
elvano baru saja berpindah ke sekolah, keterkejutan memenuhi dirinya saat pandangan matanya menangkap Hani yang terikat di tiang dan merintih kesakitan pada temannya.
"apa-apaan ini."ucap elvano yang langsung menghampiri kerumunan itu.
elvano melihatnya saat ikatan Hani sudah terbuka dan begitu juga saat Hani menerjang gurunya sendiri.
elvano sadar jika Hani kesurupan langsung bertindak memasuki tubuh Hani juga,membuat Hani langsung tak sadarkan diri.
hanya dalam beberapa saat dan Hani langsung terduduk dengan mata tertutup yang perlahan terbuka terlihat sayu.
"ha---hani?"Azka dan reyhan mendekat kearah Hani memegang bahunya,menanyakan keadaannya.
"aku elvano,izinkan aku menetap sementara di dalam tubuh Hani untuk mencegah arwah brutal memasuki tubuhnya."Hani berbicara dengan nada berbisik membuat Reyhan dan Azka saling berpandangan lalu mengangguk menyetujui.
semua orang di sana tercengang saat melihat Hani berdiri di ikuti kedua temannya yang menjauh meninggalkan kerumunan.
👻👻👻
sudah cukup lama elvano ada di tubuh Hani bahkan juga sekarang,elvano belum bisa keluar dari tubuhnya karena dari pandangan mata elvano dapat dia lihat bahwa boni menantikan elvano keluar dari tubuh Hani supaya dia dapat memasuki Hani kembali.
mereka masih berada di lingkungan sekolah,semua orang masih menatap heran Hani yang sekarang malah terlihat seperti orang asing yang duduk kaku di bangkunya tanpa melakukan pergerakan apapun dengan Reyhan yang juga hanya diam menatap ke depan karena dia tahu bahwa itu elvano bukan Hani.
setelah semua kekakuan tercipta baru lah suara bel pulang berbunyi,Hani dan Reyhan langsung berdiri meninggalkan kelas.
setiap perjalanan mereka di sepanjang koridor orang-orang menatap Hani dengan pandangan aneh,bagaimana tidak jika hani berjalan dengan kaki terbuka dan tangan di masukkan kedalam kedua kantong roknya, benar-benar seperti seorang lelaki.
Reyhan yang menyadari tatapan semua orang,langsung melirik orang di sebelahnya dan membuatnya hanya dapat menggelengkan kepalanya tak tahu harus berbuat apa pada orang di sampingnya.
"perbaiki cara jalanmu,kau membuat semua tatapan mata mengarah pada Hani."bisik Reyhan pada orang di sebelahnya membuat Hani alias elvano langsung merapatkan kakinya mencoba menurut akan ucapan Reyhan.
sesampainya di dalam mobil,Azka sudah berada di dalamnya menatap kearah Hani penasaran apakah itu Hani atau bukan.
"keluarlah."ucap Reyhan membuat Hani mengangguk mengerti dan langsung keluar membuat elvano keluar dari tubuh Hani.
tubuh Hani langsung lunglai hampir membentur bangku yang ada di depan tapi dengan sigap kepala Hani di tahan Reyhan.
"Hani sepertinya sangat kelelahan."ucap Reyhan menatap Hani yang sekarang tak sadarkan diri di sampingnya sedangkan elvano yang sudah keluar hanya menatap Hani dari bangku depan kerena memang dia sekarang duduk bersama Azka di bangku depan.
👻👻👻
Hani langsung melompat turun dari ranjangnya bergerak mencari teman-temannya yang pasti tahu kronologis kejadian tadi.
pemandangan pertama yang Hani lihat adalah Reyhan membersihkan dapur dan Azka yang mulai menaruh mangkok-mangkok di atas meja makan yang tak di ketahui Hani apa isinya.
"eh udah bangun,yuk duduk."ucap Azka yang langsung menarik Hani duduk di salah satu bangku.
menatap isi mangkok,Hani hanya dapat tersenyum salut terhadap kedua temannya yang sekarang sudah duduk di hadapannya.
"semangkok mie dengan telor,sangat menggugah selera."ucap Hani tersenyum kepada kedua temannya dan memulai makan sore menjelang malamnya.
"bagaimana perasaan mu?apa ada yang sakit?"Reyhan tak menatap hani melainkan menatap isi mangkoknya dan menyuapkan sesendok demi sendok mie nya.
"hei kamu ini berbicara pada ku atau mienya sih?"ucap hani kesal sambil menunjuk Reyhan dengan garpu yang di genggamnya membuat Reyhan langsung menatap Hani dengan dahi berkerut.
Reyhan langsung menurunkan garpu yang hani arahkan padannya menggunakan garpu yang di genggamnya,seperti mereka sedang berperang garpu saja.
'dasar bocah,selalu saja ada masalah diantara mereka.' batin Azka mencoba makan dengan tenang menghiraukan kedua singa yang akan memulai perkelahian.
👻👻👻
"wah jadi kejadiannya tak terkendalikan ya,itu membuatku sedikit merinding."Hani mengusap-usap tangannya yang membuat bulu-bulu halus di sekitar tangannya berdiri.
dia merinding hanya dengan membayangkan bagaimana dia tadi,pasti seperti orang gila,pikrnya.
"tapi tadi elvano memasuki tubuhmu jadi kamu masih dapat tertolong,hampir saja kamu akan menerkam guru kita,gak kebayang."ucap Azka menerawang jauh.
pandangan Hani langsung teralih pada sesosok lelaki yang duduk di jendela seperti sedang menikmati pemandangan malam di luar.
"woy El,makasih yah."ucap Hani bar-bar berteriak keras membuat kedua temannya menatapnya tak suka,sedangkan elvano tersenyum geli menatap tingkah Hani yang entah kenapa terlihat bersemangat.
'lucu sekali.' batin elvano kembali menatap keluar bintang dari luar jendela.
👻👻👻
Bersambung...