
perlahan tapi pasti Hani mendekat kearah elvano yang masih tetap di tempatnya berdiri,tanpa sadar tangan Hani terulur menyentuh wajah dingin elvano,entah apa maksud penglihatannya tadi,dia hanya berharap itu bukanlah sesuatu yang buruk...
tapi dia benar-benar tak bisa berpikir positif Sama sekali,sampai sebuah pengakuan membuat tubuhnya kaku.
"aku mengingat semuanya,pelakunya... apapun,semuanya."pengakuan yang di ucapkan elvano membuat Hani tidak bisa mengalihkan tatapan matanya.
"benarkah?siapa pelakunya."Hani mengeluarkan suara yang Pelan dan tenang, menunggu jawaban dari elvano.
"kau tahu Hani,bangku yang selama ini aku duduki di sekolah itu bangku siapa?itu bangku pelakunya,adik kelasku dulu."jawab elvano sambil menggenggam tangan Hani yang menyentuh pipinya.
"maksudmu itu Alex?lelaki itu kan?"mata mereka saling bertemu,kepala elvano mengangguk perlahan seakan mengiyakan apa yang barusan Hani katakan.
"ya dia orangnya...dia melarikan diri...saat itu aku baru saja pulang dari perayaan ultah temanku,malam itu sudah sangat larut sehingga tidak ada orang sama sekali,aku ingat dia sempat turun sebentar tapi setelah itu dia malah masuk lagi dan melarikan diri begitu saja,aku...aku sangat butuh bantuannya saat itu tapi dia sama sekali tak melakukan apapun...sekarang yang aku inginkan hanya keadilan,hanya itu..." tubuh elvano bergetar saat menceritakan apapun di ingatannya,membuat Hani langsung memeluknya erat mencoba menyalurkan ketenangan.
"kamu akan mendapatkan keadilan itu el,kamu akan mendapatkannya." Hani memeluk elvano sangat erat saat dia mendengarkan suara tangis elvano yang perlahan menyusup di dalam telinganya.
"terimakasih Hani,ucapkan juga untuk kedua temanmu Reyhan dan azka." dengan tersenyum,elvano menghilang dari pandangan matanya.
👻👻👻
"selamat pagi Alex."katakan Hani sudah gila menyapa alex yang tepat di depannya Alex duduk dengan tatapan angkuh.
"ada perlu apa anak indigo menyapa ku?"sarkas Alex lengkap dengan senyuman miring.
"hanya ingin menyampaikan pesan."Hani tersenyum manis menanggapi ucapan serta tatapan meremehkan dari Alex yang berhasil membuatnya muak akan tampang pembunuh yang ada di hadapannya.
"pesan dari siapa?apakah dari pengagum rahasia?"senyuman Alex terbentuk begitu saja.
"aku ingin menyampaikan pesan dari...arwah."ekspresi terkejut tercetak jelas di wajah Alex yang awalnya tersenyum merekah sekarang malah hilang seketika meninggalkan wajah pucat.
"jangan main-main denganku Hani."ucapan Alex yang penuh tekanan membuat Hani mengangkat satu alisnya.
"ah...aku rasa kau tahu siapa orangnya,namanya..."Hani sengaja menggantung ucapannya sebab ingin melihat perubahan wajah orang yang ada di depannya.
benar saja wajah Alex berubah menjadi pucat seakan kekurangan darah,membuat Hani seakan tidak sabar melanjutkan kata-katanya.
"namanya...elvano,aku rasa kau tahu siapa itu kan Alex?"Hani membisikkan kalimat barusan karena tidak ingin ada yang mendengarkan ucapan demi ucapan yang dia katakan.
"dia bilang padaku... berhati-hatilah dan akui kesalahan mu." tubuh Alex bergetar hebat,Hani tahu jika dari awal Alex memang ingin mengakui kesalahannya tapi karena hambatan dari ayahnya pak Juan, membuatnya memilih untuk membungkam mulutnya.
"OMONG KOSONG." teriakan Alex membuat Hani menatap Alex dengan wajah dingin seakan mengatakan bahwa memang begitulah kebenarannya.
"kau tahu siapa aku Alex,seperti yang kau katakan tadi aku adalah anak indigo...aku ingatkan sekali lagi,akui saja kesalahan mu."
Hani berbalik dan berniat meninggalkan Alex yang diam menundukkan kepalanya terlihat frustasi,tapi sebelum melanjutkan langkahnya Hani mengeluarkan suaranya kembali.
👻👻👻
Hani tidak tahu jika ada yang mendengarkan apa yang dia katakan,dia menatap dengan kebencian dan rasa was-was yang tinggi yang menimbulkan rasa untuk membunuh meningkat.
"ternyata anak kesayangan ku itu tahu banyak hal..."ya itu adalah pak Juan,yang menatap penuh amarah ke arah hani.
"ah...sepertinya aku memiliki tugas tambahan."ucapnya dengan senyuman lebar.
👻👻👻
Hani menatap kearah elvano yang terbaring lemah di hadapannya,dia sedang menjenguk elvano bersama Reyhan dan azka.tubuh itu masih sama,tak ada kemajuan yang berarti.
sekarang sudah malam,mereka bertiga tidak melakukan apa pun melainkan hanya duduk memperhatikan elvano
"kita pulang sekarang Hani?"Reyhan menyentuh bahu Hani,membuat Hani langsung menatap ke arahnya.
"iya,sudah malam."Hani berdiri dari duduknya melangkah menuju pintu keluar dan melirik sekilas ke arah elvano.
"ayo."Hani meninggalkan ruangan itu, melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil di ikuti kedua temannya.
Reyhan yang membawa mobil dan mizell yang duduk di sampingnya,sedangkan Azka duduk di bagian belakang,mereka tidak sadar jika dari tadi pergerakan mereka tak lepas dari pantauan seseorang.
Reyhan melajukan mobil mereka dengan kecepatan sedang, keadaan jalanan cukup sepi membuat suasana malam semakin terasa.
"bagaimana selanjutnya Hani?"Reyhan membuka suaranya, menghilangkan keheningan malam.
Hani memang sudah memberitahu ke dua temannya siapa yang terlibat dan siapa pelaku dalam kecelakaan,jadi tak heran jika mereka menanyakan perkembangan kasus itu.
"semoga saja Alex mengakui kesalahannya."ucap Hani menatap ke arah Reyhan dan beralih ke arah Azka yang dari tadi menyimak apapun yang mereka katakan.
'mati.' bisikan itu membuat Hani terdiam dan melirik ke segala arah,mata Hani melebar saat melihat sesuatu yang janggal.
"re-reyhan Azka." mendengar suara Hani yang tercekat memanggil nama mereka,membuat reyhan Azka mengalihkan tatapan mereka ke tempat Hani menatap.
di sana sebuah truk melaju sangat cepat,seakan benar-benar bertujuan untuk membunuh mereka.
tanpa di sangka-sangka Reyhan langsung memeluk Hani seakan sengaja menjadi tameng untuk Hani saat melihat truk di kiri mereka,tempat di mana Hani duduk.
BRAKKKKK...
👻👻👻
Bersambung...