I can see you

I can see you
part 29



suasana di dalam kelas terdengar sangat ricuh di sebabkan kegiatan siswa siswi yang mencari jawaban atas tugas yang di berikan oleh pak Juan,sedangkan Hani dan Azka malah terlihat sangat santai mengerjakan tugas itu tanpa beban sedikitpun,biasa anak pintar.


kringggg.....


suara bel istirahat di bunyikan dengan sangat nyaring,membuat Hani dan Azka yang memang sudah siap mengerjakan tugas langsung menumpuk buku mereka menjadi satu.


"waktu sudah habis,kumpulkan tugasnya."teriak Hani sambil menatap satu persatu temannya yang terlihat Luntang Lantung menyalin jawaban.


"tunggu dikit lagi..."


"cieilah bentar..."


"mati gue,jawaban nomor 5 apaan?"


"bentar-bentar"


sorakan teman-temannya yang seperti pasar yang menjawab jawabannya hanya mampu membuat Hani mengeluh singkat.


"oke,lima menit lagi siap gak siap kumpulkan atau kalian kumpul sendiri keruangan pak Juan."ucap Hani mencoba memberi sedikit waktu pada anggota kelasnya.


"oke siap" satu-persatu temannya mengumpulkan tugas mereka sampai 5 menit berlalu tanpa pikir panjang Hani langsung berdiri membuat sebagian temannya yang memang belum selesai mengerjakan tugasnya langsung berdiri mengejar Hani untuk mengumpulkan tugas mereka.


mau tak mau Hani tersenyum melihat tingkah temannya yang terlihat seperti kesetanan saat mengumpulkan buku padanya takut jika dia pergi meninggalkan mereka yang belum,padahal Hani belum keluar kelas sama sekali.


"Azka kamu ke kantin duluan aja pesan makan,aku ngantar tugas ini dulu."Azka yang awalnya ingin mengikuti Hani dari belakang langsung memberhentikan langkahnya.


"kenapa gak barengan aja?"Azka melayangkan tatapan protes karena tak setuju dengan pendapat Hani.


"menghemat waktu,dah buru ke kantin keburu ngantri panjang,aku ngantar ini dulu."ucap Hani langsung melangkah meninggalkan Azka yang terpaksa mengikuti perkataan Hani dan mulai melangkah ke jalan yang berlawanan.


👻👻👻


ruangan pak Juan berada di sekitar perpustakaan yang lumayan sepi membuat Hani merasa keheningan saat melangkah sendirian menuju ruangan pak juan.


"pa gimana,aku takut?" tubuh Hani mematung di sebabkan suara perdebatan dari ruangan pak juan dan inisiatif dari mana dia sudah mengeluarkan ponselnya mulai merekam pembicaraan yang dia dengar dengan tatapan tak percaya.


"kamu gak perlu khawatir nak,ini bahkan sudah berlalu beberapa bulan dari kejadian itu."suara pak Juan terdengar sangat lembut di telinga Hani.


"kamu jangan berani melapor...papa yakin dia gak bakal bangun nak,tubuhnya terlihat sangat lemah dan sudah papa pastikan dia tidak akan lama lagi."jawaban pak Juan membuat Hani melebarkan matanya,dia tidak menyangka gurunya akan tega mengatakan hal seperti itu dengan santainya.


"tapi pa--"


"ingat masa depan kamu,jangan sampai kamu memiliki catatan kriminal,ini semua demi masa depan kamu nak,ingat itu."terdengar suara pak Juan yang penuh akan tekanan dan ancaman berbeda dengan intonasi pada awal pembicaraan yang terdengar lembut.


"pa aku takut pa,bagaima jika---"


"sudah jangan pikirkan lagi,papa pastikan anak yang bernama elvano tak akan bisa membuka matanya."ucapan itu cukup memperjelas pikiran Hani yang berkecamuk.


mendengar suara pintu yang akan di buka membuat Hani langsung berlari kecil bersembunyi di balik tembok,dan menatap kepergian seseorang lelaki yang berseragam yang sama dengannya pergi berlalu begitu saja meninggalkan ruangan pak Juan.


"aku menemukannya."lirih Hani menatap ponselnya setelah menyimpan hasil rekam suara yang baru saja di dapatnya.


👻👻👻


perasaanya sangat gelisah,berulang kali dia memutar hasil rekaman yang dia dapat dan jelas sekali ada nama elvano dalam rekaman itu yang membuktikan jika pak Juan dan anaknya lah yang membuat elvano terbaring tak sadarkan diri sampai sekarang.


"elvano...elvano..."entah sudah beberapa kali Hani memanggil elvano yang tak kunjung menunjukkan batang hidungnya."tu anak kemana sih?dari tadi di panggil gak muncul-muncul." Hani duduk di atas ranjangnya dengan kaki di lipat menatap ke segala arah mencari keberadaan elvano.


"perasaan kalau di panggil sekali aja udah muncul."gumam Hani merasa kesal,dia memutuskan berdiri keluar dari kamarnya untuk mengambil minum di dapur saat di rasa tenggorokannya kering akibat menggeluarkan suara tanpa henti.


Hani meminum airnya dengan gerakan lambat sambil sesekali melihat keadaan sekelilingnya,sangat sepi tanpa penghuni lain dan tentram.keadaan seperti ini terkadang membuat Hani nyaman dan kesepian secara bersamaan


setelah selesai meneguk habis air dalam gelas,dia memutuskan kembali ke dalam kamarnya dan pertama kali yang dia lihat adalah punggung seseorang yang berdiri menghadap balkon kamarnya,dia sangat kenal dengan bentuk punggung itu.


"El..."merasa namanya di panggil,elvano langsung memutar badannya menatap Hani dengan senyuman nya.


tubuh Hani menegang tak kala menatap wajah elvano yang sekilas seperti membekukan tubuhnya,jelas sekali tadi dia melihat wajah elvano yang penuh darah tapi dengan sangat cepat tergantikan wajah elvano yang tanpa luka sedikitpun.


'apa yang sebenarnya terjadi?' batin Hani bergejolak penuh tanya.


👻👻👻


Bersambung...