I can see you

I can see you
part 1



"woy Hani,ada dapat perkejaan nih"Reyhan memberi tahu Hani yang sedang sibuk dengan buku di hadapannya,sedang mengerjakan pr yang belum dia selesaikan.


"sekarang apa?kemaren hantu rel kereta api,lalu sekarang apa?"Hani tidak mengalihkan tatapannya dari bukunya,dan membiarkan Azka yang menjawab pernyataan Reyhan.


"hehe sekarang sepertinya lebih menegangkan,hantu rumah tua."jawab Reyhan dengan senyumannya.


Hani telah menyelesaikan tugasnya dan menatap kearah Reyhan "dapat informasi dari mana?" tanya Hani dan memangku tangannya di atas meja.


"oh dari anak sebelah namanya Tina,katanya ada temannya baru pindahan dan rumahnya ada hantunya,jadi dia minta bantuan kita.uangnya lumayan loh,bisa buat nambah tabungan kita."jelas Reyhan dengan panjangnya.


"hmmm baiklah,nanti malam kita ke sana.apakah kamu dah dapat alamatnya?"tanya Hani pada Reyhan yang di jawab dengan senyuman.


"udah dong."jawab Reyhan dengan menunjukkan sebuah kertas yang tertera sebuah alamat di sana.


"semoga semuanya berjalan lancar." ucap Azka yang hanya dapat pasrah.


👻👻👻


Hani,Azka dan Reyhan sudah sampai di halaman rumah yang lumayan besar.baru saja Hani membuka pintu,ada tiga orang yang berdiri di hadapan mereka bertiga yang tak lain dan tak bukan adalah orang tua dari teman Tina dan temannya tina yang juga ada di sana,bernama cika.


"selamat datang nak hani,tolong bantu kami.sepertinya hantu itu menetap di lantai atas,yang setiap malam terdengar suara berisik dari situ." ucap ibu Cika yang terlihat ketakutan.


Hani hanya menganguk mengerti,dan mereka naik ke atas sedangkan Cika dan orang tuanya menunggu di bawah.


Hani dapat mencium bau rumah lama di Indra penciuman nya yang bercampur dengan bau amis yang samar-samar.azka mulai membuka satu persatu pintu yang di lihatnya dan berhenti tepat di sebuah pintu berwarna biru yang sudah lusuh karena mendapat instruksi dari Hani.


"di sinikah?"tanya Azka pada Hani,dan Reyhan mulai merasa merinding di lehernya.


"oh ayolah,jangan bermain-main."ucap Hani,membuat Azka dan Reyhan langsung merapatkan diri ke arah hani.mereka lumayan penakut,walaupun sudah sering mengikuti Hani mengusir hantu,tetap saja mereka takut karena tidak dapat melihat apapun dan malah selalu menjadi korban hantu jahil.


"ada dimana Hani?"tanya Reyhan pelan.


"persis tepat belakang kalian."ucap Hani santai,yang membuat kedua teman hanya dapat memejamkan mata tanda pasrah dengan keadaan.


dari pandangan Hani,dia melihat seorang perempuan dengan baju putih tersenyum sangat lebar kearahnya,sangat lebar sehingga bibirnya hampir menyentuh telinga.


dan Hani hanya menatap kaku di tambah ngeri melihat betapa lebarnya senyuman hantu itu,dan memilih membuka pintu kamar yang ada di hadapannya.


dan saat Hani melihat kembali hantu itu yang sudah tak ada di belakang Azka dan reyhan,Hani mulai menyusuri setiap susunan di kamar itu.walaupun tak ada barang apapun,hani dapat mencium bau amis yang menguat.ketika Hani sampai di depan pintu putih,yang dia tebak adalah kamar mandi,baru lah Hani dapat melihat seorang wanita duduk di sudut kamar mandi menelungkup kan kepalanya di atas lutut.


Hani mulai mendekatinya perlahan,sangat pelan sampai bunyi langkah pun tak terdengar,sampai Hani berdiri tepat dihadapan wanita itu.


perlahan tapi pasti kepala wanita itu terangkat,kulitnya sangat putih kebiruan seperti sudah membusuk.


