
Aura yang sangat negatif menyeruak bebas di sekitaran kolam, Hani melihatnya dengan tatapan seram. Apa yang terjadi? seperti ada yang tidak suka akan kedatangannya.
Bagaikan angin yang berhembus kencang menerpa wajah Hani, membuat Hani memejamkan matanya dan dalam sekejap hawa dingin mengelilingi dirinya layaknya sedang mengintainya.
"apa itu?" gumam Hani saat melihat seberkas bayangan melewatinya, sangat berbeda dari biasanya. Bayangan itu seakan memancing Hani untuk terus mendekat pada kolam, anehnya Hani terus berjalan dan tanpa sadar sudah berada di pinggir kolam.
"apa yang kamu lakukan?" sentakan Reyhan membuat Hani kembali ke alam sadarnya, ah sepertinya dia di kendalikan.
"ada yang aneh di sini." lagi-lagi Hani berjalan menuju kolam, sekarang dia sangat sadar dengan yang dia lakukan, perlahan Hani mencelupkan kakinya di dalam kolam.
GREPP
Secepat kilat Hani kembali menarik kembali kakinya ke atas, hampir saja dia di seret masuk.
Suasana kolam memang masih gelap, sebab sekarang masih pukul 5 pagi. walaupun begitu pemilik hotel sudah berdiri memperhatikan semua gerak-gerik Hani yang memang terlihat sangat aneh dari pandangan orang biasa.
Hani bertindak sedikit berani, sekarang dia mencelupkan wajahnya ke dalam kolam, dia ingin melihat langsung dengan mata kepalanya.
"akkhh..." Hani berteriak lirih sebab suaranya terendam dalam air, kepalanya seketika di tarik ke dalam membuat Hani terasa sangat sulit bernafas.
Makhluk yang tubuhnya memerah di dalam air, bermata hitam pekat dan berambut panjang, itulah yang di lihat Hani.
Reyhan dan Azka yang memang berada di belakang Hani seketika berlari menarik Hani kembali ke atas, seketika Hani terduduk dan menarik nafasnya terburu-buru.
Hani menatap nyalang pada kolam, wajahnya terasa sangat perih. tangannya meraba wajahnya, benar saja ada bercak darah di jarinya.
"huh, Sepertinya ada yang berbuat buruk." Hani menatap pemilik hotel, seorang pria yang dia temui tadi malam adalah pemiliknya.
Hani meminta telpon pada Azka, dan menelpon Kevin.
"Halo..."
"Jika, ada makhluk bertubuh merah dan bermata hitam serta membunuh orang..apa itu?" Tanya Hani saat telepon terhubung.
"Itu makhluk panggilan, layaknya jin ataupun iblis." Jawaban Kevin membuat Hani memijit kepalanya, sebenarnya apa yang terjadi?
"Sepertinya aku bertemu itu sekarang, minta bantuannya." Ucap Hani dan mematikan ponselnya.
"ada apa?" tanya pria pemilik hotel dengan wajah bingung, dia benar-benar kebingungan akan yang di maksud Hani.
"Anda dalam masalah tuan, sepertinya anda punya musuh." Hani menyentuh dadanya yang terasa sesak, di tatapnya lagi kolam itu dan ternyata ada satu makhluk lagi yang muncul tapi tidak semenakutkan makhluk yang Hani lihat.
Hani menatap dalam makhluk itu, sehingga tatapan mereka bertemu, bukan nya mengalihkan tatapan Hani malah memberikan tatapan meminta jawaban, yang mengejutkan makhluk itu mengangkat tangannya layaknya sedang menunjuk sesuatu pada nya.
Baru saja Hani akan berbalik badan, tapi dalam sekejap tubuhnya tertarik ke dalam kolam tanpa bisa dia kendalikan.
Reyhan dan julian mencoba untuk menolong Hani, dan menceburkan diri kedalam kolam. Semua orang yang melihat hal itu menjadi heboh, apa yang di lakukan Hani dan temannya seperti sedang melakukan syuting film horor, jelas saja ini lebih nyata dari semua orang bayangkan.
Tubuh Hani sama sekali tidak bisa menggapai daratan, dia terlalu masuk kedalam kolam sehingga dia tidak bisa bernafas, jadi ini yang di rasakan oleh semua korban di kolam ini.
Saat tubuh Hani mulai melemah, sesuatu menariknya ke atas, ternyata Kevin benar-benar membantunya dengan mengirim kedua temannya.
Hani memegang erat kedua makhluk pucat yang baru saja menariknya, itu Gillian dan Liliana.
"Kamu benar-benar merepotkan, malah melibatkan diri dengan hal yang seperti ini." Gillian menggelengkan kepalanya tidak suka, sedangkan Liliana hanya melipat tangannya.
Adegan Hani yang muncul di pinggir kolam secara tiba-tiba, membuat orang-orang menatapnya heran, lain halnya dengan Reyhan dan Azka yang langsung berenang ke pinggir kolam.
"Dari pada mengoceh, lebih baik cepat selesaikan." Ucap Liliana, matanya tertuju pada lantai dua hotel yang menunjukkan salah satu kamar.
"Itu yang harusnya aku lakukan." Hani naik keluar kolam, di ikuti Azka dan Reyhan dari belakang serta pemilik hotel yang bersama mereka.
👻👻👻
Gillian dan Liliana saling menatap tak suka pada pintu yang menunjukkan aura buruk, mereka dapat merasakan perasaan tidak nyaman dan mencekam di balik pintu itu.
"apakah anda bisa menyuruh orang untuk membukanya?" pemilik hotel tidak banyak berkomentar, dia hanya menurut dan menyuruh keamanan untuk membuka pintu ruangan itu.
AAKHHHH
Hani langsung menutup kedua telinganya, saat pintu berhasil terbuka suara teriakan yang sangat keras masuk ke gendang telinganya, hanya Hani, Gillian dan Liliana yang mendengarnya.
Bau busuk dapat di cium semua orang, semuanya Langsung menutup hidungnya. ruangan itu gelap, hanya ada beberapa lilin yang hidup di sekitar ruangan.
"Mundur..." baru saja Liliana meminta Hani mundur, Hani sudah terangkat keatas menempel dinding, Hani tak sendiri melainkan bersama mayat-mayat yang pada posisi yang sama sepertinya.
👻👻👻
B**ersambung**...