I can see you

I can see you
part 38



Hani menatap aneh Kevin yang duduk di tengah-tengah ruangan tamu yang beralaskan karpet hitam, dilengkapi dua gelas air putih di atasnya.


serta jangan lupakan makhluk halus yang ada di belakang kevin,seperti berjaga-jaga di keadaan sekitar.


"duduklah Hani,kamu butuh sedikit bantuan." Hani mengerutkan dahinya tak mengerti akan apa yang di maksud Kevin.


"bantuan apa?"Hani duduk di hadapan Kevin yang sekarang menatap Hani serius.


"kamu tidak bisa mengontrol dirimu sendiri,aku dengar kamu selalu saja kemasukan roh dengan paksa...dan mereka malah mengambil alih dirimu, bukankah begitu?" Kevin menjelaskan panjang lebar membuat kerutan di dahi Hani menghilang.


"kamu tahu banyak hal ternyata..." walaupun begitu Hani hanya bisa mengiyakan semua yang di katakan Kevin karena memang begitulah kebenarannya.


"kamu hanya perlu lebih banyak konsentrasi..." walaupun Kevin berbicara tentang konsentrasi,Hani hanya diam kebingungan sendiri menatap Kevin yang sekarang memejamkan matanya.


"apa yang kamu lakukan?"tanya Hani saat Kevin malah memejamkan mata cukup lama tanpa melakukan apapun.


"ikuti aku."ucapnya sambil memejamkan matanya.


walaupun ragu-ragu,Hani mengikuti instruksi dari kevin yang memejamkan mata,mereka sudah seperti pertapa yang biasanya ada di film yang berada di goa-goa.


"apa yang bisa kamu rasakan atau yang kamu lihat?"tanya Kevin yang menimbulkan kerutan di dahi Hani.


"tidak ada,hanya hitam."jawab Hani pasti,sedangkan makhluk halus yang di belakang Kevin hanya tertawa mendengar jawaban yang ucapkan hani.


"coba lebih konsentrasi Hani,rasakan aura makhluk yang ada di belakang ku." tegas kevin,sedangkan Hani malah mengepalkan tangan kesal sebab yang dia lihat hanya kegelapan.


"ah sial, sebenarnya kita ini sedang apa?" Hani membuka mata menatap Kevin kesal.


"ayolah Hani,kamu pasti bisa." Kevin menatap Hani sangat yakin, sedangkan Hani mengambil gelas di hadapannya dan meminum isinya hingga tandas.


"oke,kita lanjutkan." perlahan tapi pasti Hani kembali melakukan apapun yang di instruksikan oleh lelaki yang ada di hadapannya,seperti orang bodoh yang mengikuti permainan orang gila,pikir hani.


👻👻👻


"bagus..."


ini sudah dua hari mereka melakukan aktivitas yang aneh,bahkan Azka dan Reyhan yang baru saja datang ke rumah Hani di kejutkan dengan tingkah keduanya.


"sekarang kita lanjutkan dengan memilah arwah." hani kembali meneguk minumannya,ternyata latihan mengontrol kemampuannya sama lelahnya dengan berlari keliling lapangan bola kaki.


"aku benar-benar sangat lelah." Kevin yang mendengar keluhan Hani,hanya diam seakan tidak mendengar suara apapun.


"coba kamu lihat kedua temanku ini,mereka akan mencoba masuk ke tubuhmu dan tugasmu adalah menolak mereka,apa kamu bisa?" dengan tidak tahu dirinya,Kevin melanjutkan latihan dan menunjuk ke dua arwah di belakangnya.


"sekarang jam 1 jadi jam 4 nanti kita latihan lagi..." ucap Kevin dan meninggalkan Hani yang melongo menatap kepergian Kevin yang sangat ingin Hani hajar sekarang.


"manusia yang menjengkelkan."


👻👻👻


"sebenarnya Hani,siapa lelaki itu?" Hani dan kedua temannya duduk santai di depan televisi dengan berbagai cemilan di atas meja.


"maksud kalian kevin?" dia benar-benar lupa mengenalkan Kevin pada temannya,kemarin dia langsung mengajak Kevin membersihkan rumahnya dan mengantarnya ke kamar yang akan di pakainya.


"ya maksudmu siapa lagi..."Azka dan Reyhan menatap Hani meminta penjelasan,sangat kentara rasa ingin tahu yang menggebu di wajah mereka.


"Kevin sepupuku,sepupu jauh yang memiliki kemiripan denganku,dia itu juga bisa melihat makhluk halus." jelas Hani kembali mengunyah cemilannya berbentuk bintang di tangannya.


"ayo latihan lagi..." baru saja Reyhan akan mengeluarkan suaranya,tapi tertahan oleh suara Kevin yang mengajak Hani untuk latihan yang bahkan Reyhan dan azka saja tidak mengerti latihan macam apa yang dikatakan Kevin itu.


"yah udah jam 4 aja." Hani langsung berdiri, menghampiri Kevin yang sudah duduk rapi di atas karpet.


👻👻👻


Hani memejamkan matanya,tubuhnya seakan-akan di dorong keras.dia melakukan instruksi awal Kevin tadi,dia harus menolak makhluk yang akan masuk ke tubuhnya,tapi rasanya tubuhnya seakan di pukul habis-habisan.


'aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi...' batin Hani bergejolak,entah kenapa semua tenaganya seakan terkuras habis.


"dia sangat lemah tenyata..." Hani mengeluarkan suaranya yang seperti bisikan halus sedangkan Kevin hanya dapat menghembuskan nafas.


"begitulah,selama ini dia hanya menerima tanpa pernah belajar mengendalikannya." jawab Kevin menatap Hani sementara Hani menatapnya dingin.


"padahal auranya menarik,sayang belum bisa di kendalikan." lagi-lagi Hani mengeluarkan suara yang seperti bisikkan.


"kamu bisa keluar dari tubuhnya sekarang." ucapan Kevin cukup mempertegas suatu hal,bahwa teman Kevin telah berhasil memasuki tubuh Hani.


"oh ayolah."dalam sekejap,tubuh terkulai ke depan yang berhasil di tangkap Kevin yang langsung memberikan tatapan tajam pada temannya yang sudah berdiri di hadapannya.


"setidaknya kamu baringkan dia ke sofa dulu, setelah itu baru keluar.bukannya langsung keluar begini,untung kepalanya tidak terbentur..." omel Kevin yang membuat temannya menunduk meminta maaf.


👻👻👻


Bersambung...