
sudah dua hari lamanya Hani mengunjungi rumah elvano, rumah itu selalu tertutup seakan tak ada penghuni di dalamnya. padahal Hani sudah menekan bel rumah berulang kali tapi tak kunjung ada yang membuka pintunya.
"kemana ya orangnya?" Hani mengecek ponsel dan tidak terdapat notifikasi apapun di sana.
apakah elvano menjauhinya, tapi kenapa? pertanyaan demi pertanyaan memenuhi kepala Hani, sekilas tentang kemarin kembali melintas di kepalanya.
"apakah dia baik-baik saja?" gambaran kecemasan terukir jelas di wajahnya, apalah daya Hani yang sama sekali tidak bisa melakukan apapun sekarang ini.
"sudahlah, besok kesini lagi." ucapnya, berlalu meninggalkan rumah elvano.
sedangkan di sisi lain, elvano memperhatikan semua yang di lakukan Hani selama dua hari ini, wajahnya terlihat pucat pasi akibat tidak dapat lepas dari masa lalu, yang dia butuhkan sekarang adalah menjernihkan kembali pikirannya tapi sayang hal itu terasa sulit baginya.
"sebenarnya apa yang sedang aku lakukan?" lirih elvano kembali berbaring di atas ranjang.
👻👻👻
"lagi-lagi kolam renang hotel Surya menelan korban, korban adalah seorang anak berumur 10 tahun. Ada misteri apakah di kolam itu? Mari kita simak beberapa hal mistis yang di alami pengunjung..."
suara televisi terdengar di penjuru ruang tamu, terdapat Azka dan Reyhan yang terlihat serius menonton tayangan berita yang sedang banyak di perbincangkan.
Hani terlihat sibuk mengerjakan tugas kuliahnya, menjadi menghentikan gerakan tangan dan tersenyum kecil saat pikirannya yang suntuk tiba-tiba muncul sebuah ide yang dia rasa brilian.
"Reyhan Azka..." merasa terpanggil, keduanya langsung menatap Hani dengan tampang bingung.
"ada apa?"Reyhan melirik sekilas pada Hani dan kembali menatap televisi yang sedang seru-serunya.
"kita liburan yuk..." ucap Hani terlihat semangat, seperti mendapat lotre azka dan reyhan langsung berteriak mengiyakan ajakan yang langka dari Hani.
"ayok, langka banget ngajakin liburan.."
"ayoklah berangkat.."
"oke kita akan liburan dua hari di hotel Surya..." dengan entengnya Hani menghancurkan semangat dari kedua temannya, benar-benar kejam.
"ini mah namanya bukan liburan, tapi mengantar nyawa." gumam Azka lesu.
👻👻👻
Hani azka dan reyhan, sudah sampai di dalam hotel. tepat pada malam hari mereka sudah berada dalam kamar hotel masing-masing. Hani yang penasaran dengan berita-berita yang ada di televisi tentang kolam berenang yang sering memakan korban, dengan nekat Hani menghampiri kolam itu.
angin berhembus pelan membelai rambut Hani yang menatap lurus pada kolam yang sangat sepi pengunjung, mungkin karena hari yang sudah larut membuat orang-orang tak berani berada di sana.
"tidak ada yang aneh dengan kolamnya." ucap Hani yang benar-benar meneliti kedalaman kolam, sama sekali tidak ada yang aneh dengan kolam itu.
"haruskah aku berenang?" Hani menggelengkan kepalanya saat merasakan hawa dingin yang membuat badannya menggigil kedinginan, sepertinya berenang bukanlah pilihan yang bagus.
"mungkin besok saja." gumam Hani dan berbalik badan menjauhi kolam, tapi baru beberapa langkah sebuah suara membuatnya terdiam di tempat.
"eh?" hani berbalik, dalam diam dia memperhatikan seorang wanita berenang bolak balik dari ujung ke ujung kolam, terlihat sangat menikmati aktivitasnya.
bahkan tidak mempedulikan Hani yang memperhatikan semua gerak geriknya, apakah itu beneran orang?
"itu beneran orang kan?" Hani kebingungan saat melihat wanita yang terlihat hidup di hadapannya, Hani mempertajam penglihatannya mencoba mencari keganjilan.
"permisi..." bagaikan di siram air dingin, Hani langsung menyentuh dadanya yang berpacu seperti sedang berada di arena balap motor, eh mungkin lebih cepat dari itu.
seorang lelaki berperawakan tinggi, memakai jas layaknya orang kantoran menatap Hani bertanya-tanya, ya mana ada orang yang berani mengunjungi kolam setelah adanya korban, apalagi jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
"apa yang mbak lakukan malam-malam di kolam?" tanya lelaki itu, Hani tersenyum dan menjawab dengan santai.
"saya sedang mencari udara segar pak." jawab Hani mengeratkan switer yang dia pakai, Hani melirik sekilas pada wanita yang dia lihat tadi, ternyata wanita itu masih menetap di sana dengan posisi tubuh terapung.
"hmm, apa bapak melihat seseorang yang berenang di kolam?" Hani bertanya untuk memastikan penglihatan matanya, tapi saat melihat wajah lelaki yang ada di hadapannya memucat barulah Hani tahu, ternyata itu arwah gentayangan.
"maksud mbak?" tanyanya dengan ekspresi kaku, terlihat sekali bahwa dia ketakutan mendengar pertanyaan dari hani.
"ah sepertinya memang hantu ya." gumam Hani yang masih dapat di dengar oleh lelaki itu yang menatap Hani sangat serius.
"mbak melihat apa?" walaupun ketakutan lelaki itu masih penasaran akan yang di lihat Hani, sepertinya Hani mendapatkan pekerjaan baru kali ini.
"oh hanya sesuatu tak kasat mata." sesantai mungkin Hani tersenyum dan melewati lelaki itu tanpa berkomentar apapun lagi, tapi dia langsung berbalik kembali.
"mau saya bantu membersihkan hal negatif?" pertanyaan Hani sontak membuat lelaki yang awalnya melirik kiri kanan langsung menatap Hani kembali dengan wajah berkerut tak paham.
"maksud anda?"
"mungkin ini terdengar tak masuk akal, tapi sepertinya saya tahu kenapa kolam ini selalu memakan korban, mau saya bantu?" lagi-lagi Hani bertanya, dan ekspresi lelaki itu kembali terlihat kebingungan.
"bagaimana caranya?"
"rahasia, jadi bagaimana?" Hani tersenyum manis sampai-sampai matanya melengkung sempurna, hal yang membuat lelaki itu semakin penasaran dengan maksud ucapan Hani.
"baiklah, tolong hilangkan hal negatif yang ada di sini."
"tapi tidak gratis tentunya." lelaki itu menaikkan sebelah alisnya, hal yang membuat Hani tertawa pelan, sepertinya lelaki itu berpikir buruk tentang dirinya.
"saya lihat dulu bagaimana cara kerja anda." ucapnya dengan nada datar.
"baiklah, besok pagi-pagi sekali datanglah ke kolam." Hani langsung berbalik badan, meninggalkan lelaki yang berjalan cepat menyusul Hani, sepertinya lelaki itu ketakutan.
👻👻👻
Bersambung...