wajahnya.


"lebih baik sekarang kamu mandi,bau badan kamu sudah gak bersahabat lagi."Hani mengibaskan tangannya seperti mengusir bau-bau tak sedap di sekitarnya.


"gak berani."Hani menatap Azka tak percaya,jawabannya seakan bagaikan petir menyambar di siang bolong,lebay memang tapi memang begitulah rasanya.


"oh ayolah azka,apa yang kamu takutkan?"Hani berteriak frustasi dengan sikap Azka yang menurutnya sudah mulai menyebalkan.


Azka berjalan dengan enggan menuju kamar mandi yang ada di kamar tamu,kamar yang selalu di tempati dia dan Reyhan.


sepertinya Azka dari hadapannya Hani langsung melangkah menuju dapur dan mulai masak untuk makan malam mereka berdua.


👻👻👻


wajah Azka terlihat pucat sambil mengaduk-aduk makanan yang telah di sajikan,Hani masih memantau Azka yang terlihat lesu di hadapannya membuat perasaan khawatir menggerogoti dirinya.


"hei kenapa Hem...dimakan Azka."Hani mulai melembutkan suaranya sambil terus memperhatikan orang di hadapannya.


perlahan tapi pasti Azka mulai memakan makanannya sehingga Hani dapat sedikit merasa lega, setidaknya ini masih normal menurut nya.


setelah makan Hani mencuci piring kotor sedangkan Azka memilih tiduran di atas sofa dan tak berbicara sedikit pun padanya.


"ah anak satu ini seperti putus cinta saja."ucap Hani mulai melangkah ke tempat Azka berada.


pandangan iba menghampiri Hani saat Azka tidur meringkuk di atas sofa dengan menggelengkan kepalanya,dia sedang bermimpi buruk.


pelan tapi pasti Hani mengangkat kepala Azka supaya dia dapat menduduki sofa dan meletakkan kepala Azka di pangkuannya,sambil sesekali mengusap pelan kepala azka mencoba menenangkannya dari mimpi buruk.


dan tak terasa Hani malah ikut tertidur dengan posisi kepala menyandar di kepala sofa dan kepala Azka di pangkuannya.


👻👻👻


baru saja sampai di rumah Hani,dia malah di kejutkan dengan pemandangan romantis yang mampu membuatnya panas dingin melihat hal itu.


"ada apa dengan mereka berdua..."ucap elvano mendekap tangannya di depan dadanya,tak suka.


sekarang pukul satu dini hari,elvano memilih duduk di samping sofa tepat di sebelah sofa yang ada Hani dan Azka yang terlihat bermesraan,setidaknya begitulah pendapat elvano.


"menjengkelkan sekali."lagi-lagi elvano bersuara frustasi.


Hani bergerak dalam tidurnya sehingga tatapan elvano langsung terfokus padanya.


"aduh panas sekali."ucap Hani bergerak memegang pangkuannya yang langsung membuatnya menyentuh kepala azka.


"panas."ucap Hani panik, menyentuh dahi Azka yang seakan berapi di atas pangkuan nya.


sadar dirinya tak sendiri,Hani langsung melayangkan tatapannya pada elvano yang kebetulan juga menatapnya.


"kenapa?"tanya elvano menaikan satu alisnya, menunggu hani berbicara.


"masuk tubuhku sekarang."perintah Hani membuat elvano semakin mengerutkan dahinya tak mengerti.


"apa?"tanya elvano ingin Hani memperjelas ucapannya.


"masuki tubuhku sekarang lalu angkat azka ke ranjang di kamar tamu."jelas Hani membuat elvano menatap Hani ogah-ogahan.


"kenapa aku?"protes elvano.


"terus aku gitu?emang kamu pikir aku kuat?"Hani semakin di buat frustasi oleh elvano,apa salahnya di langsung saja menurut tanpa harus memperpanjang Masalah coba?


"yang benar ajalah."ucap elvano tak urung melangkah ke arah hani,bersiap memasuki tubuh Hani.


"aduh gimana ngangkatnya coba."setelah berada di tubuh Hani,elvano malah di buat bingung bagaimana cara mengangkat tubuh Azka yang memang dari pandangannya di tubuh Hani,Azka benar-benar terlihat sangat berat.


dan dengan tidak berperasaannya Hani alias elvano langsung mendorong kepala Azka dari pangkuannya membuat Azka langsung jatuh ke lantai.


"nah ginikan terlihat lebih mudah."ucapnya berjongkok dan langsung mengangkat Azka,kalau di lihat dari pandangan orang biasa maka tubuh mungil Hani lah yang mengangkat Azka,terlihat menyeramkan memang.


tapi jika dalam pandangan orang yang memiliki keahlian khusus,maka elvano lah yang mengangkat Azka.


sesampainya di hadapan ranjang,sekali lagi elvano berbuat kejam dimana dia langsung menghempaskan tubuh Azka di atas ranjang sampai-sampai terdengar suara rintihan kecil dari Azka.


'awas kau El...' batin Hani,yang memang setiap gerak gerik perlakuan elvano masih dalam kesadaran dan pengawasannya.


👻👻👻


Bersambung...