I can see you

I can see you
part 24



elvano masih memeluk Hani dengan erat sampai Reyhan melangkah kearah mereka dan membuat Hani langsung buru-buru melepaskan pelukan elvano.


"ada apa denganmu Hani?dari tadi diam di sini."tanya Reyhan yang memang dari penglihatannya Hani hanya diam mematung tanpa melakukan pergerakan apapun.


"bu---bukan apa-apa."Hani langsung melangkah menuju kulkas yang memang dari awal menjadi tujuannya yang malah tertunda.


dengan sekali teguk Hani berhasil menghabiskan separuh dari isi botol minuman,membuat Reyhan menatap Hani dengan pandangan tak percaya.


setelahnya Hani berlari masuk ke kamarnya dan membuat Reyhan benar-benar di buat takjub akan yang dia lakukan.


"anak itu kenapa coba?padahal tadi baik-baik aja."ucap Azka saat Reyhan yang sudah duduk di sofa sampingnya.


"iya aneh banget tu anak."


"au ah,bikin pucing."mereka kembali sibuk dengan paha ayam yang ada di meja.


👻👻👻


di dalam kamarnya,Hani langsung memegang jantung yang berdetak tak karuan karena tingkah elvano yang tak terduga.


"ini jantung kenapa lagi."Hani meringis merinding merasakan jantungnya yang yang masih berdetak kencang sambil bernostalgia akan kejadian tadi.


"hahah aduh Hani sadarlah,perasaan itu gak mungkin."menepuk kepalanya pelan sambil tertawa kecil,dia seperti kehilangan sedikit kewarasannya.


"apa yang tidak mungkin?"elvano tiba-tiba muncul menembus pintu kamar Hani membuat gadis yang tadi menggila sendiri itu langsung menatap sosok yang ada di hadapannya.


"ti---tidak ada apa-apa."dia mengelak dengan sangat jelas dengan mata yang melihat segala arah, menghindari tatapan lelaki yang ada dihadapannya.


sialnya jantungnya malah makin berdetak lebih kencang saat sosok yang di depannya malah duduk manis di sofa sangat dekat dengan nya.


"benarkah?"tatapan jahil terukir jelas di wajah elvano,ingin sekali Hani menutup wajah itu atau bahkan memukul nya jika perlu.


"owh ayolah elvano,jangan menatapku dengan tatapan seperti itu rasanya aku ingin menendang mu menjauh."gumam Hani seakan siap mengambil ancang-ancang untuk menendang yang membuat elvano langsung tergelak dengan sikapnya.


"hahah kau benar-benar terlihat seperti anak kecil."usapan tak terelakkan dari elvano di kepala hani membuatnya membeku untuk seperkian detik yang kemudian tersadar dan langsung menatap elvano dengan tajam.


"ah iya,lalu apa yang ingin kamu ceritakan padaku tadi?"barulah Hani teringat jika ada yang ingin elvano katakan,dapat di lihat Hani jika ekspresi wajah elvano langsung berubah 180° menjadi serius.


"jadi..."


👻👻👻


"sebenarnya apa yang terjadi?dan apa kaitan orang itu dengan elvano?"pertanyaan demi pertanyaan bermuculan di benak Hani,membuatnya kebingungan sendiri akan hal itu.


dia belum mengatakan apa pun pada kedua temannya,dia sedikit ragu untuk mengatakannya karena sebagian besar kasus elvano adalah pembunuh ataupun kecelakaan.


Hani takut jika dia melibatkan kedua temannya,dia tidak sanggup menanggung resiko jika kedua temannya akan terlibat dalam bahaya dan Hani benar-benar tak ingin itu terjadi.


"aku juga takut menghadapi ini sendirian."lirih Hani menelungkupkan kepalanya di kedua lututnya, sekarang sudah pukul 1 dini hari dan Hani masih sangat kepikiran akan masalah elvano yang seakan meminta untuk segera di selesaikan secepat mungkin.


"ahhhh ini benar-benar membuatku gila."dengan sekali hempasan Hani merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya.


"besok akan kupikirkan bagaimana kelanjutannya."ucapnya lebih Kediri nya sendiri seakan menyuruh tubuhnya untuk segera beristirahat.


👻👻👻


keesokan harinya Hani terbangun dengan mata yang menghitam, bagaimana tidak dia sama sekali tidak bisa tidur.walaupun sudah di paksakan, pikirannya seakan-akan menghantui.


sampai-sampai Azka dan reyhan menatapinya terus-menerus seakan kebingungan sendiri akan keanehan yang haji tunjukan secara ajaib kepada mereka.


"hmmm Hani,kamu baik-baik saja kan?"sesampainya di sekolah barulah Azka memiliki keberanian untuk bertanya,setelah lama menyimpan rasa penasarannya yang memang dari tadi menggebu.


"memangnya kenapa?"seakan belum menyadari apa yang terjadi,malah dengan wajah melongo polos Hani bertanya kembali pada Azka yang sekarang malah menatapnya prihatin.


"matamu seperti panda yang sudah tua,sangat hitam legam seperti gelapnya malam."ucap Reyhan sambil meneliti wajah hani,sedangkan telunjuknya menunjuk-nunjuk wajah Hani.


cepat tanggap,Hani langsung merogoh tasnya mengambil cermin kecil yang ada di dompet dan ya,matanya langsung membesar tak percaya akan pandangan yang dia lihat.


apakah benar ini dirinya?dia bahkan masih tidak percaya jika dia terlihat sangat menyeramkan dan lagi dia lupa jika dia sama sekali belum memoleskan bedak maupun sedikit warna lipstik di bibirnya, sehingga wajahnya jadi terlihat kontras menyeramkan.


"aku benar-benar tidak bisa menyimpan ini semua sendiri."ucapnya tiba-tiba,yang membuat tatapan tanda tanya besar terlihat jelas di wajah kedua temannya.


"apanya yang tidak dapat kamu simpan sendiri?"Reyhan menatap Hani dengan tatapan penuh selidik,sehingga terlihat sekali bahwa pikiran negatif berkeliaran di otaknya membuat Hani langsung memandangi nya jengah.


"akan ku ceritakan..."dan saat itulah semua cerita yang awalnya ingin dia selesaikan sendiri,di ceritakan ke kedua temannya pertanda dia akan melibatkan temannya akan kasus elvano.


👻👻👻


Bersambung...