I can see you

I can see you
part 28



~ cast ~


Bae Suzy as Hani



Lee min ho as Elvano



oh Sehun as Reyhan



Kim Soo Hyun as Azka



👻👻👻


Hani duduk dengan segelas coklat dingin di mejanya,sekarang di berada di cafe menunggu kedatangan kedua temannya Reyhan dan azka.


"kenapa kalian...eh siapa ya?"bunyi kursi yang berderit membuat Hani mengangkat wajahnya,dia pikir itu adalah temannya tapi yang dia lihat adalah lelaki yang tak di kenal duduk manis di hadapan nya.


"hai lagi nungguin seseorang ya?"lelaki itu mengedipkan sebelah matanya ke arah hani,hal yang berhasil membuat Hani ingin sekali menendang wajah mengesalkan itu.


"ya begitulah."singkat Hani mengalihkan pandangannya ke jendela berharap kedua temannya datang secepatnya.


"gak baik kalau cewek nunggu sendirian,gue temenin ya?"Hani menatap sekilas lelaki di hadapannya, mengabaikan semua ucapan yang keluar dari mulut lelaki itu.


"owh iya nama gue Dave,kalau Lo siapa?"Hani menatap tangan lelaki itu yang terulur ke arahnya,demi kesopanan Hani menerima uluran tangan itu dan menyebutkan namanya.


"Hani."singkatnya dan matanya melihat ke arah pintu masuk cafe yang memperlihatkan dua orang lelaki yang berjalan ke arahnya.


"kalian lama sekali."ucap Hani penuh tekanan kepada kedua temannya itu.


"maaf biasalah macet,dan ini siapa?"Reyhan menatap dingin ke arah lelaki yang menatap mereka.


"entahlah,tanya aja sendiri."Hani menatap acuh sambil meminum segelas coklat dinginnya.


"siapa Lo?"Azka bertanya dengan wajah yang di sengaja di buat sangar walaupun sangat terlihat bohongnya.


"cuman mampir buat kenalan."jawab Dave kaku merasa terintimidasi.


Hani berdiam cukup lama saat kedua temannya sudah duduk tepat di hadapannya dia hanya berpikir bagaimana cara menjelaskan secara rinci pada temannya tentang dalang yang ada di balik kondisi elvano.


"jadi?"azka memecahkan keheningan yang ada di sekitar mereka,dia kurang suka situasi yang hening bagai pemakaman yang ada di hadapannya.


"aku bingung mau mulai dari mana..."Hani menggaruk tengkuknya tak gatal,seperti sedang menyusun kata-kata.


setelah pulang menjenguk elvano tadi Hani langsung menghubungi kedua temannya meminta mereka untuk menemuinya di kafe di depan rumah sakit,dia merasa harus cepat-cepat memberitahu kedua temannya.


"santai saja,kita punya banyak waktu." balas Reyhan mengangkat tangannya memanggil pelayan untuk memesan makanan, setelahnya mereka malah kembali pada pikiran masing-masing.


"jadi begini..."Hani mulai merapatkan bangkunya pada meja,siap untuk menceritakan semuanya pada temannya.


"ini pesanannya kakak-kakak."baru saja Hani akan memulai topik serius, seseorang datang sambil meletakkan pesanan mereka di atas meja yang mengakibatkan cerita Hani kembali terjeda.


"makasih mas."jawab hani sambil tersenyum manis pada pelayanan yang baru saja mengantarkan pesanan mereka yang membuat pelayan itu tersipu malu,padahal laki-laki.


"jadi?"Reyhan tak peduli dengan respon yang di peroleh Hani,dia lebih mementingkan ucapan Hani yang sempat terpotong.


"owh ya jadi sebenarnya tadi aku habis menjenguk elvano di rumah sakit,keadaannya masih sama tanpa kemajuan yang berarti...tapi ada seseorang menjenguk elvano dia adalah pak juan.."dan mengalirlah semua semua cerita Hani pada kedua temannya dan apa saja yang gurunya katakan pada elvano.


"jadi target yang di curigai adalah pak Juan?"tanya Reyhan dengan kerutan yang jelas di dahinya.


"tapi pak Juan di kenal dengan pribadi yang sangat baik."Azka menatap Hani dengan pandangan tak percaya.


"aku juga tau itu,tapi ucapan pak Juan membuktikan semuanya yang jelas-jelas dia menginginkan elvano untuk tak pernah membuka matanya."dia kembali mengingat ucapan pak Juan yang tadi dia dengar,dia merasa tidak ada yang salah dengan pendengarannya.


"baiklah dari pada kita kebingungan sendiri,lebih baik besok kita cari tahu."setelah Reyhan mengatakan hal itu,mereka langsung menyantap makanan yang sudah di hidangkan.


👻👻👻


biasanya Hani akan sangat bersemangat mengikuti pelajaran pak Juan selaku guru kesukaannya,tapi sekarang semuanya seakan terasa sangat berbeda.


tatapan matanya memicing seakan mencari setiap celah mencurigakan dari gurunya itu begitupun dengan Azka yang sekarang lebih banyak diamnya karena juga memiliki tatapan menyelidik yang sama seperti Hani.


sampai ketika "buka halaman 67 kerjakan dari nomor 1 sampai 10,nanti waktu istirahat kumpulkan."ucap pak Juan menyuarakan tugas yang baru saja dia jelaskan.


"bukunya seperti biasa nanti kumpulkan pada Hani dan Hani nanti tolong bawakan bukunya ke meja saya."seru pak Juan yang membuat Hani hanya dapat berkata 'iya' tanpa bantahan sedikitpun.


👻👻👻


Bersambung...