I can see you

I can see you
part 31



mobil mereka terhempas cukup jauh dari perbatasan jalan,Hani merasa sesak dan pandangan matanya bertatapan dengan dada Reyhan yang menghimpitnya.


"re--reyhan...Rey?"tubuh Hani bergetar hebat,


keadaaan Reyhan sangat parah berlumuran darah,membuatnya tidak dapat berfikir jernih dan dengan cepat dia berbalik melihat ke belakang, keadaan Azka tak jauh beda dengan keadaan reyhan yang terdapat luka di mana-mana.


"az---azka Reyhan hiks...bangun,jangan gini."Hani menangis terisak,perlahan Hani menyingkirkan tubuh Reyhan yang menghimpitnya dan memindahkan ke bangku sebelahnya.


tangan Hani bergetar hebat, cepat-cepat dia merogoh ponsel yang ada di kantongnya,pertama dia menghubungi ambulans dan memberitahu kondisinya sekarang,tapi setelah itu dia malah melihat seseorang di ujung jalan yang terlihat sepi.


seseorang itu keluar dari truk yang baru saja menabrak mereka,Tanpa pikir panjang Hani langsung keluar dari mobilnya berniat menghampiri seseorang itu.kembali dia menekan beberapa digit nomor di telponnya untuk menelpon pihak kepolisian,dia melaporkan seseorang.


tertatih-tatih Hani terus melangkah,dia kenal orang itu tapi baru saja beberapa langkah tubuhnya terasa limbung dan pandangan matanya serasa menggelap,dia jatuh tak sadarkan diri di jalan tak jauh dari mobil mereka berada, samar-samar dia dapat mendengar bunyi ambulans dan setelah itu tak dapat mendengarkan apapun lagi.


👻👻👻


Hani terbangun dengan ruangan serba putih setelah beberapa detik menetralkan pandangannya, Hani langsung duduk dan melihat ada dokter yang berdiri di sampingnya.


"dok kedua temannya saya di mana dok?"tanya Hani panik,dokter yang awalnya mengecek aliran infus di tangan Hani langsung berhenti dan melihat ke arah hani.


"mereka berdua di larikan ke UGD untuk melakukan operasi darurat...hei tunggu."belum sempat dokter menjelaskan lebih lanjut,Hani sudah mencopot infusnya dan berlari keluar begitu saja menghiraukan teriakan dokter yang memanggil namanya.


"Reyhan Azka...maafkan aku...hiks...maafkan aku."ucapan itu keluar berulangkali dari mulut Hani sambil berlari ke arah UGD,sampai di sana Hani hanya berdiri mematung bersandar di dinding putih.


"maaf...maaf...maaf."lirih Hani dengan kepala tertunduk,dia terus menunggu sampai 2 jam berlalu tapi tidak ada tanda-tanda operasi akan selesai.


sampai ketika aura dingin mengelilingi tubuh Hani yang bahkan tak berani mengangkat kepalanya,perlahan Hani mengangkat kepalanya dan melihat sekelebat bayangan tepat di depannya yang mampu membuatnya langsung merosot ke lantai yang dingin dan menangis terisak-isak tak terkendalikan.


"tidak Rey.. Reyhan hiks...Reyhan" ya Hani melihat sekelebat arwah Reyhan menghampiri dan itu membuatnya seakan menggila.


👻👻👻


sekian lamanya mata itu akhirnya terbuka,ruangan serba putih adalah pandangan pertama yang menyambutnya.


"nak..."suara lirih itu membuatnya menatap ke samping dan bertemu langsung dengan wanita paruh baya yang dia rindukan.


sadar jika yang dia lihat bukan mimpi,dengan langkah lebar di berlari keluar ruangan serba putih itu sambil berteriak.


"dokter...dokter..." teriaknya membuat beberapa orang berjas putih menghampiri ruangan itu dan senyum tercetak jelas di bibir mereka.


"selamat buk,anak ibu berhasil melalui komanya."ucap dokter,membuat wanita paruh baya menangis penuh haru.


perlahan tapi pasti wanita itu mengelus rambut lelaki itu dengan berlinang air mata,mulutnya tak berhenti mengucap syukur.


"ini bibi, elvano..."ucapnya sambil memeluk anak yang sangat ia rindukan.


👻👻👻


"halo pa...aku sudah tidak sanggup lagi pa." suara Alex terdengar sangat lelah,dia baru saja menangis tersedu-sedu bahkan isakannya masih dapat terdengar jelas.


"apa maksud kamu hah?"teriakan ayahnya tak meruntuhkan keinginannya untuk melapor.


dia sudah berdiri di depan kantor polisi sekarang, setelah sekian banyaknya pertimbangan akhirnya dia sampai ke tempat ini.


"aku sudah lelah di hantui rasa bersalah pa..."ucapnya lagi mulai melangkah perlahan lahan untuk masuk.


"kau tau nak,papa baru saja membunuh Hani berserta kedua temannya."kata itu berhasil membuat Alex menghentikan langkahnya,dia seakan di hantam sesuatu yang besar sampai-sampai dia tidak sanggup untuk bernafas.


"APA PAPA SUDAH GILA?PAPA KEHILANGAN AKAL?"teriakan frustasi itu keluar begitu saja dari mulut Alex,dia harus memberhentikan tindakan papanya,tanpa pikir panjang lagi Alex langsung masuk ke dalam gedung itu.


"aku akan mengakui kesalahanku pa, sekaligus melaporkan papa...maaf." setelah mengatakan hal itu,Alex memutuskan telponnya dan menghampiri salah satu petugas untuk melakukan apa yang seharusnya dia lakukan sejak dulu.


dia tahu dengan melakukan hal itu dia akan hancur tapi jika dia tidak melakukan itu dia akan lebih hancur lagi akan rasa bersalah tak berkesudahan yang menghampirinya.


"kerja bagus Alex."ucap Alex,setelah selesai melaporkan semuanya.


👻👻👻


Bersambung...