
Hani berlari ketika kakinya baru menginjak lantai rumah sakit,saat dia akan memasuki mobilnya untuk kembali ke rumah sakit dia mendapat telpon dari Azka yang mengatakan jika Reyhan sudah membuka matanya dan itu berhasil membuat Hani terlibat seperti orang kesetanan saat ini.
"Reyhan..." pandangan pertama yang Hani lihat adalah Reyhan yang menatap terkejut padanya.
matanya terbuka sangat lebar,mungkin karena hani membuka pintunya seperti akan mendobrak seakan-akan ingin menghancurkan pintu itu.
tak berapa lama Hani langsung memeluk Reyhan sangat erat, menghiraukan rintihan kesakitan yang di keluarkan reyhan,sedangkan Azka yang melihat itu hanya dapat melihat Reyhan prihatin.
"bodoh...dasar bodoh."itu adalah kata pertama yang Reyhan dengar saat Hani memeluknya,berhasil membuat Azka tertawa tapi hanya sebentar karena yang selanjutnya dia dengar adalah suara tangisan Hani yang membuat Reyhan dan Azka saling memandang.
"jangan menangis...suara tangisanmu membuat luka ku berteriak kesakitan." Azka menatap tak percaya pada reyhan sedangkan reyhan menatapnya dengan senyuman polos yang menjengkelkan.
"aku membuat mu kesakitan? yah aku tahu ini semua salahku,maafkan aku rey."ucap Hani melepaskan pelukannya dan duduk di berhadapan dengan Reyhan.
melihat ekspresi bersalah Hani membuat Reyhan menatap Azka panik sedangkan Azka mengangkat kedua bahunya,pertanda dia tidak tahu harus melakukan apa.
"siapa bilang ini semua salahmu? sudahlah itu masa lalu,jangan menangis lagi."ucap reyhan kembali menarik Hani ke dalam pelukannya,mengelus kepala dan menepuk-nepuk punggung Hani dengan sayang,sekali lihat saja semua orang akan tahu betapa sayangnya reyhan terhadap hani.
"aku sangat lapar,tapi masakan rumah sakit sangat tidak enak."karena merasa terabaikan orang kedua orang di hadapannya,membuat Azka berteriak sangat keras sambil memegang perutnya seakan-akan dia benar-benar kelaparan.
"ah iya aku lupa,aku membawa beberapa makanan tapi tertinggal di dalam mobil...aku akan ambil dulu."Hani bergegas pergi mengambil apa yang seharusnya dia bawa.
setelah kepergian Hani dari hadapan mereka,Azka menatap Reyhan dengan penuh menyelidik membuat reyhan mengerutkan dahi tak suka.
"apa-apaan tatapan mu itu,aku sedang tidak ada hutang padamu."ucap Reyhan kembali membaringkan tubuhnya.
"dasar bodoh." lirih Azka dan ikut membaringkan tubuhnya.
👻👻👻
Hani dengan semangat 45 menenteng kotak bekal yang dia bawa,perasaannya sangat lega saat melihat kedua temannya sudah membuka mata.
"nak..." dengan perlahan Hani berbalik badan,matanya langsung melebar saat melihat seorang wanita paruh baya memegang kursi roda yang terdapat seseorang di sana.
'tidak mungkin.' batin Hani menatap tak percaya pada apa yang sedang dia lihat.
"aku tidak mengenalnya bibi." suara yang selama ini Hani dengar dari arwah gentayangan sekarang suara itu keluar dari mulut manusia bukan arwah lagi,ini bagaikan mimpi tapi Hani sudah bertekad untuk tidak berurusan dengan lelaki itu lagi,tidak lagi.
"maaf buk, sepertinya anda salah orang...saya permisi."ucap Hani melewati kedua orang itu begitu saja,dia tidak sadar jika lelaki itu menatapnya dengan pandangan tak terbaca.
"ayo bibi..."ucap elvano membuat bibinya kembali mendorong kursi roda yang membawanya pergi menjauh dari orang yang selama ini membatunya.
👻👻👻
"akhirnya kamu muncul juga,perutku hampir--"ucapan Azka berhenti saat melihat Hani ekspresi wajah Hani yang terlihat cemas.
"hei ada apa Hani?" Reyhan yang juga merasa aneh dengan perubahan raut wajah Hani membuatnya bertanya-tanya apa yang terjadi.
"aku...aku baru saja melihatnya."ucap Hani tiba-tiba membuat Reyhan dan Azka menjadi semakin tidak mengerti,apa yang di lihat Hani?
"apa yang kamu lihat Hani?" tanya Reyhan penasaran,Hani seperti ingin bermain teka-teki dengan mereka.
Hani yang menyadari sesuatu, membuatnya langsung mengedipkan matanya berulang kali dan menatap temannya,ah seharusnya dia tak mengatakan soal elvano lagi.
"aku melihat hantu merangkak...aku benar-benar pertama kali melihatnya." ucap Hani berbohong,setidaknya dia tidak ingin memberitahu soal elvano sekarang,tidak untuk sekarang.
"bahkan di siang bolong seperti ini?" tanya Azka dengan mata yang melebar,dia mulai parno akan kata yang berhubungan dengan 'hantu' membuatnya menatap Hani ngeri.
"mereka tidak datang saat malam saja,siangpun ada."ucap Hani,sedangkan reyhan sepertinya tahu jika Hani menyembunyikannya sesuatu darinya.
"iya ya,apa lagi di sini rumah sakit."Azka menatap kearah Hani yang sekarang mulai membuka kotak bekalnya.
"waktunya makan...atau mau aku suapi?"tanya Hani dengan tersenyum jahil,awalnya Hani hanya ingin menggoda kedua temannya tapi saat melihat kedua temannya menganggukkan kepala secara serempak,membuatnya menyesal telah menjahili temannya.
"dasar bayi besar."kesal hani,mulai menyuapi kedua temannya secara bergantian.
👻👻👻
Bersambung...