
sudah 2 Minggu Hani tidak melihat elvano sekalipun,entah kemana Hani juga tak tahu.dia seakan menghilang atau benar-benar bersembunyi darinya.
sekarangpun sama,Hani selalu saja lewat di depan kelas di mana dulu dia menemukan elvano tapi nihil dia sama sekali tak menemukan keberadaan elvano.
"Hani,besok kita akan mengadakan perkemahan serentak."ucap Reyhan yang duduk tepat di samping Hani,yang sedang membaca buku.
"aku tak akan ikut."jawab Hani dengan santainya,membuat Reyhan menatap Hani tak percaya dengan jawaban yang dia dengar.
"kamu harus ikut hani,ini tak boleh kamu tinggalkan karena perkemahan ini menjadi syarat akhir kelulusan kita."tegas Reyhan dengan tatapan serius.
"peraturan macam apa itu?aku baru mendengarnya."jawab Hani sambil menutup bukunya,membalas tatapan Reyhan yang menatapnya.
"entahlah,aku membacanya di pengumuman yang mereka tempel di mading."balas Reyhan sambil menunjukkan gambar pengumuman yang dia foto pagi tadi.
"berarti tidak ada pilihan lain..."ucap Hani pasrah kembali membaca buku yang tadi dia tutup.
👻👻👻
suasana yang sangat heboh di dalam bus,mereka sekarang sedang bersiap-siap untuk berangkat ke bumi perkemahan.
begitu juga Hani yang sudah duduk di bangku tempat,menatap keluar jendela dengan earphone di telinganya.
entah perasaannya apa yang memenuhinya,karena sekarang dia merasa tak ingin ikut dalam perkemahan ini,yang entah kenapa seperti akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi.
sekitar sore hari barulah mereka sampai di tempat yang sudah di siapkan sedemikian rupa,dan saat itulah Hani benar-benar seperti ingin pulang kerumahnya.
"ada apa Hani?"Reyhan memegang bahu Hani,saat melihat Hani seperti menatap ke seluruh lokasi perkemahan mereka.
"apakah mereka sudah mengecek tempat ini terlebih dahulu?"tanya Hani,menatap sekelilingnya dengan waspada.
"iya,sepertinya begitu."jawab azka yakin,sedangkan Reyhan mulai cemas dengan tingkah laku Hani yang sekarang memilih memejamkan matanya.
"lokasi ini tidak aman."singkat Hani,masuk ke tenda camping nya,dia memilih tidur sendirian,karena dia yakin tidak ada yang berani satu tenda dengannya dalam perkemahan ini.
👻👻👻
sekitar jam 8 malam,semua orang di perintahkan untuk berkumpul di lapangan,yang mereka katakan ingin mengadakan acara api unggun.
Hani langsung keluar dari tempatnya,melihat ke sekeliling mencari keberadaan Reyhan dan azka. Tatapannya langsung tertuju pada satu lelaki sedang memainkan gitar,dan satunya lagi bernyanyi,di ikuti yang lain yang bertepuk tangan mengiringi lagu yang di mainkan dua lelaki itu.
langkah santai Hani mendekati dua lelaki itu,duduk tepat di tengah mereka yang hanya di tanggapi senyuman oleh mereka.dua lelaki itu adalah Azka dan Reyhan.saat jam 10,situasi tiba-tiba sudah tak bersahabat lagi.
"pak...pak,Cika kesurupan pak..cepat pak"teriak seseorang yang membuat
suasana menjadi heboh.seseorang yang bertingkah aneh di perkumpulan,dimana seorang wanita yang merangkak menakuti semua orang.
Hani yang duduk di tengah Azka dan Reyhan juga menunduk,membuat temannya ikutan cemas.
"pegang tangan ku."ucap Hani samar-samar di dengar oleh Azka dan Reyhan,yang membuat mereka serempak mengenggam tangan Hani memijatnya perlahan,Hani mengangkat kepalanya.
