
"wah berita kemarin sangat tersebar luas ya,untung lah kita sudah meminta mereka untuk menyamarkan nama kita." ucap Reyhan masih membuka situs yang memberitakan tentang rumah tua kemarin.
mereka sekarang sedang berada di taman,sehabis menonton bioskop bersama.hani memakai kacamata hitam,menghindari tatapan dari para arwah yang bergentayangan di sekitarnya,menghiraukan tatapan semua orang yang menatapnya aneh,mana ada orang memakai kaca mata hitam pada malam hari.
"owh iya Hani,kemarin aku seperti tidak dapat tidur dengan tenang sehabis melewati pohon besar yang ada di samping toko buku kemarin."penjelasan azka akan ketidaknyamanan nya pada malam hari.
Hani yang mendengar hal itu,membuka kacamatanya menatap menatap kearah azka,ya kali kan Azka sedang di ganggu makhluk Astral.
"aku tidak melihat sesuatu yang aneh,emangnya perasaan mu bagaimana?"tanya Hani meyakinkan.
"entahlah,rasanya pada malam hari ada yang mengusap kepalaku."ucap Azka sambil menggaruk tengkuknya tak gatal.
"jangan-jangan di kosan mu hantunya."jawab Reyhan berniat usil,tapi di balas tatapan serius oleh Hani dan Azka.
"Azka ayo ke kosan mu."utus Hani cepat,dan beranjak dari tempat duduknya,berjalan menuju kosan azka.
sesampainya di sana,Hani langsung di sambut dengan angin yang menerbangkan rambutnya."oke aku merasakan keberadaan nya,tapi kenapa aku tak melihat wujudnya?dimana ya?"batin Hani mulai melihat ke sekelilingnya.
"apa kamu melihat sesuatu Hani?"tanya Azka yang mulai mengikuti arah pandang Hani.
"aku belum melihat apapun,tapi aku merasakan keberadaannya."ucap Hani yakin.sampai ketika pandangan Hani tertuju pada ranjang azka,dengan perlahan tapi pasti hani berlutut dan menundukkan kepalanya berniat melihat kebawah ranjang.
"astagfirullah.."ucap Hani,terduduk sambil memegang dadanya terkejut dengan apa yang barusan dia lihat.
'penamapakannya seram sekali,jika aku bilang pada Azka apakah dia akan berani?' ucap Hani bimbang.
"a-da apa Hani?"tanya Azka tergagap,Hani sendiri heran dengan azka.padahal dia selalu mengikuti dirinya dalam mengusir hantu,tapi entah kenapa dia selalu merasakan ketakutan.
"bukan apa-apa,hanya masalah kecil,Reyhan sini."jawab Hani,dengan senyuman manis.
"ada apa?"jawab Reyhan berdiri di samping Hani.
"ada hantu perempuannya dengan wajah yang hancur di bawah ranjang azka."ucap Hani sambil berbisik ke telinga Reyhan.
"kau serius?"tanya Reyhan dengan pandangan mata tak percaya.
"iya,jadi kamu bawa Azka keluar dulu..biar aku yang mengurus nya."Hani menatap Reyhan dan Azka sekilas,lalu kembali menatap kebawah ranjang azka yang sekarang hantunya menatap dirinya.
"baiklah,kamu berhati-hati dan jika ada sesuatu berteriak lah,oke."Reyhan mulai melangkah kearah azka yang dari tadi hanya bingung menatap kearah Reyhan dan hani,dan dia tahu jika Reyhan dan hani sudah berbisik berarti dia harus menjauh,takut mendengar hal yang menyeramkan.
👻👻👻
"sekarang keluarlah."dengan santai Hani duduk di atas ranjang azka,dan berbicara untuk memancing hantu itu untuk keluar.
sekian menit Hani menunggu,hantu itu tak kunjung keluar dari persembunyiannya. membuat hanya dapat menghembuskan nafasnya jengkel.
