
Hani masih menatap mata lelaki itu dan menghiraukan pertanyaan yang di utarakan lelaki,yang membuatnya jengah dan ingin beranjak untuk meninggalkan hani.
"eh mau kemana?duduk lagi duduk..."ucap Hani yang menyadari pergerakan dari lelaki itu,membuat Hani menarik tangannya untuk duduk kembali.
"namanya siapa?"tanya Hani dengan senyuman di wajahnya.
"elvano,dan kamu siapa?dan kenapa bisa melihat ku?"jawab lelaki itu yang bernama elvano,di iringi pertanyaan untuk Hani yang masih tersenyum di hadapan nya.
"nama yang bagus,aku Hani...dan kamu tidak perlu tahu kenapa aku bisa melihat mu."balas Hani masih dengan senyuman manisnya.
melupakan Azka dan Reyhan yang menatap hani heran dengan tingkah Hani yang terlihat sangat senang berbicara dengan hantu.
"sudah berapa lama kamu meninggal?"tanya Hani,yang membuat wajah elvano tiba-tiba menjadi murung.
"entahlah,apakah benar aku sudah mati?aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada ku,pada saat aku membuka mata aku sudah berada disini."jawab elvano seakan menerawang jauh seakan dia dapat melihat masa lalu.
"hmmm jadi begitu."jawab Hani,sambil melirik jam yang melingkar di tangannya.
'jam 6.30?sampai gak sadar sudah jam segini.' batin Hani,sambil melirik kearah azka dan Reyhan yang memang dari tadi menatap kearahnya.
"ah kamu mau ikut dengan kami atau ingin tetap disini?"tanya Hani menatap elvano yang juga menatapnya,dan tanpa ragu elvano menganggukkan kepalanya setuju.
👻👻👻
"apa yang kamu lakukan?"elvano yang memang dari pagi sampai sekarang mengikuti hani menatap heran kearah Hani,dimana Hani sedang menggali tanah di bawah pohon.
di saksikan oleh dua orang lain yang tak lain dan tak bukan adalah pelanggan hani saat ini.
sekarang pelanggannya adalah suami istri yang selalu mendapat gangguan di setiap malam pada saat mereka ingin tidur,mereka langsung menghampiri Hani di rumahnya yang entah dari mana mereka tahu tentang Hani tapi Hani hanya dapat mengiyakan permintaan mereka.
berkeliling mencari aura negatif di sekitarnya,dan Hani menemukan sebuah pohon besar di belakang rumah.kecurigaannya semakin meningkat saat melihat sedikit gundukan di bawah pohon itu,tanpa pikir panjang dia langsung meminta cangkul kepada pelanggan nya.
"bisakah anda menelpon polisi?"tanya Hani sambil terus menggali tanah itu perlahan.
perasaan Hani semakin tak enak saat melihat seperti munculnya rambut dari dalam tanah yang dia gali.
Hani menurunkan cangkulnya,menatap lekat yang dia lihat dan seketika dia mendengar teriakan yang sangat kuat,ternyata yang berteriak adalah salah satu pelanggan nya yang terlihat ketakutan dengan apa yang dia lihat.
Hani melihat kearah elveno yang juga menatapnya,kembali Hani menatap kearah tanah.yaitu mayat seorang anak kecil dengan bagian tubuhnya yang mulai habis di makan cacing tanah,mengerikan memang.
tak lama kemudian datanglah beberapa mobil polisi yang siap melakukan penyelidikan terhadap mayat yang baru saja di temukan Hani.
"siapa kamu sebenarnya?"elvano menatap hani penuh tanya,bagaimana bisa orang biasa dapat melakukan hal itu,karena menurut elvano ini terlalu aneh.
"hanya seseorang dengan bakat khusus dalam merasakan dan melihat sesuatu yang lebih."ucap Hani sambil melihat semua orang yang sibuk dengan mayat yang barusan dia gali.
👻👻👻
empat orang telah berkumpul,ralat tiga orang telah berkumpul dan satunya lagi adalah arwah gentayangan.mereka berkumpul di rumah Hani,seperti biasa jika malam Minggu.
"elvano kenalkan,ini Azka dan Reyhan."Hani menunjuk Azka dan Reyhan secara bergantian,tanda mengenalkan mereka kepada elvano.
berbeda dengan Azka dan Reyhan yang tak tau harus menatap ke mana,karena mereka memang tak tahu di mana elvano berada.
elvano yang melihat hal itu hanya dapat tersenyum manis memaklumi,sambil menatap kearah teman barunya itu.
"dia tepat di hadapan kalian,untuk apa kalian melihat kiri kanan atas bawah hah?"ucap Hani jengkel melihat temannya seperti orang bodoh di hadapannya.
"owh di depan kami,kami pikir di atas kepala."jawab azka di iringi dengan suara tawanya yang menggelegar,membuat Hani menatapnya tajam.
"ah sudahlah,sekarang kita akan melakukan apa?"Reyhan yang melihat tatapan tajam Hani seperti pedang itu,mencoba mengalihkan pembicaraan yang panas seperti berada di ruang gosip.
"kita nonton saja,mood ku mulai kurang baik setelah mendengar suara tawa nenek lampir."ucap Hani sambil melirik kearah azka sekilas.
"mana ada nenek lampir setampan ini."balas Azka dengan gaya menyisir rambut dengan tangannya.
"aku mau nonton ini."Hani mengangkat cd bergenre horor di tangannya,membuat Reyhan mengangkat sebelah alisnya.
"horor?lagi?"ucap Azka seperti jengah,karena setiap Hani bilang ingin menonton,dia selalu memilih genre horor dan Azka reyhan selalu pasrah dengan pilihan Hani.
"iya,kenapa?tidak suka?"balas hani menatap Azka dengan tatapan menantang.
"ah terserahlah,ayo mulai nonton."Azka hanya dapat mengalah.
mereka mulai menonton,dengan cemilan yang memang selalu tersedia banyak di rumah Hani.
Hani duduk atas sofa sendirian,sedangkan semua temannya duduk di bawah dengan beralaskan karpet beludru bewarna biru warna kesukaan Hani.
mereka sudah seperti menonton di bioskop,hening dan gelap karena memang lampu yang di sengaja di matikan,kata Hani dengan lampu di matikan maka suasana menonton horornya dapat.
tapi saat film yang mereka tonton mencapai pertengahan cerita,suara Hani membuat mereka menatap kearah Hani secara bersamaan.
"ada tamu tak di undang."ucap Hani singkat yang mampu membuat temannya waspada dalam sekejap.
👻👻👻
Bersambung...