I can see you

I can see you
part 5



"apa maksudmu Hani?"Azka menatap Hani meminta penjelasan,karena ucapan Hani mampu membuatnya menjadi waspada saat ini.


"bukan apa-apa,lanjutkan nontonnya."jawab Hani singkat,dan menatap elvano yang juga menatapnya seakan memberikan isyarat tertentu.


elvano langsung beranjak dari duduknya,berjalan menuju pintu rumah untuk mengecek adanya keganjalan yang dirasakan oleh Hani,dan benar saja di sana elvano malah melihat sesosok pria berdiri di depan pagar rumah, terlihat linglung dengan lingkungan sekitarnya.


elvano meneliti dari tubuh atas sampai bawah pria itu,sekitaran umur 28 tahunan dan seperti korban kecelakaan,itulah yang melintas di benak elvano.


setelah puas meneliti,elvano memutuskan untuk masuk kembali dan memilih duduk di samping Hani,sedangkan Reyhan dan Azka kembali fokus ke layar televisi untuk menonton.


"bagaimana El?"bisik Hani pada El yang memang menatap kearahnya.


"hanya lelaki korban kecelakaan yang terlihat linglung,sepertinya tidak berbahaya."ucap elvano yang terlihat yakin dengan penglihatan nya.


setelah tanya jawab itu,Hani dan yang lainnya kembali fokus dengan layar televisi di hadapan mereka sampai larut malam barulah Hani beranjak dari sana berniat kembali ke kamarnya.


sedangkan yang lainnya masih fokus pada televisi dengan film action kesukaan mereka.


"suasana macam apa ini?"Hani melihat ke sekeliling kamarnya,hawa yang dia rasakan sekarang terasa lebih dingin dari biasanya.


dan benar saja dia malah mendapati seorang lelaki di balik lemarinya tepat di sudut ruangan,dan sialnya tatapan mereka malah bertemu membuat Hani membeku saat itu juga,ketika lelaki itu tersenyum menyeringai dengan lebarnya.


"AAKKHHH...."dengan sekuat tenaga Hani berteriak histeris,saat dengan cepat lelaki itu akan menerkamnya.


ini yang Hani takutkan,arwah jahat yang tak dapat terkendalikan olehnya,seseorang yang semasa hidupnya hanya berbuat buruk dan hanya memedulikan masalah dunia, melupakan akhirat.


Hani masih menutup matanya karena tidak adanya pergerakan,membuat Hani dengan berani membuka matanya secara perlahan.


yang dia lihat sekarang membuatnya menatap tak percaya,dimana elvano berdiri di hadapannya dengan tangan menggenggam leher arwah yang tadi mencoba untuk menyerangnya.


dalam pandangan Hani,sekarang elvano masih mencekik leher arwah itu dan anehnya lama ke lamaan arwah itu mulai menghilang dan menjadi asap seketika.


dengan cepat elvano langsung berbalik meneliti Hani dari atas sampai bawah seperti mencari ada jejak luka di tubuhnya.


"kau tak apa-apa?"tanya elvano pada Hani dengan suara yang lembut membuat Hani tanpa sadar menganggukkan kepalanya.


lain dengan Azka dan Reyhan yang malah kebingungan menatap Hani yang mengangguk dengan tatapan masih fokus ke depan.


"Hani apa yang terjadi?"Reyhan yang mulai cemas langsung memegang kedua bahu Hani,membuat Hani sadar jika Azka dan Reyhan ada di sampingnya,yang memang dari tadi belum dia sadari keberadaanya.


"aku sedang melihat elvano di hadapan ku,ada sesuatu yang aneh terjadi."jawab Hani dan langsung memegang tangan elvano menyeretnya untuk duduk di atas ranjangnya.


diikuti oleh Azka dan Reyhan yang juga penasaran akan jawaban Hani selanjutnya.


"tadi ada arwah yang menyerang ku,dan elvano yang menolong ku,tapi anehnya dia bisa menghancurkan arwah itu...seharusnya tak bisa melakukan itu."ucap Hani sambil memegang tangan elvano, membolak-balik tangannya mencari sesuatu.


sedangkan elvano hanya menatapnya keheranan,entah apa yang sedang Hani coba cari darinya,padahal dia sendiri saja tidak tahu apa yang terjadi padannya.


"ternyata dugaan ku benar,tubuhmu tak sepenuhnya dingin seperti arwah biasanya ada sedikit kehangatan di tubuhmu dan sepertinya kamu...belum mati."ucap Hani dengan menatap lekat mata elvano,yang terdapat keterkejutan di sana.


"a-aku belum mati?"dalam sekejap entah kenapa kepala elvano tiba-tiba terasa seperti di pukul dengan kerasnya.


👻👻👻


Bersambung...