I can see you

I can see you
part 14



Hani duduk dengan buku di atas meja membaca dengan serius di perpustakaan bersama Reyhan dan Azka yang terlihat sangat bosan memilih menumpukan kepalanya di atas meja tertidur.


sekian lama membaca Hani mengangkat kepala merasakan pegal di lehernya dan pemandangan di depannya membuatnya tersenyum dimana Reyhan dan Azka tertidur pulas dengan buku tertutup di samping mereka.


"dasar selalu begitu saat sudah berada di perpustakaan."ucap Hani memilih membiarkan kedua temannya yang tertidur.


sampai dia mengecek jamnya yang menandakan sebentar lagi akan masuk,membuat Hani mau tak mau membangunkan kedua temannya itu.


"Rey Azka bangun,bentar lagi masuk nih.."keduanya tak kunjung bangun membuat Hani mengangkat bukunya dan


PUKKK PUKKK


"bangunn bangunn sekolah..."ucap Hani sambil memukul kepala reyhan dan azka secara bergantian membuat mereka bangun mata terbuka lebar.


"dasar kebo."ucap Hani sambil berlalu meninggalkan kedua temannya.


👻👻👻


mereka berjalan dengan santainya menuju kelas mereka yang ada di lantai atas sedangkan perpustakaan mereka ada di lantai paling bawah.


BUUKKKK


AAKHHHH


baru saja beberapa langkah, mereka malah mendengar suara jatuh dan teriakan yang sangat keras.


Hani langsung membalik badannya melihat orang-orang yang mulai mengerumuni sesuatu yang tak Hani ketahui,dengan langkah perlahan Hani Azka dan Reyhan mulai melangkah mendekat.


di sana ada seorang wanita yang tergeletak mengenaskan penuh darah dan Hani kenal wanita itu,teman sekelasnya.


Boni teman sekelasnya yang beberapa hari lalu menjadi wanita yang sangat pendiam dan sekarang melakukan bunuh diri di sekolah.


Hani dapat melihat arwah boni tepat berada di sampingnya dan dia memilih untuk mengabaikan nya, polisi beserta ambulans mulai datang untuk melihat kejadian.


"bodoh."ucap Hani pelan membuat arwah boni menatap nya dengan mata nyalang setelah itu hani melangkah meninggalkan lokasi kejadian.


sekolah sangat heboh akan apa yang terjadi sehingga sekolah langsung di liburkan pada hari itu dan Hani kebingungan seakan ada yang aneh yang terjadi pada boni dan mencoba untuk mengabaikan apa yang dia pikirkan.


👻👻👻


3 hari kemudian...


sudah tiga hari sekolah di liburkan sedangkan Hani beserta temannya sudah berada di kelas masing-masing,berita horor banyak menyebar di seluruh penjuru sekolah mereka yang mengatakan bahwa boni bergentayangan di sekolah.


mereka tak ambil pusing tentang itu toh Hani belum melihat sosok Julia,ya jelas belum melihat kan selama ini memang mereka di liburkan makanya Hani belum melihatnya.


selama kelas di mulai mereka sangat serius dengan apa yang di jelaskan gurunya sampai ketika bel tanda istirahat membuat semua orang langsung ribut dan mendatangi tempat Hani duduk.


"Hani apakah kau melihat arwah boni?"


"bagaimana bentuknya?"


"apa dia ada di sini?"


Hani menatap satu persatu orang di hadapannya sangat heboh membuatnya pusing sambili menutup telinga,sedangkan siswa siswi di kelas lain juga malah ikut mengerumuni nya.


"untuk sekarang aku belum melihatnya dan bisakah kalian tidak menyebarkan berita-berita aneh."ucap Hani mulai berdiri ingin bergerak menuju kantin yang malah di ikuti yang lainnya.


'sepertinya mulai sekarang aku tak akan tenang.'batin Hani yang menatap sosok penuh darah berdiri di sudut kantin menatapnya datar dengan dendam.


'ah sial,dia malah menatap ku.' batin Hani yang mencoba mengabaikan tatapan permusuhan dari arwah boni yang sudah berada di hadapannya.


tak tahan dengan tatapan boni yang menusuk membuat Hani tak dapat menelan makanan nya dengan baik dan reyhan dapat menyadari gelagat Hani yang sedikit kaku sampingnya.


"hei ada apa dengan mu?wajahmu sedikit pucat."Reyhan menyenggol bahu hani berniat menyadarkan nya yang terlihat melamun.


"apa sangat kentara?"tanya Hani memegang wajahnya menatap Reyhan yang sekarang menatapnya serius membuat Hani langsung mendekatinya membisikkan sesuatu.


setelah berbisik pada Reyhan Hani juga berbisik pada Azka membuat mereka menatap kearah samping Hani secara bersamaan dan tentu saja mereka tak akan bisa melihat apa yang Hani lihat,hanya saja bulu kuduk mereka langsung merinding di buatnya.


"jadi rumor itu benar? bagaimana bentuknya?"bisik Azka masih menatap ke samping Hani yang memang sekarang di tempati boni menatap datar kearah mereka bertiga.


"terlihat...yah berlinangan darah dengan kepala yang berlubang matanya menatap tajam kita sekarang."jawab Hani menatap boni sekilas membuatnya langsung kehilangan nafsu makan.


"mengenaskan sekali dia,aku dengar-dengar hasil autopsi juga mengejutkan."mereka bertiga dengan beraninya bergosip tentang Boni di hadapannya boninya sendiri.


"apa yang mengejutkan?"tanya hani yang mulai di kuasai rasa penasaran.


"Boni hamil sudah dua bulan."jawab azka takut-takut dan sekilas melirik ke samping Hani,dan anehnya Hani sudah tak melihat Boni di sampingnya.


"kalian tak usah takut lagi,dia sudah tak ada di sini."ucap Hani kerena melihat wajah kaku temannya yang entah mengapa menggelitiknya.


"ah kalian lucu sekali."ucap Hani menyentil dahi Reyhan dan Azka dan beranjak meninggalkan kedua temannya.


"eh mau kemana?"teriak Reyhan saat Hani mulai menjauh dari hadapannya.


"toilet."jawab Hani singkat dan meninggalkan mereka.


sebenarnya Hani sangat penasaran apa yang terjadi pada boni sehingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dan ucap Azka tadi membuat Hani seakan tau penyebabnya.


sesampainya di toilet dia langsung mencuci tangannya kemudian wajahnya,dia seakan tak bisa berpikir jernih sekarang apa lagi dengan sosok yang ada di belakangnya.


"bicara lah,katakan masalah mu..."ucap Hani menatap sosok yang ada di belakangnya, tersenyum sinis seakan memiliki niat buruk.


👻👻👻


Bersambung...