"ayo keluarlah,kenapa kau betah sekali di bawah itu?"ucap Hani sekali lagi,dan dia mulai Merasakan aura dari hantu itu di sekeliling nya.
dan benar saja,sesosok hantu wanita keluar dari bawah ranjang,terbang tak karuan mengelilingi kamar Azka membuat Hani hanya dapat menatap pergerakan wanita itu.
"hei nona,kamu itu sudah mati.tidak bisakah kamu tidak menggangu teman ku?"tanya Hani sekali lagi,dan wanita itu langsung muncul tepat di hadapan Hani. jarak wajah mereka mungkin hanya beberapa cm,dan Hani menatap wanita itu dengan tatapan dinginnya.
dan dalam sekejap Hani memegang kepala wanita itu,sambil mengatakan sesuatu.
"enyah lah dari hadapanku."ucap Hani dengan lantang,dan malah setelah itu dia malah menatap tangannya yang terdapat lendir bewarna bening berbau busuk.
'ingatkan aku untuk mencuci tangan' ucap Hani menatap jijik pada tangannya.
Hani kembali mendongakkan kepalanya,dan dia malah tidak menemukan siapa-siapa di sana,sampai ketika Hani malah mendengar teriakan dari kamar kosan sebelah.
sambil berlari Hani keluar kamar Azka,dan di luar kamar dia melihat Azka dan Reyhan yang juga menatap ke kamar sebelah.
"bagaimana Hani?"tanya Reyhan saat melihat Hani keluar kamar Azka.
"dia melarikan diri ke kamar sebelah."ucap Hani dan mulai melangkah kearah kamar sebelah,dan mengetuk pintunya.
keluarlah seorang lelaki dengan wajah datar,rambut acak-acakan berdiri tepat dihadapan hani yang membuat Hani sontak melangkah mundur.
melihat hal itu Azka dan Reyhan berdiri langsung di belakang Hani,secara mendadak tiba-tiba Hani mengangkat kakinya dan "BUAKKK.."Hani seakan mengeluarkan gerakan beladiri dan menendang kepala lelaki itu,yang langsung tak sadarkan diri di lantai.
menyisakan Azka dan Reyhan yang menatap Hani kaget dengan gerakan tiba-tibanya,beralih menatap lelaki yang terkapar tak sadarkan diri di lantai.
"ke-kenapa kamu menendangnya Hani?"tanya Azka yang terlihat masih syok menatap adegan action live dihadapan matanya tadi.
"wanita itu memasuki tubuh lelaki ini,dan ya aku menendangnya supaya dia keluar.ayo angkat lelaki itu dan istirahatkan dia di kamarnya."jawab Hani santai,dan memasuki kamar lelaki itu,di ikuti Azka dan reyhan mengangkat lelaki yang menjadi korban mendadak Hani.
azka dan Reyhan menidurkan lelaki itu di atas ranjang,sedangkan Hani bergerak kearah wastafel untuk mencuci tangannya.
setelah itu Hani Azka dan Reyhan memilih duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan ranjang tempat lelaki itu tidur.
perlahan tapi pasti lelaki yang tadi terkapar mulai membuka matanya,dan mulai mendudukkan dirinya.
"siapa kalian?eh azka.ngapain Lo di kamar gue,akkhh..."tanya lelaki itu pada saat bangun,dan setelahnya beralih memegang lehernya yang terasa sakit.
Azka yang melihat itu hanya dapat menatap prihatin begitupun Reyhan yang hanya bisa mengerutkan dahinya seakan dapat merasakan sakit yang di rasakan orang yang ada di hadapan mereka.
sedangkan Hani hanya menatap dengan tersenyum,dan mulai berdiri "maaf ya,pasti sakit sekali.kalau begitu kami pamit dulu,sekali lagi maaf ya."ucap Hani,mulai melangkah keluar,diikuti azka dan Reyhan di belakangnya.
"maaf ya Jei."ucap Azka yang menghilang di balik pintu bersama Hani dan Reyhan.
menyisakan Jei yang memegang lehernya dengan kebingungan yang melandanya,'apa yang terjadi?' batin Jei."akkkhhh leherku."rintih jei memegang lehernya.
👻👻👻
Bersambung...