
Hani membuka matanya,setengah sadar dan melihat ke sekeliling nya.dia malah melihat Reyhan dan Azka yang tidur dengan posisi duduk di hadapannya.
sekarang dia berada di tenda,kepalanya terasa berdenyut kencang.dia sama sekali tidak ingat apa yang terjadi tadi malam sedangkan sekarang sudah beranjak pagi,yang membuatnya kebingungan tak tentu arah apa yang terjadi.
perlahan Hani mendudukkan tubuhnya,berniat membangunkan kedua temannya yang terlelap dalam posisi duduk,terlihat melelahkan di mata Hani.
"Rey Azka bangun."ucap Hani pelan,sambil menggoyang-goyangkan bahu temannya yang mulai mengerjapkan matanya,pertanda mereka akan bangun.
"hmmm,kamu sudah bangun Hani?kamu tidur lama sekali..."ucap Azka yang sambil mengusap rambutnya berniat merapikan tatanannya.
"benarkah? sebenarnya tadi malam apa yang terjadi?"tanya Hani,sambil menatap Reyhan yang menguap lebar setelah membuka matanya.
"kamu menggila Hani."jawab Reyhan setelah sadar sepenuhnya,sambil menatap Hani sekilas.
"menggila?"ucap Hani seakan mengulang apa yang di katakan Reyhan padanya.
"sudahlah,sekarang kamu siap-siap bereskan semua barangmu."singkat Reyhan ingin beranjak meninggalkan Hani,dengan tampang hani yang terlihat tambah bingung.
"eh tunggu, siap-siap kenapa?kita akan pulang?"tanya Hani sebelum Reyhan dan Azka pergi dari hadapannya.
"kita gak pulang Hani,tapi kita pindah posisi.kita jalan-jalan ke pantai habis itu baru pulang."jawab azka sambil mengacak-acak rambut Hani,setelah itu beranjak meninggalkan Hani.
"sepertinya aku buat kesalahan, sampai-sampai reyhan jadi cuek begitu."ucap hani pelan,sambil mulai menyusun semua barangnya.
👻👻👻
semua orang sudah berkumpul,memasukan barang mereka kedalam bus.
begitu juga Hani,Reyhan dan Azka yang juga terlihat sibuk merapikan barang-barang mereka,sampai ketika Hani mendengar samar-samar orang yang bercerita tentangnya yang mampu membuat pipinya memerah seketika.
"apa benar aku segila itu tadi malam?"batin Hani,resah sambil sesekali menatap kearah Reyhan yang masih sibuk membantu temannya memasukkan barang.
flashback on
Hani tiba-tiba menundukkan kepalanya,dan dalam sekejap tertawa kecil membuat orang yang melihatnya menjadi merinding,tapi mereka tak berhenti membaca surah Yasin yang di suruh hani baca.
dalam gerakan cepat,Hani langsung menerkam seseorang lelaki yang bernama Johan,tapi anehnya Hani bukannya mulukainya melainkan menciumnya dan memainkan rambut ikal Johan.
Reyhan dan Azka yang melihat itu langsung berlari kearah hani,mencoba melepaskan pelukan Hani pada Johan yang terlihat kuat.
karena tarikan Reyhan dan azka yang kuat membuat mereka jatuh di rerumputan bersama,tapi Hani langsung membalikkan badannya dan malah menyerang reyhan.
memeluknya, menarik-narik rambut Reyhan dan tertawa-tawa kecil.lalu mencium pipi Reyhan bertubi-tubi,Reyhan hanya pasrah dan Azka hanya hanya dapat menggaruk-garuk kepalanya tak tahu harus berbuat apa lagi,karena pelukan Hani yang sangat kuat pada reyhan.
sepertinya arwah yang memasuki Hani adalah arwah yang semasa hidupnya genit dan selalu menggoda lelaki.
pikiran Reyhan dan Azka,lebih baik Hani mengganggu mereka berdua dari pada mengganggu lelaki lain.
flashback off
hani duduk di belakang,duduk ditengah-tengah Azka dan Reyhan.tapi saat supir akan melajukan bus nya,membuat Hani langsung berdiri melangkah cepat kearah supir itu.
"pak lebih baik bapak istirahat dulu,bapak pasti lelah."ucap Hani menatap mata pak supir yang terlihat dingin.
"saya tidak lelah"jawabnya dengan suara yang terdengar seperti rintihan.
"pak Anton,bapak bawa bus ini kan pak?"tanya Hani pada gurunya mengabaikan jawaban dari supir bus yang mengatakan bahwa dia tak apa.
"bisa,memangnya kenapa?kenapa tidak supirnya saja yang bawa?"tanya pak Anton kembali,membuat Hani langsung menyuruh pak supir untuk berdiri.
"kalau gitu bapak saja yang bawa,nanti sampai di pantai saya ceritakan semuanya."jawab Hani menyuruh pak supir duduk di sampingnya,sambil mengawasi setiap gerak geriknya,sedangkan pak Anton hanya dapat pasrah menuruti perkataan hani dan mulai melajukan bus nya.
👻👻👻
sesampainya di pantai,semua orang jadi penasaran dengan cerita yang akan Hani sampaikan kepada mereka,sehingga mereka tak pergi jauh-jauh dan hanya berkumpul di sekitar pasir pantai saja.
sampai ketika Hani mulai duduk di atas pasir dan semua semua mengikuti pergerakan nya,begitupun pak Anton yang juga penasaran di buatnya.
melihat semua orang yang terlihat ingin tahu,akhirnya Hani pun memulai ceritanya.
"jadi begini,tempat tadi itu adalah tempat terjadinya kecelakaan bus yang banyak menewaskan orang-orang.
dan semua orang di sana seakan ingin mengajak kita ikut merasakan hal sama seperti yang mereka rasakan."singkat Hani menatap satu-persatu temannya yang terlihat serius dengan ceritanya.
"lalu hubungannya dengan supir bus apa?"tanya pak anton yang penasaran akan cerita selanjutnya.
"karena kita yang ingin pergi dari sana,mereka ingin membunuh kita semua dengan cara mengandalkan supir bus tadi pak."jawab Hani singkat,membuat pak Anton mengerutkan keningnya tanda tak mengerti.
"maksudnya?"
"bapak tidak lihat gelagat aneh pak supir tadi?tatapannya kosong begitu...dia kerasukan arwah supir yang dulunya."jawab Hani sambil menatap pak Anton gurunya yang sekarang melebarkan matanya.
"wahhh hampir saja kita mati...aku bahkan belum menikah."ucap pak Anton dengan suara kecil di akhir kalimat yang buat semua orang tertawa kecil.
di pantai ini banyak orang,membuat Hani menatap sekelilingnya dengan tersenyum karena satu masalah sudah terlewati dengan baik.sampai ketika tatapan hani menangkap tatapan seseorang yang juga menatapnya.
"El..elvano?"ucap Hani mulai berdiri dan melangkah cepat kearah elvano yang di lihatnya,tapi pada saat langkahnya sampai tujuan,elvano malah menghilang.
👻👻👻
Bersambung...