
sudah beberapa menit mereka terdiam tanpa ada komentar sedikitpun,bahkan Azka dan Reyhan hanya menunduk seakan berperang dengan pikiran masing-masing.
"sebaiknya kamu tidak usah ikut campur lagi Hani."Reyhan memecahkan keheningan,Hani menatap Reyhan dengan satu alis di naikkan.
"kau ini bicara apa?aku memberi tahu kalian bukan untuk ini,melainkan untuk membantuku mengungkapkan kebenarannya."
"tidak bisa,jika kamu terlibat maka nanti kamu bisa menjadi sasaran selanjutnya."reyhan melayangkan tatapan tidak sukanya akan keputusan hani yang terdengar gegabah.
"kita bahkan belum melakukan apa-apa Rey, bagaimana denganmu azka?kau ikut denganku kan?"Azka menatapnya dengan tatapan ragu, sebenarnya dia ingin menentang keputusan Hani tapi entah kenapa rasanya dia juga penasaran apa telah yang terjadi pada elvano sebenarnya.
"entahlah hani,kita bahkan tidak tahu apa yang ada di balik semua ini.apakah sesuatu berbahaya atau tidak,kita tidak tau resiko apa yang kita akan terima Hani."tatapan khawatir tercetak jelas di wajah putih Azka yang menatapnya.
"ya itulah masalahnya,kita tidak bisa bertidak mencari kebenaran sana sini,kita tidak tahu resikonya akan sebesar apa."sekarang Reyhan juga menatap Hani dengan tatapan khawatir yang membuat Hani langsung mengeluh tak berdaya jika temannya sudah mengatakan keputusan yang sama.
"baiklah untuk sekarang aku akan mencarinya bersama elvano saja."putus hani yang di hadiahi tatapan tak suka kedua temannya,membuat Hani tersenyum paksa pada kedua temannya.
"ya sudah,kami akan ikut tapi bila kita tahu itu berbahaya,jika aku bilang berhenti,kamu harus benar-benar berhenti oke?"ucapan Reyhan langsung membuat Hani tersenyum kecil pada temannya.
"oke,lagian aku juga tidak akan membiarkan kalian terluka."
👻👻👻
sehari berlalu dan Hani belum mendapat petunjuk apapun,bahkan elvano juga mengatakan tidak bertemu dengan pria paruh baya itu lagi.
sekarang di dalam kelas yang tenang dengan guru yang duduk di depan mengawasi murid-murid,mereka sedang mengadakan kuis dadakan.
Hani duduk dengan gelisah tak karuan,dari tadi ada satu arwah yang seakan memancing kemarahannya tapi Hani mencoba untuk mengalihkan tatapannya pada kertas yang berisi jawaban-jawaban yang dia tulis.
perlahan Hani mengangkat kepalanya dan matanya langsung bertemu dengan mata arwah yang dari tadi mengusiknya,tatapan Hani datar sedangkan arwah itu memberikan Hani senyuman jahil,arwah perempuan dengan baju putih,rambut panjang,apa lagi kalau bukan...kuntilanak.
entah bagaimana kuntilanak itu masuk ke kelasnya,mungkin ada seseorang yang tak sengaja di ikuti sampai ke kelas.
tarikan dan hembusan nafas membuat Azka melirik sedikit kearah hani sekilas dan dia pikir mungkin Hani merasa frustasi dengan soal kuis yang menurutnya cukup sulit.
BRAKKKKKK
"pergi."
semua mata menatap kearah hani penuh tanya,Hani memukul meja dengan sangat keras membuat orang-orang di dalam kelas menatapnya dengan tatapan kaget.
'ternyata kau benar-benar bisa melihatku.' kuntilanak itu malah berbisik di telinga Hani sambil tertawa,membuat Hani langsung memutar mata tak suka.
"maaf semuanya,tadi ada lalat di mejaku jadi aku memukul nya supaya dia pergi."ucapan Hani berhasil membuatnya mendapatkan tatapan aneh dari semua temannya sedangkan Azka hanya diam mengerutkan dahi.
"ah lalat nakal."ucap Hani sambil mengibaskan rambutnya,menghiraukan tatapan kuntilanak yang menatap penuh tanya.
👻👻👻
"memang bukan lalat,hanya berniat mengusir setan usil."jawab Hani memusatkan tatapannya pada ponsel.
"di kelas ada setannya?"
"di manapun ada."singkat Hani yang membuat Azka mengangguk mengerti.
mereka sudah menyelesaikan kuisnya tapi sekarang belum Jam istirahat jadi mereka masih berada di dalam kelas.
"owh iya Azka,nanti kalian pulang duluan aja soalnya aku ada tugas kelompok."Hani teringat akan tugas kelompoknya yang memang harus di presentasikan dua hari lagi.
"eh tugas kelompok?aku kelompok berapa?"
"kamu kelompok 8,aku kelompok 2 jadi harus di kerjakan lebih cepat."jelas Hani yang tahu kebiasaan temannya satu ini, pelupa.
"owh iya ya ."Azka menggaruk tengkuknya tak gatal,sebab baru mendapatkan ingatannya yang hilang.
👻👻👻
"udah segini aja nih?"Hani bertanya pada ketiga orang yang duduk bersama dengannya di meja bundar di dalam kafe.
jam sudah menunjukkan pukul 17.40 dan hari mulai gelap, sedangkan mereka masih setia duduk dengan buku dan laptop di atas meja.
"ya kayanya udah bagus,ini udah bisa di presentasikan besok."Novan salah satu kelompok Hani menatap laptop yang ada di hadapan Hani.
"yaudah kalau gitu kita pulang,udah gelap juga."Rina melirik jam di tangannya dan mulai bergerak merapikan barang-barang di atas meja begitupun dengan yang lainnya.
mereka melangkah keluar pintu kafe tapi langkah mereka berhenti ketika melihat Hani berhenti di samping mereka.
dari pandangan hani,dia menatap anak kecil laki-laki yang memegang bajunya dengan tatapan sedih seakan meminta tolong padanya.
tangannya menunjuk sebuah gang yang membuat tatapan Hani langsung terarah.
tanpa sadar Hani melangkah dengan arwah anak kecil yang menuntun jalannya kearah sebuah rumah.
"Hani mau kemana?"rina menatap Hani dengan tatapan cemas begitupun dengan teman kelompoknya yang sekarang mau tak mau mengikuti langkah Hani yang sekarang memasuki sebuah gang.
tepat di depan pintu rumah sederhana,Hani menutup mulutnya mendengar cerita anak kecil di sampingnya,Hani langsung menatap kearah ke tiga teman kelompoknya.
"bisa kalian hubungi polisi?"dan saat itulah ketiga teman kelompok Hani berfikir mereka berada di kondisi yang tak mereka inginkan.
👻👻👻
Bersambung...