I can see you

I can see you
part 6



"AKHHH...kepalaku." Elvano memegang kepalanya,karena merasakan denyutan yang sangat parah di kepalanya dan dalam sekejap elvano menghilang dari hadapan hani.


"dimana dia?kenapa tiba-tiba menghilang?" Hani benar-benar kebingungan dengan apa yang terjadi,dia mencari kiri dan kanan secara bergantian dan sama sekali belum menemukan sosok yang dia cari.


"ada apa Hani,hei..."Reyhan memegang tangan Hani erat,karena Hani tak kunjung mendengar apa yang dia katakan.


"dia menghilang,aku cemas akan ada sesuatu yang terjadi padanya."ucap Hani sambil mengusap wajahnya cemas,seharusnya dia tak berbicara tentang itu pada elvano,seharusnya dia tak mengungkit kehidupan elvano.


Hani benar-benar cemas sekarang,dia duduk di atas ranjangnya mencoba berfikir kemana elvano akan pergi jika situasi seperti ini.


"ayo ke sekolah."putus Hani sambil berdiri berniat untuk berangkat ke sekolah sekarang juga.


"apa kau gila?coba lihat jam sekarang Hani."ucap Azka sedikit marah akan tindakan Hani yang tak memikirkan keadaannya sekarang yang sudah sangat larut malam.


pukul 1 dini hari membuat Azka benar-benar tak mengizinkan Hani untuk pergi keluar sekarang.


"aku tak peduli.."ucap Hani dan benar-benar beranjak untuk pergi dari sana.


"ah sial."ucap Azka dan reyhan bersamaan,dan hanya dapat pasrah mengikuti Hani dari belakang.


👻👻👻


sesampainya di sekolah,Hani,Azka dan reyhan berjalan mengendap-endap takut ketahuan oleh satpam sekolah mereka karena sekarang bukanlah waktu yang bagus untuk ke sekolah.


setelah berhasil memasuki sekolah,Hani langsung saja menuju ke ruangan kelas tujuannya,yaitu kelas XII IPA 1.


setelah sampai Hani menatap sekelilingnya,dan tatapannya terpusat kan pada satu titik di sudut ruangan dimana ada seseorang yang duduk dengan menelungkupkan kepalanya di atas kakinya.


tubuh itu terlihat gemetaran,membuat Hani tanpa sadar mendekat secara perlahan kearah seseorang itu.


baru saja beberapa langkah,Hani malah di kejutkan Azka yang tiba-tiba berteriak kesakitan,di sana Azka menggeliat kiri dan kanan dengan kepala yang memutar tak karuan.


Reyhan yang melihat hal itu ingin menjauh karena ketakutan,tapi Hani dengan cepat bersuara.


"apa yang kamu lakukan Rey?cepat pegang dia,jangan malah bersembunyi seperti itu."ucap Hani dengan emosinya melihat penakut nya Reyhan.


Hani melangkah dengan cepat kearah azka karena kesal dan ingin cepat mencari elvano,dengan tidak berperasaan nya Hani langsung mengepalkan tangannya.


"keluar dari tubuhnya sialan."ucap Hani yang langsung meninju wajah Azka dengan kerasnya,membuat Reyhan melebarkan matanya dengan apa yang di lakukan Hani, benar-benar di luar dugaannya.


Azka langsung terkapar di lantai,menyisakan Hani yang terbakar emosi masih mencoba mengatur nafasnya,dan jangan lupakan Reyhan yang menatap Azka prihatin dengan pipi yang membiru akibat pukulan Hani yang tak main-main.


"urus dia,aku akan mencari elvano."ucap Hani,melihat ke sudut ruangan yang sudah tak ada lagi seseorang yang duduk di sana.


"kamu mau kemana?aku ikut."ucap Reyhan menahan tangan Hani,saat Hani ingin meninggalkan kelas itu.


"kamu urus teman mu ini,aku bisa sendiri."balas Hani dan langsung meninggalkan Reyhan dan Azka yang masih terkapar tanpa ada yang mau membantunya.


kembali menatap Azka yang masih terkapar,dengan berat hati Reyhan pun memegang bahu Azka berniat membantunya untuk berdiri,dan mendudukkan nya di salah satu kursi,Reyhan menatap wajah Azka yang matanya masih terpejam rapat.


"Malang sekali nasib mu kawan."Reyhan memegang wajah Azka meneliti bentuk luka yang Hani ukir di wajah itu,tapi saat Reyhan semakin terbawa suasana meniti luka itu,mata Azka tiba-tiba terbuka.


"apa yang kau lakukan!"ucap Azka,yang langsung mendorong kepala reyhan yang membuatnya jatuh dari duduknya, dengan kepala yang langsung membentur meja.


"apa kau gila,ah kepala ku."Reyhan langsung berdiri meraba kepalanya,dan mendapati benjolan di sana.


"kasian sekali kamu,hahah...akhh,kenapa wajahku sakit sekali."Azka yang awalnya akan tertawa lebar,malah berhenti karena rasa nyeri yang di rasakannya di bagian pipinya dengan sakit yang menyengat.


di sanalah terdapat dua lelaki malang dengan luka tersendiri yang mereka miliki,kasihan sekali.


👻👻👻


di tempat lain,Hani memutar otaknya untuk mencari dimana elvano berada,sebab sudah dari tadi dia berkeliling dan tak kunjung menemukan dimana elvano berada.


"gila tu anak,kemana ya perginya?"Hani duduk lapangan basket,gelap temaram tanpa cahaya,hanya ada cahaya bulan yang samar-samar menyinarinya.


Hani mengecek ponselnya,untuk melihat notifikasi yang mungkin saja kedua temannya ada yang menelpon atau apalah,tapi dia tak nemukan satupun notifikasi di ponselnya.


Hani yang sedang sibuk dengan ponselnya,tak sadar jika ada yang berdiri di hadapannya,sampai sebuah suara memanggil nya barulah dia menengadahkan kepalanya mengarahkan ke sumber suara.


"Hani..."ucap elvano yang menunduk dengan ekspresi datarnya,membuat Hani mengerutkan dahinya heran dengan ekspresi anak satu itu,yang dari tadi di carinya seperti orang gila.


"Hei el,kemana kau dari tadi ku cari tak ketemu,dari mana hah?"teriak Hani marah,sambil bertegak pinggang sangking marahnya.


Hani sebenarnya cemas dengan hilangnya elvano yang begitu tiba-tiba, bahwasanya elvano adalah teman arwah pertamanya.


"entahlah Hani,aku juga tak tahu apa yang terjadi pada ku...aku tak bisa mengendalikan diriku yang hanya bolak balik tak tentu arah..."pernyataan elvano yang membuat Hani ikut menjadi kebingungan,ini kali pertama dia mengalami hal seperti ini, bagaimana dia tahu apa yang terjadi.


"Hani kamu bilang aku belum mati kan?tapi kenapa aku merasa hampa?apa yang terjadi padaku?apa kamu bisa menjelaskannya?"elvano terlihat sangat frustasi dengan keadaanya sekarang dengan memegang bahu Hani meminta penjelasan.


"aku juga tidak tahu El,tapi yang ku rasakan memang itulah adanya."jawab Hani menatap elvano yang masih menundukkan kepalanya.


"kamu tahu Hani,karena ucapan mu tadi...entah kenapa,aku tiba-tiba berharap untuk hidup."


"apa?"suara elvano terdengar samar-samar di telinga Hani,elvano melepaskan tangannya dari bahu Hani,berbalik memunggungi hani.


"jangan mencari ku."ucap elvano,yang setelahnya menghilang tanpa jejak.


👻👻👻


Bersambung...