
Hani masih diam di tempat duduknya mencerna setiap perkataan Ciko padanya yang membuatnya kebingungan sediri.
"lalu apakah kakak tau bagaimana kabar tentangnya?"tanya Hani mencoba memastikan bahwa yang dia prediksikan kemarin adalah benar adanya.
"ah ku dengar beberapa bulan yang lalu dia mengalami kecelakaan parah dan mengalami koma,tapi entahlah apakah sekarang dia sudah sadarkan di diri atau belum."jawab Ciko yang terlihat berfikir dan sesekali menatap kearah Hani.
'ternyata yang aku perdiksikan memang benar' batin Hani yang sekarang menatap kearah elvano yang juga menatap kearahnya.
"kakak punya kenalan yang bisa memberi tahu ke keberadaannya sekarang kak?"Hani sekarang sudah mulai menemukan titik terang yang membuatnya mulai berfikir positif.
"ah sepertinya ada,tunggu aku akan menghubungi nya dulu."dengan sigap Ciko langsung memanggil nomor seseorang yang akan memberikan informasi padanya.
"halo..."
"....."
"gue mau nanya nih,saudara lo elvano dimana sekarang?"
"......"
"ini ada yang nanya,iya dimana sekarang?"
"....."
"hah iya?sampai sekarang?oke terimakasih ya."
Ciko langsung menutup panggilan nya,dan langsung menatap kearah Hani yang juga menatap kearah nya.
"elvano ada di rumah sakit wijaya,masih dalam keadaan koma sudah 6 bulan berlalu."singkat Ciko yang membuat Hani benar-benar mendapat pencerahan.
"baik,terimakasih kak Ciko."ucap Hani dengan senyuman,lalu berlalu pergi menjauh dari sana.
"ayo pergi."Hani keluar bersama dengan ketiga temannya,menuju kelas masing-masing dimana elvano mengikuti Hani ke kelasnya.
👻👻👻
masih dengan seragam Hani menuju ke rumah sakit yang bernama Wijaya,dan langsung bertanya pada resepsionis ruangan elvano.
Reyhan dan Azka hanya mengikuti tanpa banyak berkomentar apa yang Hani lakukan,sesampainya di sana Hani melihat ruangan itu kosong dan memilih untuk masuk.
dapat dia lihat tubuh elvano terbaring lemah dengan alat-alat yang menempel di tubuhnya,sedangkan arwah elvano bergetar hebat di sampingnya seperti ketakutan.
"sudah lah el kamu tak akan bisa memasuki tubuhmu dengan cara seperti itu."Hani menatap fokus kearah tubuh elvano.
"lalu apa yang harus aku lakukan?"tanya elvano dengan ekspresi putus asa,dia sangat ingin hidup kembali.
"entahlah ini pertama kali aku menghadapi hal ini."Hani sangat kebingungan sekarang,ini semua bagaikan teka teki tersulit yang pernah Hani alami,dia benar-benar tak tahu harus melakukan apa ke depannya.
"a-aku ingin.."
"untuk sekarang kita cukup bisa merasa lega karena kita tahu di mana tubuh mu berada,yang selanjutnya biarkan aku mencari tahunya terlebih dahulu."hani akan beranjak dari sana,tapi saat melihat ada seseorang masuk membuat dia langsung memberhentikan langkahnya.
"siapa kalian?"seorang pria dan wanita paruh baya menatap Hani,Azka dan Reyhan kebingungan.melihat hal itu membuat Hani langsung merubah ekspresi nya menjadi tersenyum manatap wanita dan pria di hadapannya.
"maaf pak buk,kami temannya anak bapak ibuk nama saya Hani dan ini Reyhan dan Azka."melihat instruksi dari Hani membuat Reyhan dan Azka ikut tersenyum manis pada ke dua orang di hadapannya.
"dia bukan orang tuaku,mereka paman dan bibiku."elvano berucap di samping Hani yang hanya bisa Hani lirik sedikit,karena tak mungkin dia menanggapi ucapan elvano,itu akan terlihat aneh.
"ah begitu, terimakasih sudah menjenguk nya."ucap wanita itu dengan senyum manis.
"bolehkah saya sedikit bertanya buk?"Hani ingin sedikit mengetahui kejadian apa yang terjadi pada elvano mungkin melalui orang terdekatnya.
"baiklah,silahkan."jawab wanita itu mengajak Hani duduk di sofa di samping ranjang elvano yang di rawat,di ikuti yang lain yang juga memilih duduk di sampingnya mereka.
👻👻👻
duduk termenung di dalam kamarnya mencerna setiap apa yang di katakan bibi elvano yang membuatnya masih tak mendapatkan titik cerahnya,sedangkan elvano malah memilih tetap di rumah sakit dengan alasan ingin melihat tubuhnya lebih lama.
"dia kecelakaan dan mengakibatkan kan dia koma?tabrak lari?dan orang yang menabraknya tak di ketahui?jadi aku harus berbuat apa?"Hani melipat kakinya dan menelungkup kan kepalanya di atas lutut,jujur saja di tak ingin menduga-duga sekarang tapi entah kenapa cerita elvano bagaikan kisah-kisah sinetron yang tidak dia suka dan sering tayang di tv itu.
semakin dia mengingat Hani semakin pusing,membuatnya langsung menuju ke dapur membuat susu hangat sambil sesekali menerka apa yang terjadi.
dengan secangkir susu hangat Hani menyalakan televisi dan memilih menonton film,entah kebetulan atau takdir film yang hani tonton sekarang sekarang seakan sedang bercerita tentang elvano,matanya menatap tajam seakan menembus layar televisi.
"aku akan menemukan cara untuk membuat mu kembali elvano..."ucap Hani kecil sambil melihat beberapa coretan kertas yang ada di pangkuannya.
👻👻👻
Bersambung...