I can see you

I can see you
part 35



Hani menatap kedua temannya yang masih tiduran di atas karpet,Hani tahu kedua temannya pasti merasa sangat lelah kerena ospek yang baru saja mereka selesaikan.


Hani kembali pada kesibukan nya mengambil beberapa es di dalam lemari pendingin dan mengambil kaleng susu,berniat membuat minuman dingin untuk para anak-anaknya yang kelelahan.


penuh ketelitian akhirnya semua yang dia siapkan sudah selesai,beberapa makanan lengkap dengan cemilan sudah dia sajikan di atas meja makan,entah kenapa sekilas Hani melihat dia seperti akan berpesta saja.


sekarang Hani malah tidak tega membangunkan kedua orang yang seakan masih berkelana di dunia mimpi,tapi mengingat hari semakin sore dan temannya itu belum makan membuat Hani tidak punya pilihan selain membangunkan keduanya.


"Reyhan...azkaa" tangan Hani mencolek-colek telinga temannya yang membuat keduanya malah menutup wajah mengunakan bantal tanpa ada niat untuk bangun.


melihat hal itu membuat Hani dengan teganya menutup kedua hidung Reyhan dan Azka,secara bersamaan mereka langsung meronta lalu bangun dengan pandangan linglung.


"dasar kebo kalian,mandi gih.. sekarang udah jam berapa coba?" Hani langsung berdiri dari duduknya dan melangkah ke meja makan dengan bermain permainan di ponselnya sambil menunggu Reyhan dan azka yang masih duduk saling menatap satu sama lain yang membuat Hani tersenyum geli.


"cepat mandi habis itu makan..."walaupun berat,Azka berdiri dari posisi duduknya dan melangkah ke kamar yang biasa dia tempati di rumah Hani,berniat mandi.begitupun dengan Azka yang terlihat malas-malasan juga mulai berdiri meninggalkan tempat yang awalnya menjadi tempat ternyamannya.


Ting Tong...


setelah menunggu beberapa menit,tapi Reyhan dan Azka tak kunjung muncul,malah


Hani mengerutkan dahinya saat mendengar bunyi bel dari rumahnya,siapa yang berkunjung ke rumahnya?


penasaran sekaligus was-was,Hani melangkah ke arah pintu dan menarik nafas panjang lalu dengan keberanian yang di paksakan Hani membuka pintu besar di depannya.


lelaki tubuh tinggi dengan baju kaos putih panjang sambil menenteng beberapa kresek berdiri di depan hani, tersenyum manis menatap Hani yang tak tahu harus memasang ekspresi seperti apa.


"Hani..."Azka memanggil Hani dari dalam,berhasil membuat Hani langsung menghembuskan nafasnya yang ternyata sempat berhenti.


ternyata Azka dan Reyhan menghampiri mizell yang tak kunjung menjawab panggilan mereka,tak jauh beda dengan Hani. reyhan dan Azka malah ikut diam menatap makhluk di depannya,di sertai satu kata yang keluar dari mulut Azka.


"hantu..."ucapnya pelan,sedangkan lelaki di hadapan mereka malah tersenyum semakin lebar.


"apakah aku boleh masuk?"ucapnya yang membuat Hani,Reyhan dan Azka hanya dapat saling menatap,sambil memberikan jalan untuk lelaki itu masuk.


👻👻👻


'suasana macam apa ini?' Hani membatin saat melihat ketiga lelaki di meja makan hanya duduk bak patung yang tak bergerak sedikitpun.


"ada keperluan apa kamu kesini?"Hani memulai pembicaraan mereka,saat sadar suasana seakan sangat mencekam.


"meminta maaf secara resmi."ucapnya menatap semua satu-persatu orang di hadapannya dengan senyuman yang tak luntur sama sekali.


"memangnya kamu salah apa?"azka akhirnya membuka suaranya seakan gerah terlalu lama berdiam diri.


"aku menyebabkan kalian berada dalam masalah,dan kecelakaan tanpa dapat ku cegah...maafkan aku."senyuman lelaki itu yang awalnya sangat lebar itu perlahan meluntur dan kepalanya menunduk meminta maaf.


"kau tidak salah apa-apa,kami yang ingin menolong mu...jadi jangan salahkan dirimu sendiri,aku turut bahagia akan kesadaran mu dari koma."sekarang giliran Reyhan yang menjawab permintaan maaf lelaki itu dengan tulus,sedangkan hani hanya diam menatap kedua temannya.


apa hanya dia yang menyalahkan lelaki di hadapannya ini? sedangkan kedua temannya bahkan tidak mempersalahkan hal itu sama sekali.


sekarang tatapan lelaki itu itu beralih ke arah hani yang hanya menatap kedua temannya tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Hani,aku minta maaf."permintaan maaf itu membuat Hani mengalihkan tatapannya ke arah lelaki itu dengan pikiran tak menentu.


"el... sepertinya hanya aku yang jahat di sini."ucap Hani menghembuskan nafas lelah.


"kedua temanku yang menjadi korban saja tidak mempersalahkan hal itu,dan aku malah melampiaskan ketakutan ku padamu...aku juga minta maaf."Hani menatap lelaki yang tak lain adalah elvano dengan tersenyum manis,mencoba menerima elvano kembali sebagai temannya.


"ah apa-apaan ini,padahal aku sudah menyiapkan banyak makanan dan cemilan..kenapa malah jadi mellow seperti ini?kalian tunggu apa lagi?ayo makan..." Hani langsung mengulurkan satu persatu piring ke teman-temannya yang sekarang bertambah satu orang.


"terimakasih banyak Hani...kalian bertiga sangat baik, terimakasih Reyhan dan Azka." seluruh orang di meja makan saling menatap satu sama lain dan tersenyum seakan beban mereka sudah terangkat begitu saja.


"ayo makan dan berpesta..."teriak Azka sambil mengangkat ke atas gelas susu dingin di tangannya,di ikuti ketiga orang lainnya.


'anggota baru yang tak terduga...' batin Hani sambil tersenyum kecil.


👻👻👻


Bersambung...