
elvano keluar dari tubuh Hani dan langsung mendapat serangan bertubi-tubi dari Hani,mulai dari tendangan sampai pukulan di kepalanya dia terima.
"dia lagi sakit,kamu malah membantingnya seperti itu."ucap Hani tak kunjung membetulkan posisi tidur Azka yang terlihat tak beraturan.
"yang penting udah ku tolong."elvano hanya mendekap tangannya di dada dan meninggalkan Hani dan Azka di sana.
Hani menyelimuti Azka dan mengecek suhu tubuhnya yang masih terasa panas,dia langsung beranjak ke arah kulkas untuk mengambil es,baskom dan handuk untuk mengompres Azka.
"ini pasti karena tadi."ucap Hani mengompres Azka berulang-ulang berharap suhu tubuhnya menurun.
"memangnya tadi kenapa?"elvano tiba-tiba muncul dan duduk di tepian ranjang,menatap kasihan pada Azka yang memang sudah dia anggap sebagai teman.
"dia melihat penampakan brian."gumam Hani beranjak keluar mengambil kotak obat di lemari luar,kembali lagi dan dia malah melihat elvano yang tiduran di samping Azka.
"karena kamu sudah di sana,kamu jagain Azka ya...aku mau tidur dulu,oke?"minta hani pada elvano,sedangkan elvano hanya mengangguk pertanda mengiyakan permintaan Hani.
👻👻👻
paginya Hani langsung berlari menuruni tangga berniat melihat keadaan Azka di kamar tamu tapi baru saja dia akan memasuki kamar itu,sebuah suara memanggil nya.
"Hani mau kemana?"dengan cepat dia berbalik dan melihat Azka yang telah duduk di sofa ruang tamu dengan segelas teh hangat di atas meja.
"eh udah sehat?"tanya Hani sambil menelusupkan tangannya di kepala Azka mengecek suhu tubuhnya.
"ya udah lumayanlah."Azka mengambil gelas tehnya dan mulai meminumnya,sedangkan Hani mulai mengedarkan pandangannya seperti mencari seseorang.
"kenapa?"Azka yang melihat Hani menatap liar sekelilingnya membuatnya juga ikut melakukan hal yang sama.
"aku mencari elvano,dia yang menemani mu tadi malam."singkat tapi terdengar sangat berat di telinga Azka,bagaimana bisa Hani menyuruh arwah yang menjaganya.
"wah kamu berhasil membuatku merinding Hani,tega sekali kamu menyuruhnya menjaga ku."protes Azka terlihat waspada,ingatan kemarin kembali menghampirinya secara tiba-tiba tanpa izin.
"kenapa?dia baik kok,lagian dia belum meninggal cuma koma."dengan tersenyum Hani berucap seperti itu, menghiraukan ekspresi wajah Azka yang terlihat ketakutan di hadapannya.
"tetap saja itu menyeramkan."Azka menatap ngeri kearah Hani yang berhasil membuatnya frustasi.
"sudahlah kamu tak mengerti dengan perasaan ku."ucapnya menghiraukan Hani yang mencoleknya.
"aku bosan tanpa reyhan,ayo lakukan panggilan Vidio." Hani dengan cepat mengambil ponselnya mencari nomor Reyhan dan melakukan vc dengan Reyhan.
"hai sahabat seperjuangan."setelah panggilannya terhubung,Hani langsung berteriak histeris melihat wajah Reyhan yang muncul di layar ponselnya.
"eh hai,tumben sekali."balas Reyhan dengan wajah curiga menatap Hani seperti mengatakan ada maksud tersembunyi di balik panggilan yang Hani lakukan.
"hentikan tatapan mu itu,aku hanya ingin menelpon bukan menagih hutang."ucap Hani jengkel dengan tatapan yang di layangkan Reyhan padanya.
"hahahh bercanda,kenapa dengan mu Azka?"tatapan Reyhan terfokus pada Azka yang terlihat agak pucat di samping Hani.
"kembaran tak sedarah mu ini sedang sakit,baru saja di tinggal sehari oleh mu,sepertinya dia memang tak bisa jauh-jauh darimu Rey."ucap Hani sambil merangkul Azka dengan ekspresi sok dramatisnya.
"benarkah?hahaha perut ku,ternyata kamu sangat menyedihkan tanpa ku Azka."balas Reyhan dengan tawa menggelegar,sedangkan Azka sendiri hanya fokus pada layar televisi yang menayangkan makhluk air kuning berbentuk kotak dengan sahabatnya bintang merah jambu,dia benar-benar menghiraukan kedua sahabatnya yang sekarang sedang menertawakan dirinya,bodo amat dengan lingkungan sekitarnya.
"woahh elvano dari mana saja kamu?"setelah puas tertawa,tatapan Hani teralihkan pada sosok yang tiba-tiba duduk di sofa hadapannya.
sedangkan Azka jangan tanya bagaimana dia, ekspresinya dan tubuhnya langsung menegang tak bergerak karena dia sama sekali tak tahu dimana keberadaan sosok yang baru saja di sapa oleh Hani.
"jenguk badan di rumah sakit."jawab elvano singkat,menatap Azka yang terlihat kaku di depannya.
niat usil menghampiri elvano dengan senyum misterius dia mulai mendekati Azka dan meniup telinganya,respon Azka yang di luar dugaannya membuat elvano langsung terduduk di lantai sambil memegangi perutnya tertawa terpingkal-pingkal sangking lucunya.
Azka meloncat dengan kedua kaki dinaikkan ke atas sofa menutup telinganya dengan tangan dan mata terpejam erat,seperti anak kecil yang di kejutkan akan petir yang menyambar.
"jangan ganggu dia el,kamu mulai menjengkelkan sekarang."ucap Hani sambil mencoba menenangkan Azka yang berada di sampingnya dan menatap tajam kearah elvano memberi peringatan.
"siapa suruh jadi penakut."elvano hanya tersenyum dengan masih terkekeh kecil menertawakan Azka,seakan mencoba mencari hiburan sendiri akan masalah yang baru saja menimpanya.
👻👻👻
Bersambung...