
Hani benar-benar tak bisa berpikir jernih setelah berteriak dia memperhatikan keadaan sekitarnya yang mulai tak bersahabat,beginilah jika malam dengan keadaan penerangan yang tak memadai dan di iringi hujan,Hani benar-benar takut dengan keadaan seperti ini.
Hani mulai memperhatikan ke pintu luar,tidak ada pilihan lain.dia tak mungkin akan diam di sini terus dengan keadaan tubuhnya semakin gemetaran seperti ini.
dan lagi dia lupa membawa serta handphone nya,jadi dia tak bisa melakukan apa-apa kecuali...
dengan tekat kuat walaupun dia tau daya tahan tubuhnya lemah terhadap hawa dingin,Hani bersiap akan menerobos hujan tapi baru saja satu langkah Hani malah merasakan tarikan kuat membawanya kembali masuk kedalam rumahnya.
"kamu mau kemana hujan-hujanan dengan kegelapan seperti ini."ucap seseorang yang menarik Hani.
'suara ini...'hani menatap tangannya yang masih di genggaman oleh seseorang,tapi anehnya tangan ini tak hangat dan juga tak dingin.
dengan perlahan Hani mengangkat kepalanya menatap wajah orang yang menariknya,tapi matanya malah melebar tak percaya karena orang yang sudah lama tak pernah dia temui bahkan saat di cari kemanapun sekarang malah ada di hadapannya menggenggam tangannya,eh ralat bukan orang melainkan arwah gentayangan.
"elvano?"ucap Hani menatap wajah elvano tak percaya, mahkluk satu ini tak pernah terlihat dan sekarang malah muncul tiba-tiba di hadapannya tanpa di undang.
"ya maaf akan sikap ku yang kemarin-kemarin,aku hanya tak bisa berpikir dengan jernih."elvano menggaruk tengkuknya tak nyaman,awalnya dia akan melanjutkan aksi sembunyi ya tapi karena teriakan hani membuatnya terpaksa menampakkan wujudnya.
"ya tak apa,dari mana saja?sudah lama tak kelihatan?"tanya Hani sekarang mereka sudah duduk di atas sofa dengan penerangan lilin seadanya.
"selalu di sekitarmu hanya saja tak menunjukkan diriku di pandanganmu."jawab elvano menatap Hani yang duduk manis di hadapannya.
"oh iya,kenapa tadi kamu berteriak?"tanya elvano yang awalnya sedang duduk di sekitar ruang tamu tapi di kejutkan dengan teriakan hani yang sangat keras.
"ya begitulah,tadi aku mendengar sesuatu yang aneh diiringi dengan barang yang berjatuhan."ucap Hani yang kini sedang merapikan rambutnya yang tertiup angin,di luar masih hujan sangat deras.
"biasanya kamu tak takut,kenapa sekarang?"tanya elvano dengan tampang yang menjengkelkan menurut Hani.
"ya ya itu wajar."jawab elvano yang sekarang mulai bergerak mendekati pintu jendela karena merasakan sesuatu di sekitar sana,membuat Hani juga ikut bergerak mengikuti elvano sambil memegang lilin di tangannya.
dapat mereka lihat seorang yang berdiri dari kejauhan di tengah hujan menunduk basah kuyup dengan kaki yang tak menyentuh tanah dan Hani tau itu bukan orang melainkan hantu.
"menyeramkan sekali."lirih Hani menatap hantu wanita berpakaian putih berambut panjang,wanita itu hanya diam di tempat tak bergerak sama sekali membuat Hani dan elvano sama-sama tak bergerak hanya menatap wanita itu.
sampai mereka bosan sendiri baru lah mereka melangkah kembali ke arah sofa tapi mengejutkannya,hantu wanita tadi sudah lebih dahulu duduk di atas sofa membuat mereka berdua diam membeku menatap satu sama lain.
"kalian dapat melihat ku?"tanya wanita itu dengan suara lirih menatap kearah Hani dengan tatapan dingin,karena seperti mendapatkan jawaban wanita itu memberikan senyuman setannya.
"ternyata bisa."jawabnya sendiri di saat Hani tak menjawab pertanyaan nya,wanita itu malah berlari dengan cepat kearah Hani tapi wanita itu malah terlempar jauh saat elvano berdiri di depan Hani berniat melindungi nya.
Hani terdiam kaku,dia memang tau arwah tidak bisa memasuki arwah tapi gerakan tiba-tiba dari elvano membuatnya sedikit ketakutan,anehnya setelah itu tubuh elvano bergetar seperti kesakitan dan itu membuat Hani cemas bukan main belum lagi sekarang arwah wanita tadi sudah terduduk menatap mereka dengan seringai yang menyeramkan.
Hani yang melihatnya langsung maju berani tak berani, dia tak mungkin takut hanya karena melihat arwah seperti itu seharusnya dia memang tak boleh takut sebab dia sudah sangat sering melihat hal ini.
mereka sudah berhadapan satu sama lain,Hani malah menunjukkan senyuman yang sinis kepada arwah itu.
"apa kau tahu aku sangat benci dengan arwah yang menggangu kehidupan manusia."ucap Hani tepat di hadapan arwah itu,sekarang dia memegang leher arwah itu sangat kuat.
"aku tidak suka arwah liar seperti kalian,bisakah kalian bersikap sedikit tenang."ucap Hani yang sekarang sudah tak bisa berfikir jernih,dan saat itu juga elvano memasuki tubuh Hani tanpa seizin Hani sama sekali.
👻👻👻
Bersambung...