
elvano kembali ke rumah sakit dan melihat dirinya yang masih terbaring tanpa ada perkembangan barang sedikit pun, kondisinya masih seperti pertama kali dia menemukan tubuhnya.
bahkan kemarin kondisi tubuhnya sempat menurun ,dia pikir di kemarin benar-benar akan mati saat tubuhnya seakan menjadi dingin secara tiba-tiba,tapi dalam beberapa saat kemudian tubuhnya kembali seperti semula.
dia belum sempat mengatakan hal ini pada Hani sedikitpun,di belum punya keberanian untuk mengakui bahwa hidupnya akan berakhir.
tatapannya tak beranjak pada tubuhnya,dia bahkan sering kali mencoba untuk memasuki tubuhnya ya kali kan ada keajaiban sehingga dia bisa hidup dengan cara itu.
pintu ruangannya terbuka menampilkan Sorang pria paruh baya yang terlihat tidak asing dari pandangan elvano,dia terus menatap pria itu tapi dia benar-benar tak mengenalinya.
pria itu menganti sebuah bunga yang ada di vas bunga yang awalnya bunga itu terlihat layu di ganti menjadi yang lebih segar.dan ucapan pria itu berhasil membuat elvano menegang dan tak sanggup berkata kata.
"anak muda,kamu lebih baik tidak sadar setidaknya itu baik untuk saya.kalaupun kau sadarkan diri nanti, saya harap kau tetap tutup mulut."ucap pria itu seperti sebuah ancaman pada elvano yang sekarang menatap tak percaya pada pria yang sekarang sudah beranjak pergi keluar menjauh dari ruangannya.
👻👻👻
hani berada di sekolahnya bersama Azka dan tentunya ada Reyhan,tepat malam-malam sekali Reyhan kembali dari jepang membangunkan penghuni rumah yaitu Azka dan Hani,anehnya Reyhan malah langsung ke rumah Hani bukan pulang ke kosannya.
"kamu belum mengerti juga?"Hani di buat frustasi oleh Azka yang sekarang masih menatap buku yang ada di hadapannya,entah sudah berapa kali Hani menjelaskan isi buku itu tapi semuanya seakan di pantulkan keluar begitu saja oleh Azka.
"ini dapat dari mana?kok bisa dapat ini?"Azka bertanya lagi,Hani kembali mengeluh menatap temannya dengan amarah yang memuncak.
"oke aku menyerah nanti kamu minta Reyhan untuk menjelaskan semuanya ya,aku rasa Reyhan lebih sabar dari pada aku."ucap Hani dengan senyuman terpaksa.
"ah sudahlah aku pasrah,kalau gak bisa ya gak usah di isi,bikin ribet."balas Azka meraih ponselnya yang memang dari tadi dia abaikan karena mau belajar bersama Hani.
"gak bisa gitulah Minggu besok kita mau UN loh,kamu mau gak lulus?"dengan wajah penuh peringatan Hani menatap dan mengarahkan telunjuknya pada Azka.
"masa iya cuma karena satu soal ini bisa gak lulus, ada-ada aja."balas Azka dengan wajah seperti meremehkan Hani yang sekarang tersenyum sinis padanya.
"kamu gak tau ya? rata-rata soal matematika keluarnya ini loh, kemarin kan kita di kasih simulasi,makanya perhatikan baik-baik."sekarang giliran Hani yang tertawa lebar melihat wajah tak percaya Azka dan sekarang malah membuka soal yang tadi mereka pelajari,mencoba memahami apapun yang awalnya tidak di mengerti olehnya.
"belajar yang bagus ya anak mamak."Hani mengelus kepala Azka yang langsung di singkirkan olehnya,kembali fokus pada buku di hadapannya.
"mau kemana?"fokus Azka teralihkan saat Hani tiba-tiba mau berdiri seakan ingin bergerak menjauh.
"mau ke kantin lah,lagian ini dah waktunya istirahat."balas Hani.
"udah ayok."merekapun berjalan beriringan ke arah kantin.
👻👻👻
sepulang sekolah tentu saja Hani tak akan sendiri,sekarang entah kenapa kedua temannya jadi sering mampir di rumahnya malah bukan hanya sekedar mampir mereka bahkan sering menginap di rumahnya,tentunya mereka ingin makanan gratis dari hani.
tapi Hani sama sekali tidak keberatan,dia malah sangat senang akan hal itu karena setidaknya dia tak sendiri di rumah yang cukup besar ini.
seperti biasa,sekarang mereka sedang duduk santai di depan televisi dengan memakan paha ayam goreng di atas meja yang mereka pesan tadi.
"bentar lagi lulus nih."Azka membuka pembicaraan sambil mengigit daging ayamnya dengan perlahan.
"udah mikir lulus aja lo ya,soal UN yang tadi aja gak bisa lo kerjain, boro-boro lulus."balas Reyhan santai,dari tadi dia sudah menjelaskan satu soal matematika pada Azka,tapi entah kenapa sama sekali tidak dapat di pahami olehnya,yang seperti semua ucapannya seakan di pantulkan begitu saja.
"itu lo nya yang gak pandai jelasin,masa iya sekali mau nanya dan gue gak bisa jawab lo malah mukul kepala gue pakai buku lo yang tebalnya minta ampun tu,nanti kalau gue tambah bodoh gimana coba,aduh kasian ni otak gue."
protes Azka pada Reyhan yang di balasnya dengan mengangkat bahunya tak peduli.
anehnya Reyhan dan Azka sering berganti panggilan,biasanya lo gue di saat mereka ingin,terkadang aku kamu dan mereka akan merasa geli sendiri jika sudah lama menggunakan panggilan itu.
Hani yang jengah dengan pembicaraan tak berujung dari kedua temannya memutuskan mengambil minum di dalam kulkas,bukan jengah sih sebenarnya tapi haus.
Hani baru beberapa langkah menjauh dari kedua temannya dan pada saat itulah badannya merasa seperti di peluk dari belakang.
dan benar saja,ada elvano yang memeluknya erat menimbulkan tanda tanya besar bagi Hani.
"ada apa?"tanya Hani ragu-ragu saat elvano yang hanya memeluknya tanpa berbicara apapun padanya.
"biarkan seperti ini dulu,nanti akan aku ceritakan apapun yang aku alami."balas elvano yang membuat Hani langsung terbungkam penuh tanya dan membiarkan elvano memeluknya semakin erat.
👻👻👻
Bersambung...