I can see you

I can see you
part 39



Park bo gum as kevin



Gillian ( teman Kevin)



Liliana ( teman Kevin )



👻👻👻


Kevin mengangkat tubuh hani menuju sofa yang ternyata sudah di tempati Reyhan dan Azka yang tertidur pulas,membuat Kevin memberhentikan pergerakannya dengan Hani yang masih di dalam gendongannya.


"woy bocah bangun." mau tak mau Kevin harus membangunkan kedua bocah yang ada di hadapannya dengan menendang kencang sofa yang ada di hadapannya.


Reyhan yang merasa terusik langsung membuka matanya ,tak berapa lama matanya langsung melebar saat melihat Hani yang tak sadarkan diri ada di gendongan kevin.


"apa yang terjadi padanya?" Reyhan buru-buru turun dari sofa dan membantu Kevin merebahkan tubuh Hani di sana.


"biasa,dia kemasukan arwah." jawab Kevin dengan santainya sambil mengangkat bahunya.


👻👻👻


waktu berjalan begitu cepat,Hani sudah lumayan bisa melakukan apa yang di katakan Kevin padanya yang menyuruhnya mengendalikan diri.


setelah lewat satu bulan,hani sama sekali tidak pernah bertemu dengan elvano lagi dan disinilah dia sekarang bersama kedua teman di tambah Kevin tentunya.


rumah elvano,dia kemarin mendapat kabar jika elvano sedang sakit,entah sakit apa,Hani sama sekali tidak tahu akan hal itu.


ragu-ragu Hani memencet bel rumah yang ada di hadapannya,melihat keraguan Hani Kevin langsung saja memencet bel menghiraukan tatapan jengkel yang Hani berikan padanya.


"apa? kaki ku pegal terlalu lama berdiri." kilah Kevin sambil mengangkat bahunya.


tak beberapa lama pintu itu terbuka,wanita paruh baya berdiri di depan pintu menatap ketiga pemuda dan pemudi di hadapannya.


"eh nak Hani,mau ketemu elvano?" itu adalah bibi elvano yang langsung mengenali Hani,tak urung Hani mengangguk membenarkan pertanyaan bibi elvano.


"mari masuk..." tanpa pikir panjang bibi elvano langsung mengajak mereka masuk.


rumah elvano lumayan luas,semuanya tertata rapi membuat Hani tersenyum tipis melihat susunan rumah itu yang terlihat menyejukkan matanya,terdapat beberapa tanaman bunga di dalam vas kaca yang berjejer rapi di setiap sudutnya.


"langsung ke atas aja nak, nak el ada di atas...bibi bikin minum dulu." ucap bibi elvano.


"terimakasih bi,maaf merepotkan." Hani menggaruk tengkuknya merasa tak enak,tapi yang membuatnya semakin tak enak adalah Kevin yang langsung naik tangga menuju kamar Elvano membuat Hani terbelalak melihat tingkah bocah satu itu.


"maaf bibi, sepupu saya memang agak..." Hani tidak mempunyai kata yang bisa menggambarkan perilaku tak sopan sepupunya itu.


"tidak apa-apa,ayo cepat ke atas...bibi buat minum dulu." balas bibi sambil tersenyum manis dan berlalu menuju dapur,sedangkan Hani mulai bergerak naik ke atas dengan perasaan dongkol.


ada apa dengan anak satu itu?Hani berjalan cepat dan saat sampai di ambang pintu dia juga memberhentikan langkahnya,Kevin menatap Hani yang juga memberikan tatapan pada kevin sedangkan Reyhan dan Azka menatap bingung kedua makhluk yang ada di hadapannya.


"ada apa?" tanya Azka mulai jengah,heran dengan mereka yang hanya berdiri di depan pintu sedari tadi.


menarik nafas,Kevin masuk menatap elvano prihatin. di atas kasur ada elvano yang tertidur dengan keringat yang mengucur deras, kevin serta Hani tahu apa penyebabnya tapi fakta itu terlalu mengejutkan bagi Hani yang sama sekali tidak beranjak dari tempatnya.


ternyata ada wanita yang Hani takutkan di sana,duduk memangku kepala elvano dan lagi sebuah foto mempertegas suatu hal yang membuat langkah Hani mundur perlahan.


"t-tidak mungkin..." ucap Hani lirih,langkahnya semakin mundur,tanpa diduga Hani berbalik lalu berlari menjauh sedangkan bibi elvano memberhentikan langkahnya di atas tangga saat melihat Hani berlari keluar rumah.


👻👻👻


Hani duduk di dalam mobil yang didepannya menampilkan pantai dan langit senja, pikirannya sangat kalut sekarang, ternyata dunia benar-benar sempit.


foto yang dia lihat tadi adalah foto elvano waktu kecil bersama ibunya yang ternyata adalah wanita yang sangat Hani takutkan.


wanita itu adalah orang yang menyebabkan kematian kedua orangtuanya,atau kedua orangtuanya yang membuat wanita itu meninggal.


Hani gemetaran,dia sama sekali tidak mengerti dengan takdirnya yang seakan mempermainkan dirinya yang sialnya mulai menyukai elvano.


"apa yang harus aku lakukan?" Hani mengacak rambutnya frustasi,dia benar-benar pusing memikirkan apapun yang berkeliaran di otaknya itu.


flashback on


Hani kecil menatap kedua orang tuanya dari belakang kemudi,sambil bernyanyi dengan riangnya,mereka dalam perjalanan pulang dari liburan ke kebun binatang.


hari itu lumayan gerimis,jalan cukup licin dan sedikit berliku,Hani kecil melihat rintik hujan di kaca mobil dengan ekspresi mengemaskan.


ayah Hani melihat seorang wanita menyebrang secara tiba-tiba,tanpa pikir panjang ayah Hani langsung membelok stir untuk menghindari tabrakan,tapi siapa sangka sebuah truk malah melaju dengan cepat ke arah mereka.


BRUKKK


entah bagaimana hani terpental keluar dari mobilnya menatap segala hal yang ada di hadapannya,mobil ayahnya sudah terbalik dengan truk yang hampir melindasnya serta seorang wanita yang berada di pinggir jalan yang sepertinya juga menjadi korban akan kecelakaan tak terduga itu.


semua yang ada di kejadian tewas kecuali gadis kecil yang meringkuk menangis terisak-isak dengan keadaan menyedihkan, gadis kecil itu melihat semua tanpa tertinggal sedikitpun, langit seakan ikut menangis dengan mengguyur hujan semakin deras.


flashback off


lagi-lagi Hani mengeluarkan air mata saat ingatannya menuju ke masa lalu, semenjak kejadian itu Hani selalu menyendiri dan bersembunyi dari keluarga yang lain,dia trauma akan apapun.


sampai ketika datanglah seorang wanita yang bernama Sekar, makhluk tak kasat mata seumur ibunya yang mulai menyiksanya dan menyalahkan dirinya akan kejadian itu.


Sekar menyalahkan dirinya sebab hanya Hani yang hidup di tempat kejadian,dan Sekar mati sebelum bisa pamit pada anaknya yang masih kecil.


wanita bernama Sekar,yang ternyata adalah ibu dari elvano yang menjadi penyebab dirinya hampir gila waktu kecil...wanita yang paling dia benci.


👻👻👻


Bersambung...