I can see you

I can see you
part 40



"kenapa begini..." Hani menyandarkan tubuhnya pada bangku mobil, memejamkan mata dengan sesekali membuang nafas lelah.


"kau terlihat sangat frustasi." Hani tersentak kaget saat mendengar suara di sampingnya, benar saja ternyata ada Gillian yang menyembulkan kepalanya di balik kemudi.


"sejak kapan kamu di sana?" tanya Hani kembali menutup mata.


"sedari tadi,bahkan saat kau mulai menggila..." Gillian terkekeh pelan, betapa serunya dia dari tadi menonton ke gilaan Hani yang menghentakkan kaki dan berteriak secara bersamaan di dalam mobil tapi saat melihat Hani mulai mananggis saat itulah dia mulai tak tega, Gillian telah berjanji pada Kevin untuk menjaga Hani layaknya temannya sendiri.


Hani hanya diam tak merespon tanggapan Gillian yang sekarang sudah duduk di samping Hani, memperhatikan Hani prihatin.


"Sarah itu sebenarnya orang yang baik." ucap Gillian santai tanpa beban,sedangkan Hani memberikan Gillian tatapan tak sukanya.


"nyatanya dia menyiksaku tanpa belas kasih." Hani langsung menatap wajah pucat Gillian, wajah pucat tak bernyawa.


"dia hanya merindukan anaknya dan melampiaskan masalahnya pada mu." ucap Gillian sambil melipat tangannya di depan dada.


"dan ingin membunuh ku akan hal itu? yang benar saja." Hani memutar matanya, mana ada ibu yang merindukan anaknya dengan membunuh orang lain?


"yah mungkin dia juga sedikit dendam pada mu, bagaimana kalau kamu tanyakan sendiri padanya?" Gillian bertanya dengan raut yakin sedangkan Hani menatapnnya horor, bagaimana bisa Gillian mendorongnya ke kandang singa?


"kau mau membunuh ku?" Hani melipat kedua tangannya di depan dada, menatap Gillian menantang, dia sedikit emosi sekarang, entah kenapa moodnya sangat buruk hari ini.


"kau tidak akan mati hanya karena bertanya hal itu Hani, lagian kau juga punya Kevin yang akan melindungi mu." jawab Gillian tersenyum singkat, dia tahu kecemasan yang Hani rasakan.


"tapi aku-"


"mau sampai kapan kau akan seperti ini Hani? beranilah, kami di pihak mu." Gillian langsung memotong ucapan hani dengan kata-kata penuh tekanannya.


"baiklah, ayo kita coba." Hani langsung menghidupkan mesin dan berkendara menuju rumah elvano.


mungkin dia sudah terlalu lelah berdebat dengan makhluk seperti Gillian...ya dia rasa begitu sehingga dia mengiyakan perkataan gillian.


"ini baru keren." ucap Gillian tersenyum puas.


👻👻👻


seharusnya Hani menolak saja dan kembali ke rumahnya tadi, tapi dia sudah terlanjur berada di sini.


semua orang yang ada di sana menatap Hani, tak terkecuali elvano yang sudah bangun dan duduk di atas ranjang dengan Kevin yang ada di sampingnya.


sedangkan Sarah menatap datar kearah Hani yang sekarang malah menatap Kevin meminta tolong, Kevin mengisyaratkan Hani untuk duduk di sebelahnya dan Hani menurut seperti anak anjing yang patuh pada majikannya.


"tidak mau." balas hani yang juga berbisik.


"kalau begitu aku saja yang mencobanya, kamu berbicaralah dengannya nanti." perkataan Kevin sontak membuat Hani langsung membuat jarak di antara mereka, dia belum punya keberanian akan bertanya-tanya pada makhluk pendendam satu itu.


"tapi aku-" belum sempat Hani mengajukan protesnya, ekspresi Kevin sudah berubah kaku.


"sial." umpat Hani saat sadar, Sarah telah memasuki tubuh Kevin.


Reyhan dan Azka serta elvano yang awalnya heran dengan tingkah Hani dan Kevin yang berbisik-bisik, sekarang semakin aneh lagi saat melihat perubahan gerak-gerik dari Kevin yang terkesan menjadi pendiam.


"keluarga mu yang membunuhku, maka akan ku bunuh juga kau..." ucapan itu meluncur bebas dari mulut Kevin yang membuat ketiga lelaki yang dari tadi menyimak langsung melebarkan mata tak percaya.apa maksud dari ucapan Kevin itu?


"anda yang salah, jelas-jelas anda yang tak berhati-hati... seharusnya jika anda tak melakukan hal itu, semuanya akan baik-baik saja." Hani langsung berdiri dari duduknya dan mengepalkan kedua tangannya.


"kau malah menyalahkan aku? lihat anak ini...aku bahkan tidak bisa melihatnya tumbuh dewasa, ini semua karena keluarga mu." Kevin atau Sarah menunjuk-nunjuk ke arah elvano dan Hani secara bergantian, matanya juga sudah memerah menahan tangis sedangkan Hani menahan emosinya supaya tak meledak begitu saja.


"mau sampai kapan ada akan seperti ini? anda tidak sadar dengan apa yang ada katakan? selama ini yang anda lakukan sangat keterlaluan kepada saya, tak sadarkah anda jika saya juga kehilangan?" Hani membalikkan badannya menghadap dinding, dadanya terasa sangat sangat sesak.


"kau tak tau apa yang saya rasakan, kenapa kau tak mati saja bersama orang tua mu? tidak adil jika hanya kau saja yang hidup, seharusnya aku yang hidup dan kau yang mati." tekan Sarah penuh emosi, Hani menundukkan kepalanya mendengar semua yang di katakan Sarah padanya, itu terlalu menyakitkan untuk dia dengar, selama ini itulah kata-kata yang sering dia dengar dari makhluk itu.


"apa maksudmu Kevin...kau keterlaluan" elvano bersuara dengan nada dingin, dia muak mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Kevin yang seakan sangat tak layak untuk di ucapkan.


"nak ini mama mu...mama Sarah." ucap Sarah menatap wajah elvano berkaca-kaca, tubuh elvano menegang, sudah sangat lama dia tidak mendengar nama itu lagi.


"jangan bercanda Kevin...nama itu tidak layak untuk kau buat bahan lelucon." elvano menatap tajam Kevin yang sekarang mulai menitikkan air mata.


"elvano ini mama mu, orang tua dari anak itu yang menabrak mama dan membuat mama seperti ini...kamu harus balas den-" belum sempat Sarah mengucapkan kata-katanya, Kevin langsung mengambil alih tubuhnya kembali, dia mulai muak akan kata-kata yang keluar dari mulutnya sediri.


"sial, dia mulai melantur tak jelas." Kevin membalik badannya menghadap Hani yang menundukkan kepalanya menghadap tembok, dia merasa bersalah telah mengizinkan Sarah mengambil alih tubuhnya sehingga membuat Hani terluka.


"apa maksud semua ini?" elvano yang masih penuh dengan pertanyaan itu mulai membuka suaranya kembali, ah sepertinyaKevin salah mengambil tindakan.


"aku akan menjelaskan nanti tapi-"


"APA MAKSUD SEMUA INI?" tak di sangka elvano langsung berteriak, membuat Hani yang awalnya diam menunduk langsung meledakkan suara tangisannya yang dari tadi tertahan.


👻👻👻


Bersambung...