
hari ini Hani masuk ke sekolah bersama dengan elvano yang menjaganya jika ada sesuatu yang tak terduga seperti kemarin.
setelah berpikir semalaman Hani seakan dapat mengetahui sesuatu tentang apa saja pesan dari setiap ucapan boni pada saat dia di merasukinya.
sekarang mereka berada di kantin dan memilih tempat duduk paling pojok karena Hani mengatakan akan berkomunikasi dengan Boni yang menurutnya memang harus dia lakukan.
"bagaimana hani?kamu melihat keberadaannya?"tanya Azka sambil mengaduk jus jeruk di tangannya,mencoba untuk stay cool.
Hani menatap sekelilingnya dengan liar tapi tak melihat akan tanda-tanda adanya Boni,sedangkan elvano hanya dapat geleng-geleng melihat Hani tak menyadari sesuatu.
"kenapa dengan mu El?"tanya Hani memergoki elvano menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"coba pejamkan matamu rasakan di mana keberadaannya,sebenarnya dia sangat dekat denganmu."ucap elvano memberi instruksi.
sebenarnya elvano tahu jika Hani masih belum mengembangkan kemampuannya sehingga kemampuannya hanya begitu-begitu saja tanpa ada perkembangan apapun.
Hani menuruti perkataan elvano, memejamkan matanya dan...
"wahh."ucap Hani tiba-tiba dan langsung membuka matanya lebar menatap ke semua temannya.
"ada apa Hani?"tanya Reyhan yang memang dari tadi hanya memperhatikan tanpa berucap apa pun.
"wah masa iya?"tanya Hani lagi menatap elvano yang sekarang mengangguk mengiyakan apa yang Hani lihat.
perlahan tapi pasti Hani melihat sekelebat bayangan yang memang menetap pada satu tubuh yang duduk bersama sekumpulan temannya dan anehnya orang itu hanya duduk menunduk tak berbuat apapun.
masih ragu Hani langsung memegang bahu orang itu yang di tanggapi senyuman lebar oleh orang yang Hani pegang bahunya.
"ketahuan ya?"ucap orang itu halus yang membuat Hani juga ikut tersenyum padanya menatap matanya seakan mencoba berbicara padanya.
'aku ingin berbicara baik-baik,apakah kamu bisa?' batin Hani menatap kearahnya yang juga menatapnya.
👻👻👻
hani duduk berhadapan dengan Boni sekarang dan anehnya Hani malah memilih lokasi di lantai paling atas tempat Boni meloncat.
pastinya tidak sendirian,ada Reyhan dan azka di belakang,tentunya ada elvano di sampingnya yang tetap siaga kapanpun.
"apakah kamu bisa cerita?"tanya Hani menatap kearah Boni yang juga menatapnya,entah kenapa hari ini dia jadi sangat sering tatap menatap sekarang.
"sebenarnya aku dapat melihatnya Hani,tapi jika kamu ingin melihatnya secara langsung kamu dapat menggenggam tangannya."elvano berbisik di telinga Hani membuat Boni mengarahkan matanya kearah elvano tidak suka.
tanpa berfikir dua kali Hani langsung memegang tangan Boni yang entah kenapa membuat Hani langsung mendapat cerita tanpa di minta,cerita itu seakan mengalir begitu saja di benak Hani.
seperti mendapat isyarat dari Hani untuk mendekat,Reyhan dan Azka langsung mendekat kearah hani yang duduk sambil menatap kearah mereka.
"hei ada apa Hani?"tanya Reyhan menyadari wajah Hani sedikit pucat.
"aku rasa kita harus menangkap seseorang,tapi masalahnya kita tak punya cukup bukti."ucap Hani menatap kearah kedua temannya yang sekarang menatap hani penuh tanda tanya.
"aku punya buktinya."ucap Boni menunduk dan perlahan mengangkat kepalanya menyeringai menyeramkan.
👻👻👻
berdiri di depan rumah yang lumayan megah terlihat sangat nyaman,mereka berempat.eh bukan,berlima bersama boni.hani menatap kearah rumah itu ragu-ragu,entah dia harus masuk atau tidak tapi karena mendapat persetujuan dari Boni yang menyuruhnya cepat masuk membuat Hani mau tak mau menekan bel.
yang keluar adalah wanita paruh baya yang menatap mereka penuh tanya,seperti kebingungan.
"ada yang bisa saya bantu?"tanya ibuk itu tersenyum rapuh di hadapan mereka.
"ah begini buk,saya temannya boni dan kami di sini bermaksud mengambil laporan kelas yang masih ada bersama Boni buk,jadi kami di suruh guru kami untuk membawanya buk."ucap Hani yang entah kenapa alasan itu mengalir begitu saja dari mulutnya.
"jadi begitu,silahkan masuk nak."jawab ibuk itu yang tak lain adalah pekerja rumah tangga di rumah Boni.
mereka berempat langsung mengarah ke kamar Boni yang katanya ada bukti yang dia simpan di sana,membuat mereka nekat mencarinya di sini.
"dimana?"tanya Hani pada boni saat mereka telah menginjakkan kakinya di kamar Boni.
Boni menunjuk kearah kolong bagian ranjangnya,membuat Hani mengangguk mengerti.dia langsung berlutut menunduk kebawah untuk mengintip apa yang ada di bawah ranjang itu.
tok tok tok
baru saja Hani akan mencoba mengintip ke bawah,suara ketukan dari luar membuatnya langsung menegakkan badannya bertindak seakan tak terjadi apa-apa.
"nak ini di minum dulu,kalian bisa bersantai-santai,bibi ke bawah ya."ucap bibi itu meletakkan nampan berisi tiga gelas susu hangat di atas meja belajar Boni.
setelah kepergian bibi Boni barulah Hani langsung bergerak mengambil sesuatu di bawah ranjang,Hani mendapatkan sebuah kotak tak terlalu besar.
dengan perlahan Hani membuka kotak itu yang isinya membuat Hani menatap boni dengan ekspresi terkejut.
"ini bukti yang cukup kuat."ucap Hani mulai mengeledah satu persatu isi di dalam kotak.
👻👻👻
Bersambung...