"ada apa?kenapa kau ada disini?"tanya Hani hati-hati,yang malah di balas dengan tatap saja oleh wanita itu,sampai ketika tangannya perlahan terangkat mengarah ke sebuah dinding yang di cat biru laut.


"disini?"tanya Hani lagi,wanita itu mengangguk perlahan.


"Rey,apakah ada sesuatu yang bisa menghancurkan tembok ini?"tanya Hani sambil memejamkan matanya,meraba dinding yang sekarang ada di hadapannya.


"aku cari dulu."Reyhan mulia berlari ke lantai bawah,dan bertanya pada orang tua Cika.


"ada,tunggu saya ambil dulu."beberapa menit kemudian,bapaknya Cika kembali dengan palu di tangannya.


"terimakasih om."Reyhan kembali naik keatas,diikuti orangtuanya Cika dari belakang.


Hani hanya menatap sekilas dan menerima palu yang diberikan reyhan padanya,dengan perlahan Hani mengangkat palu itu,dan memukulnya kearah tembok.


semakin lama semakin kuat,sampai mulai terlihat retakan di temboknya.melihat hal itu Azka langsung turun tangan untuk membantu Hani.


"berikan padaku."ucap Azka mengambil alih,dan mulai memukul tembok itu.sampai tembok itu hancur dan terlihatlah sesuatu yang ganjal di depan matanya.


"i-ini..a-apa?"ucap Azka yang melihat sebagian tangan yang sudah keluar dari tembok,dan saat itulah ada yang berteriak.


"AKKHHHH..."semua orang membalikkan tubuhnya begitupun Hani,dan mereka melihat Cika yang sudah terduduk di depan pintu kamar mandi dengan kepala menunduk.


"khekk khekkk...akan ku bunuhhhh,akan ku bunuhhh"dan mendadak kepala Cika terangkat.membuat Hani dengan cepat mendekat,memegang kepala Cika.


"siapa yang akan kau bunuh min?"orang tua Cika saling memandang,bagaimana bisa Hani tau nama hantu itu.


"siapa min?"Cika dengan mata memerah menatap kearah Hani.


"khekk...suami ku,akan ku bunuh dia."ucap Cika dengan wajah yang tiba-tiba menjadi murung.


"karena kamu di bunuh olehnya,lalu kau pun akan membunuhnya?min kau sudah mati,kembali lah.aku yang hidup ini yang akan memastikan suami mu masuk penjara dengan hukuman setimpal,dan tubuh mu akan akan kami kuburkan di tempat yang layak."ucap Hani panjang lebar.


"siapa nama suami mu?apakah itu Roy?"tanya Hani pada Cika yang masih menatap dirinya dengan mata memerah.


"ya Roy."jawabnya,Hani mulai membaca ayat untuk mengusir min dalam tubuh Cika,sambil memegang kepala Cika.


"ambilkan air."ucap Hani,dan menatap singkat Cika yang terkapar di hadapannya.hani langsung berbalik kembali pada tembok yang baru mengeluarkan tangan dari min.


"cepat hancurkan temboknya lagi Azka."ucap Hani membuat Azka membongkar temboknya lebih dalam.


terlihat tubuh wanita yang sudah membusuk berlapis lumpur di tubuhnya,yang membuat semua orang menutup hidung secara cepat.


"telpon polisi om,kita harus menangkap pelakunya."ucap Reyhan memberi instruksi.


orangtua Cika terlihat kebingungan dan mulai mengeluarkan handphone nya melaporkan kejadian yang telah terjadi.


👻👻👻


seminggu kemudian


min pada saat itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.sedangkan Roy suami dari min dalam masa penangkapan,dalam 4 hari baru dapat di tangkap.


begitulah proses dari kerja Hani,Azka dan reyhan.yang membuat nama mereka sudah tak asing lagi di sekolah mereka,sebab mereka sangat populer.


bersambung