"hei Hani kenapa?ada apa dengan mu?"tanya Azka sangat cemas,mulai memegang bahu Hani dan menggenggam tangannya.
"banyak yang ingin memasuki tubuhku...kalian harus kuat ya"ucap Hani samar-samar,*** erat tangan Azka dan Reyhan.
suasana juga sangat tidak mendukung,cika yang dikatakan kesurupan mulai memberontak mengejar orang-orang,dan masalah besarnya adalah...banyak yang ikut kesurupan yang membuat Hani hanya dapat menatap pasrah.
dia dapat milihat arwah-arwah yang menunggu memasuki temannya di setiap tubuh,di sekitarnya pun banyak yang mencoba memasuki tubuhnya
Reyhan dan Azka entah kenapa seperti tidak terpengaruh oleh situasi,mereka masih mengenggam tangan Hani,sambil membaca ayat-ayat suci yang mereka tahu.
sampai ketika Hani berbicara dengan pelan,seperti orang yang telah rileks dan sudah bisa mengendalikan dirinya kembali.
"kalian lihat orang-orang di sekeliling kita kan?mereka sedang di tunggu satu persatu arwah di belakang mereka yang bersiap memasuki tubuh mereka."ucap Hani,menatap sekelilingnya dengan meneliti sangat serius.
"huh?lalu bagaimana dengan kita?"tanya Azka sedikit tersentak dengan apa yang di katakan Hani.
"kamu tak perlu tahu,yang terpenting sekarang kalian harus bisa mengendalikan diri dan jangan sampai terpancing dengan keadaan sekitar."jawab Hani dan mulai berdiri dari duduknya,mendekati orang-orang yang kewalahan mengurus banyaknya yang kesurupan.
"pak,bagaimana bapak mencari lokasi ini pak?di sini rawan pak."ucap Hani pada gurunya yang sedang membantu menenangkan siswanya.
"apa maksudmu Hani?rawan bagaimana?"tanya pak Anton,yang terlihat kebingungan dengan apa yang di ucapkan Hani padanya.
"seperti yang bapak lihat sekarang...rawan akan arwah gentayangan."jawab Hani yang sekarang ikutan memegang salah satu orang yang kesurupan.
"mana saya tahu kalau di sini rawan,kami hanya melakukan seleksi lokasi saja,bukan rawan tidaknya arwah di sini."teriak pak Anton terdengar frustasi melihat sekitar 18 belasan siswanya yang kesurupan, sedangkan banyak yang menghindar dan hanya sedikit yang membantu,membuat pak Anton semakin frustasi.
"bapak jangan teriak dong pak,bicaranya yang pelan pak."ucap Azka berdiri di depan pak Anton,yang tak suka temannya di bentak dengan kerasnya.
"gini aja pak,semua yang kesurupan kita ikat saja di pohon-pohon pak,habis itu kita yasinan bersama pak."solusi Hani yang langsung meminta Azka dan Reyhan mencari tali di tenda perlengkapan.
"baiklah,begitu saja tak apa."jawab pak Anton yang mulai menginstruksikan siswanya untuk membawa yang kesurupan di pohon-pohon.
membawa orang-orang itupun tak semudah yang mereka perkirakan, bahwasanya mereka harus menghabiskan waktu 1 jam hanya untuk membawa orang-orang itu dan mengikatnya di pohon.
setelahnya mereka membentuk lingkaran mengelilingi orang-orang yang kesurupan,dan Hani duduk paling depan,memimpin bacaan yang akan mereka baca.
"ayo kita mulai..."ucap Hani memberi instruksi
pada saat bacaan mereka semakin kuat, serempak,di situlah banyak yang berteriak.
dan yang terjadi selanjutnya,Hani sama sekali tak tahu karena kepalanya yang mulai berat,dan dalam sekejap pandangan Hani menjadi gelap.
👻👻👻
Bersambung...